Beranda Pagar Alam Terungkap, 64 Pramuka Pagar Alam Siap Berangkat ke Jambore, Tapi Pembinaan Berkelanjutan...

Terungkap, 64 Pramuka Pagar Alam Siap Berangkat ke Jambore, Tapi Pembinaan Berkelanjutan Belum Banyak Dibahas

9
0
: Plt Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menerima audiensi Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam terkait persiapan Jambore Daerah Sumatera Selatan (Foto: Haffis/cimutnews.co.id)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Pagar Alam menyatakan siap mendukung keberangkatan Kontingen Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam untuk mengikuti Jambore Daerah Sumatera Selatan yang akan digelar di Palembang pada pertengahan Juni 2026.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Plt Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha saat menerima audiensi pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam di Ruang Rapat Besemah III Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam.

Dalam pertemuan itu, Kwarcab menyampaikan rencana keberangkatan sebanyak 64 peserta yang terdiri dari 32 putra dan 32 putri, didampingi jajaran pembina dan perwakilan Kwarcab.

Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan yang selama ini dikenal sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian.

Ketua rombongan dalam audiensi meminta dukungan pemerintah agar proses keberangkatan hingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar.

Menanggapi hal tersebut, Plt Wali Kota Hj. Bertha menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pagar Alam siap memberikan dukungan bagi kontingen yang akan mewakili daerah pada ajang tingkat provinsi tersebut.

Ia berharap para peserta mampu menunjukkan prestasi terbaik sekaligus membawa nama baik Kota Pagar Alam di hadapan peserta dari kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.

“Kami berharap kontingen Kota Pagar Alam dapat menjadi yang terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memanfaatkan jambore sebagai sarana belajar, bertukar pengalaman, serta mengembangkan potensi diri sebagai generasi penerus pembangunan daerah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial atau ajang perlombaan sesaat.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai keberhasilan kegiatan seperti jambore baru akan terasa jika diikuti dengan program pembinaan berkelanjutan setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.

Baca juga  Terungkap di Balik Meriahnya Festival Lagu Daerah, Pelestarian Budaya Besemah Belum Sepenuhnya Terjawab

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh sebagian sekolah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas kegiatan ekstrakurikuler, termasuk aktivitas kepramukaan.

Berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat sekolah yang mengandalkan sarana sederhana dalam menjalankan kegiatan Pramuka. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri apabila pembentukan karakter generasi muda ingin dilakukan secara merata.

Sejumlah warga mengaku mendukung keberangkatan kontingen ke tingkat provinsi karena dianggap mampu membuka wawasan peserta dan memperluas pengalaman mereka.

Meski demikian, masyarakat juga berharap manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni keberangkatan maupun pencapaian prestasi semata.

Menurut sejumlah warga yang ditemui, pengalaman yang diperoleh peserta seharusnya dapat ditularkan kembali kepada teman-teman seusia mereka di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana program pembinaan pasca-jambore akan dilakukan serta bagaimana hasil kegiatan tersebut dapat berdampak langsung bagi generasi muda Kota Pagar Alam.

Secara umum, dukungan pemerintah terhadap kegiatan kepemudaan dinilai sebagai langkah positif. Namun keberhasilan sesungguhnya akan sangat bergantung pada kesinambungan program, pendampingan, serta ruang pengembangan yang tersedia setelah kegiatan berakhir.

Hingga kini, belum semua aspek pembinaan generasi muda mendapat perhatian yang sama. Keberangkatan kontingen ke Jambore Daerah menjadi momentum penting, tetapi efektivitas manfaat jangka panjangnya masih menjadi perhatian banyak pihak.

Apakah pengalaman yang diperoleh para peserta nantinya akan mampu melahirkan generasi muda yang lebih siap memimpin dan berkontribusi bagi daerah, atau justru menjadi agenda tahunan yang manfaatnya belum dirasakan secara luas oleh masyarakat? (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here