Beranda Muara Enim Launching Meriah, Ekonomi Lokal Digadang Bangkit, Fakta di Lapangan Masih Menunggu Pembuktian

Launching Meriah, Ekonomi Lokal Digadang Bangkit, Fakta di Lapangan Masih Menunggu Pembuktian

6
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri peluncuran logo, maskot, dan theme song Forprov II KORMI Sumsel 2026 di Plaza GOR Pancasila Muara Enim. (Foto: Poerba/CimutNews)

MUARA ENIM, cimutnews.co.id — Muara Enim resmi memulai hitung mundur menuju Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II Sumatera Selatan 2026. Peluncuran logo, maskot, dan lagu tema (theme song) digelar bersamaan dengan kegiatan Senam Bugar di Plaza GOR Pancasila Muara Enim, Minggu (26/7/2026), sebagai penanda dimulainya persiapan menuju pesta olahraga masyarakat tersebut.

Acara itu dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, jajaran pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumsel, pemerintah daerah, komunitas olahraga, serta masyarakat.

Namun, di balik kemeriahan peluncuran identitas Forprov II 2026, muncul pertanyaan yang juga menarik untuk dicermati. Sejauh mana penyelenggaraan ajang olahraga masyarakat ini nantinya benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal dan budaya hidup sehat warga, bukan sekadar menjadi seremoni tahunan?

Gubernur Herman Deru menegaskan KORMI memiliki peran berbeda dengan KONI. Jika KONI lebih berorientasi pada olahraga prestasi, maka KORMI menjadi wadah olahraga masyarakat yang mengedepankan kebugaran, rekreasi, sekaligus tetap membuka ruang lahirnya prestasi.

Menurut Herman Deru, secara nasional terdapat sekitar 90 induk organisasi olahraga masyarakat yang berada di bawah naungan KORMI. Ia berharap seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan terus menghidupkan aktivitas olahraga masyarakat agar budaya hidup sehat semakin tumbuh.

“Olahraga masyarakat bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga membangun tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga mengapresiasi kesiapan Kabupaten Muara Enim menjadi tuan rumah Forprov II Sumsel 2026.

Ia meyakini ribuan peserta yang datang nantinya akan memberikan efek berganda terhadap sektor ekonomi daerah, mulai dari hotel, penginapan, rumah makan, transportasi, hingga pelaku UMKM.

Baca juga  Kado HUT Muara Enim ke-79, Operasi Gratis untuk 19 Pasien Bibir Sumbing

Pemerintah Provinsi bahkan berharap Muara Enim dapat menjadi contoh penyelenggaraan bagi daerah lain ketika menjadi tuan rumah kegiatan berskala provinsi.

Selain itu, Herman Deru mengingatkan atlet, wasit, dan seluruh ofisial agar menjaga sportivitas selama pelaksanaan pertandingan. Ia juga mengajak masyarakat Muara Enim menyambut para tamu dengan keramahan khas daerah.

Ketua KORMI Sumatera Selatan Samantha Tivani Herman Deru mengatakan peluncuran logo, maskot, dan theme song merupakan bagian dari upaya membangun semangat bersama menuju Forprov II Tahun 2026.

Menurutnya, olahraga masyarakat bukan hanya bertujuan meningkatkan kebugaran, tetapi juga mempererat persatuan antardaerah sekaligus melestarikan olahraga tradisional dan olahraga rekreasi yang mulai kembali diminati berbagai kalangan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni menyatakan daerahnya siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forprov II yang dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Muara Enim ke-80.

Pemerintah daerah memperkirakan sekitar 5.000 orang akan hadir selama penyelenggaraan kegiatan, terdiri atas pegiat olahraga, pelatih, ofisial hingga pendukung dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberhasilan sebuah ajang olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan peluncuran ataupun besarnya jumlah peserta yang hadir. Dampak ekonomi yang dijanjikan baru akan benar-benar terasa apabila kesiapan infrastruktur, akomodasi, transportasi, kebersihan kawasan, serta keterlibatan UMKM lokal dapat berjalan secara optimal.

Sejumlah pelaku usaha di berbagai daerah yang pernah menjadi lokasi kegiatan berskala besar umumnya berharap lonjakan kunjungan benar-benar berujung pada peningkatan transaksi. Meski demikian, berdasarkan temuan di lapangan pada berbagai penyelenggaraan event serupa di sejumlah daerah, manfaat ekonomi sering kali tidak dirasakan secara merata apabila distribusi aktivitas ekonomi hanya terpusat di lokasi tertentu.

Baca juga  Kalapas Muara Enim Hadiri Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pejabat Administrator di Lingkungan Kanwil Dirjenpas Sumatera Selatan

Di sisi lain, Forprov juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional yang selama ini mulai berkurang peminatnya di kalangan generasi muda. Tantangan tersebut membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang penyelenggaraan festival.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah peluncuran logo, maskot, dan lagu tema akan diikuti dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam berolahraga sepanjang tahun, atau hanya menjadi euforia menjelang pelaksanaan Forprov?

Hingga kini, belum semua rincian mengenai kesiapan teknis penyelenggaraan, pemerataan manfaat ekonomi, maupun strategi pelibatan UMKM lokal dijelaskan secara menyeluruh kepada publik.

Forprov II Sumatera Selatan 2026 memang membawa optimisme baru bagi Muara Enim. Namun keberhasilan sesungguhnya baru akan terlihat ketika semangat olahraga masyarakat mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan luas oleh warga, sekaligus meninggalkan warisan positif setelah pesta olahraga usai digelar. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here