Beranda Palembang Gubernur Herman Deru Dorong Literasi Keuangan Syariah Lewat FESyar Sumatera 2026, BI...

Gubernur Herman Deru Dorong Literasi Keuangan Syariah Lewat FESyar Sumatera 2026, BI Perkuat Ekosistem Halal Berbasis Digital

13
0
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan sambutan saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jumat (5/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mendorong penguatan literasi keuangan syariah dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui sinergi pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha. (Foto: Poerba/CimutNews.co.id)

PALEMBANG, CimutNews.co.id – Penguatan ekonomi dan keuangan syariah kembali menjadi perhatian pemerintah dan Bank Indonesia melalui penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026. Kegiatan yang berlangsung di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jumat (5/6/2026), menjadi ruang kolaborasi pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, pesantren, hingga industri halal dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, pembukaan FESyar dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha syariah, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dari wilayah Sumatera.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menilai Sumatera Selatan memiliki modal sosial yang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya tercermin pada tingkat pemanfaatan layanan keuangan syariah oleh masyarakat.

“Ini menjadi pertanyaan dan pekerjaan rumah bagi kita semua. Kita perlu mencari tahu apa penyebabnya. Oleh karena itu, saya menyambut baik FESyar 2026 ini sebagai momentum agar para pelaku usaha tahu bahwa pemerintah dan instansi terkait mendukung penuh ekosistem ekonomi syariah di Sumsel,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya mengandalkan meningkatnya jumlah lembaga atau produk keuangan berbasis syariah. Yang jauh lebih penting adalah membangun pemahaman masyarakat mengenai nilai, tata kelola, dan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa konsep syariah tidak semata-mata identik dengan label halal, melainkan mencerminkan sistem pengelolaan usaha yang menjunjung transparansi, keadilan, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

Baca juga  Penjaringan Ketua DPC PKB Sumsel 2026–2031 Resmi Dimulai, DPW Usulkan Tiga Nama ke DPP

“Syariah itu adalah perilaku manajemennya. Saya ingin literasi perkembangan ekonomi syariah ini lebih marak lagi, masuk ke sekolah-sekolah untuk menjangkau Gen Z dan generasi milenial,” tegasnya.

Literasi Keuangan Syariah Dinilai Menjadi Tantangan

Dorongan memperluas literasi kepada generasi muda dinilai menjadi langkah strategis mengingat transformasi digital telah mengubah pola transaksi masyarakat. Edukasi sejak dini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai produk perbankan syariah, investasi syariah, pembiayaan usaha berbasis syariah, hingga pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.

Berdasarkan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia serta berbagai program penguatan ekonomi syariah nasional, peningkatan literasi masyarakat menjadi salah satu fondasi penting agar industri halal Indonesia mampu tumbuh lebih kompetitif di tingkat global.

Selain itu, pemerintah pusat juga terus mendorong pengembangan industri halal sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sektor UMKM, ekonomi digital, industri kreatif, serta peningkatan daya saing produk dalam negeri.

BI Perkuat Sinergi Ekonomi Syariah Regional

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai konsisten mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Menurutnya, Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah yang lebih awal membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) sejak 2022. Keberadaan forum tersebut dinilai penting sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam memperkuat industri halal, pemberdayaan UMKM, pengembangan pesantren, serta peningkatan inklusi keuangan syariah.

Meski demikian, Destry mengingatkan bahwa potensi besar tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan kapasitas produksi pelaku usaha, standardisasi produk, sertifikasi halal, akses pasar, hingga tingkat literasi masyarakat yang belum merata.

Baca juga  Gagalkan Pencurian Trafo PLN, Warga Graha Nusa Pesona Jadi Garda Terdepan Keamanan Lingkungan

“Kebijakan Bank Indonesia dalam pengembangan eksyar akan difokuskan pada penguatan ekosistem makanan halal, fesyen, keuangan komersial dan sosial syariah, hingga digitalisasi. Semoga sinergi ini berkontribusi nyata menuju ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penguatan digitalisasi juga menjadi perhatian karena perubahan perilaku konsumen mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan platform digital, sistem pembayaran elektronik, dan pemasaran daring guna memperluas pasar produk halal, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here