Beranda Ogan Ilir Ground Breaking Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah di Danau Biru Ogan Ilir Dihadiri...

Ground Breaking Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah di Danau Biru Ogan Ilir Dihadiri Pangdam II/Sriwijaya

6
0
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis M.D.A melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah di kawasan Danau Biru Ogan Ilir. (Foto:Sandi/cimutnews.co.id)

OGAN ILIR, cimutnews.co.id – Pembangunan Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah resmi dimulai melalui prosesi ground breaking di kawasan wisata Danau Biru, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (29/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis M.D.A bersama Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya, Forkopimda Ogan Ilir, serta jajaran Kodim 0402/OKI.

Momentum peletakan batu pertama pembangunan masjid itu bukan sekadar seremoni pembangunan fisik rumah ibadah. Di tengah berkembangnya kawasan wisata Danau Biru sebagai salah satu titik keramaian masyarakat di Ogan Ilir, pembangunan masjid dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi sosial dan spiritual masyarakat sekitar.

Pembangunan Masjid Jadi Simbol Penguatan Sosial Masyarakat

Kehadiran Pangdam II/Sriwijaya disambut tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Prosesi dimulai dengan doa bersama sebelum peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan bahwa masjid memiliki peran lebih luas dibanding sekadar tempat ibadah.

Masjid Diproyeksikan Jadi Pusat Pembinaan Umat

Menurut Pangdam, masjid dapat menjadi ruang pembinaan moral, pendidikan keagamaan, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral, persatuan, dan kebersamaan umat,” ujar Ujang Darwis dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan pembangunan berbasis sosial yang kini mulai banyak diterapkan di sejumlah daerah, terutama pada kawasan yang berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisata.

Kawasan Wisata Danau Biru Dinilai Membutuhkan Fasilitas Sosial Memadai

Danau Biru Ogan Ilir selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang ramai dikunjungi warga, khususnya saat akhir pekan dan hari libur. Namun, perkembangan kawasan wisata kerap tidak selalu diikuti dengan penguatan fasilitas sosial dan keagamaan.

Baca juga  Terungkap, Target 111 Ribu Hektare di OKI Masih Hadapi Sejumlah Kendala

Pembangunan Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah dinilai menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan pertumbuhan kawasan wisata dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Dandim 0402/OKI Dorong Semangat Gotong Royong

Komandan Kodim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono SH mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mendukung proses pembangunan hingga selesai.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah memerlukan keterlibatan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi umat,” kata Gunawan.

Ajakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas publik di daerah masih sangat bergantung pada partisipasi sosial masyarakat, bukan hanya dukungan pemerintah atau institusi tertentu.

Kehadiran Pangdam dan Aktivitas Bersama Warga Jadi Sorotan

Usai prosesi ground breaking, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama antara jajaran TNI, Persit, dan masyarakat di kawasan Danau Biru. Suasana berlangsung cair dan penuh kekeluargaan.

Perhatian warga semakin tertuju ketika Pangdam II/Sriwijaya bersama istri mencoba wahana jet ski di kawasan wisata tersebut didampingi pengelola Danau Biru.

Pendekatan Humanis TNI Dinilai Efektif

Kehadiran pimpinan TNI dalam kegiatan nonformal bersama masyarakat dinilai menjadi bagian dari pendekatan humanis yang kini lebih sering dilakukan di berbagai daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pola komunikasi institusi negara dengan masyarakat tidak lagi hanya melalui kegiatan formal atau seremonial. Aktivitas bersama warga dalam ruang publik dianggap mampu memperkuat kedekatan emosional sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

Pendekatan seperti ini juga terlihat dalam sejumlah agenda sosial TNI di wilayah Sumatera Selatan, mulai dari pembangunan fasilitas umum, kegiatan kesehatan, hingga dukungan terhadap kawasan wisata berbasis masyarakat.

Pembangunan Rumah Ibadah di Kawasan Wisata Jadi Tren Baru

Fenomena pembangunan rumah ibadah di kawasan wisata mulai banyak ditemukan di sejumlah daerah Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pengunjung, keberadaan masjid juga menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat sekitar.

Baca juga  Dugaan Manipulasi Dana BOS SMPN 2 Tanjung Raja Mengemuka, Publik Desak Audit Menyeluruh

Di beberapa wilayah, konsep wisata berbasis religius bahkan mulai dikembangkan untuk memperkuat identitas lokal sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan nilai sosial masyarakat.

Masjid Tidak Lagi Sekadar Infrastruktur Keagamaan

Pembangunan Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah menunjukkan perubahan fungsi rumah ibadah di daerah berkembang. Masjid kini tidak hanya dipandang sebagai fasilitas spiritual, tetapi juga pusat interaksi sosial, pendidikan, hingga penguatan identitas kawasan.

Jika dikelola optimal, keberadaan masjid di kawasan wisata seperti Danau Biru dapat menjadi penghubung antara aktivitas ekonomi masyarakat dengan pembangunan karakter sosial warga setempat.

Ground breaking Masjid Jami Al-Ma’ruf Hasanah di Danau Biru Ogan Ilir menjadi simbol kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun fasilitas sosial-keagamaan yang berkelanjutan.

Pembangunan masjid tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan sarana ibadah yang nyaman, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kehidupan sosial masyarakat di kawasan wisata yang terus berkembang. (Sandi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here