Beranda OKI Mandira Ratusan Jemaah Haji OKI Berangkat, Kekhawatiran Kondisi Fisik Jadi Sorotan

Ratusan Jemaah Haji OKI Berangkat, Kekhawatiran Kondisi Fisik Jadi Sorotan

14
0
Suasana pelepasan 164 Jamaah Calon Haji Kloter 10 OKI di Pondok Pesantren Darul Ulum, Lempuing Jaya.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Fakta di Lapangan: Antusias Tinggi, Namun Tantangan Jemaah Lansia Belum Hilang

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Sebanyak 164 Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 10 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, Senin (4/5).

Suasana haru pecah saat keluarga melepas keberangkatan para jemaah dari Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya.

Namun di balik suasana penuh doa itu, perhatian terhadap kondisi fisik jamaah kembali menjadi sorotan.

Lalu, sejauh mana kesiapan para calon haji menghadapi perjalanan panjang dan cuaca ekstrem di Arab Saudi?

Pelepasan jemaah dilakukan langsung oleh Bupati OKI, Muchendi Mahzareki.

Dalam sambutannya, Muchendi mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kekuatan fisik dan mental.

“Perjalanan ibadah haji membutuhkan kesiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental. Jaga kondisi tubuh, konsumsi makanan yang cukup, dan jangan memaksakan diri dalam beribadah,” ujarnya.

Ia juga meminta jamaah menjaga kebersamaan dan saling membantu selama berada di Tanah Suci.

“Utamakan kebersamaan dan kepedulian. Saling membantu antarjamaah akan sangat menentukan kelancaran ibadah selama di Tanah Suci,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah OKI, Mutawali, memastikan seluruh jamaah telah mengikuti tahapan pembinaan, termasuk manasik dan pemeriksaan kesehatan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan utama ibadah haji setiap tahun masih berkaitan dengan kondisi kesehatan jamaah, terutama kelompok lanjut usia.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah keluarga jamaah mengaku tetap khawatir terhadap cuaca panas ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat selama di Arab Saudi.

Apalagi, perjalanan haji dikenal menguras tenaga karena melibatkan mobilitas tinggi dan kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara.

Baca juga  Forum CSR OKI Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Pembangunan Berkelanjutan

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian keluarga yang mengaku lega karena anggota keluarganya akhirnya bisa berangkat setelah menunggu antrean cukup panjang.

“Yang penting sehat sampai pulang nanti. Kami cuma bisa mendoakan,” ujar salah satu keluarga jamaah di lokasi pelepasan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah pembinaan dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan selama ini sudah cukup untuk menghadapi tantangan nyata di lapangan?

Ketua KBIH Multazam Darul Ulum, Ahmad Munawir, mengatakan pihaknya berharap seluruh jamaah diberikan kelancaran selama menjalankan ibadah.

“Kami mendoakan seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan dalam setiap tahapan ibadah haji hingga kembali ke tanah air,” katanya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan kesehatan jamaah haji masih menjadi perhatian nasional hampir setiap musim haji berlangsung.

Selain faktor usia, kelelahan fisik, perubahan cuaca, dan kepadatan aktivitas sering diduga menjadi pemicu gangguan kesehatan jamaah.

Karena itu, pengawasan petugas pendamping dan kedisiplinan jamaah menjaga kondisi tubuh menjadi faktor yang sangat menentukan.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai berapa jumlah jamaah lansia dalam Kloter 10 OKI maupun skema pendampingan khusus yang disiapkan selama di Tanah Suci.

Di sisi lain, suasana haru tetap mendominasi pelepasan keberangkatan jamaah.

Tangis keluarga pecah saat bus mulai bergerak meninggalkan lokasi pondok pesantren menuju embarkasi.

Bagi sebagian warga, momen itu bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga penantian panjang yang akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun menunggu antrean.

Namun perjalanan sesungguhnya baru dimulai.

Apakah seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat? Pertanyaan itu kini menjadi harapan besar keluarga yang menanti di rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here