Beranda Musi Banyuasin HUT ke-62 SMA Negeri 1 Sekayu Jadi Momentum Menatap Masa Depan Pendidikan

HUT ke-62 SMA Negeri 1 Sekayu Jadi Momentum Menatap Masa Depan Pendidikan

7
0
1. Sekda Muba Drs. Syafaruddin, MSi., bersama jajaran pemerintah daerah melepas peserta jalan santai dalam rangka HUT ke-62 SMA Negeri 1 Sekayu, Kamis (13/8/2026). (Foto: Noto/CimutNews)

SEKAYU, MUBA, cimutnews.co.id – HUT ke-62 SMA Negeri 1 Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, dirayakan dengan suasana penuh kebersamaan melalui kegiatan jalan santai dan pembagian hadiah, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Muba Drs. Syafaruddin, MSi., Wakil Ketua I DPRD Muba Irwin Zulyani, sejumlah kepala OPD, Camat Sekayu Edi Haryanto, serta jajaran SMA Negeri 1 Sekayu. Perayaan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang mempertemukan sekolah, alumni, pemerintah daerah, peserta didik, dan masyarakat.

HUT ke-62 SMA Negeri 1 Sekayu Diisi Jalan Santai

Jalan santai menjadi salah satu kegiatan utama dalam rangkaian peringatan ulang tahun sekolah yang mengusung tema “Celebrating the Past, Creating the Future” atau “Merayakan Masa Lalu, Menciptakan Masa Depan”.

Peserta dari keluarga besar SMA Negeri 1 Sekayu mengikuti kegiatan dengan antusias. Aktivitas tersebut sekaligus membawa pesan bahwa peringatan ulang tahun sekolah dapat dikemas melalui kegiatan yang menyentuh aspek kesehatan, interaksi sosial, serta penguatan ikatan antargenerasi.

Bagi sebuah institusi pendidikan yang telah berusia lebih dari enam dekade, pertemuan antara unsur sekolah dan para pemangku kepentingan menjadi penting. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran, tetapi juga bagian dari perjalanan sosial masyarakat di sekitarnya.

Sekda Muba: Usia 62 Tahun Harus Menjadi Energi Baru

Sekda Muba Syafaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Sekayu. Menurutnya, perjalanan selama 62 tahun merupakan capaian panjang yang patut dihargai sekaligus menjadi pijakan untuk menyiapkan generasi berikutnya.

“Selamat ulang tahun ke-62 untuk SMA Negeri 1 Sekayu. Ini bukan hanya tentang merayakan perjalanan panjang sekolah, tetapi juga bagaimana kita menyiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depan,” ujar Syafaruddin.

Baca juga  Capaian UHC 98,65 Persen Antar Pemkab Muba Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Ia menilai kegiatan perayaan yang melibatkan banyak unsur tersebut memiliki nilai lebih karena tidak berhenti pada hiburan. Semangat kebersamaan, kesehatan, pembentukan karakter, dan kreativitas juga menjadi bagian dari proses membangun lingkungan pendidikan yang positif.

“Kami berharap SMA Negeri 1 Sekayu terus berkembang, mencetak lulusan yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa nama baik sekolah serta Kabupaten Musi Banyuasin,” katanya.

Dari Empat Ruang Kelas Menuju Institusi Pendidikan Berusia 62 Tahun

Perjalanan SMA Negeri 1 Sekayu memiliki rentang sejarah yang panjang. Dalam sejarah resmi yang dipublikasikan sekolah, lembaga tersebut berdiri pada 30 Juli 1964 dan pada masa awal hanya memiliki empat ruang, terdiri atas tiga ruang belajar serta satu ruang untuk kepala sekolah dan tata usaha.

Perkembangan itu menunjukkan perubahan skala sekolah dari masa ke masa. Data sejarah sekolah yang dipublikasikan pada 2013 menyebut SMA Negeri 1 Sekayu ketika itu telah memiliki 23 ruang belajar, tiga laboratorium IPA, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, sanggar, mushala, perpustakaan, serta sekitar 8.000 alumni.

Perbandingan tersebut memberi gambaran bahwa perjalanan 62 tahun bukan sekadar ukuran usia. Ada proses panjang berupa pertumbuhan fasilitas, jumlah lulusan, kegiatan pendidikan, serta perubahan kebutuhan pembelajaran yang harus diikuti sekolah.

Secara administratif, data pemerintah melalui Dapodik mencatat SMAN 1 Sekayu sebagai satuan pendidikan negeri dengan NPSN 10600239 dan beralamat di kawasan Jalan Merdeka, Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu. Data Dapodik yang tersinkronisasi pada Februari 2026 juga mencatat status kepemilikan sekolah berada di bawah pemerintah daerah.

Doorprize Tambah Semarak Perayaan

Setelah jalan santai, suasana perayaan semakin semarak dengan pembagian berbagai hadiah. Hadiah utama berupa sepeda listrik, sementara hadiah lainnya antara lain sepeda, dispenser, kipas angin, magic com, bedcover, payung, dan setrika.

Baca juga  Optimalisasi PAD Musi Banyuasin Didorong Satgas, DPRD Soroti Strategi dan Sinergi Sektor

Pembagian hadiah menjadi bagian yang menarik perhatian peserta, tetapi substansi utama peringatan tetap berada pada pesan yang dibawa tema kegiatan: menghargai perjalanan masa lalu sambil menyiapkan masa depan.

Sekolah sendiri menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembentukan karakter, pengembangan bakat, serta peningkatan kemampuan peserta didik sebagai bagian dari arah pendidikannya.

Makna 62 Tahun bagi Dunia Pendidikan

Ada satu hal yang membuat peringatan ulang tahun sekolah berbeda dari sekadar perayaan tahunan. Semakin panjang usia sebuah sekolah, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memastikan pengalaman masa lalu tidak berhenti menjadi nostalgia.

Dalam konteks pendidikan saat ini, tantangannya bukan hanya mempertahankan reputasi sekolah, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kemampuan akademik, karakter, kemampuan beradaptasi, dan kecakapan menghadapi perubahan teknologi. Karena itu, tema “Creating the Future” relevan sebagai pengingat bahwa keberhasilan sekolah diukur dari kualitas generasi yang dilahirkannya.

Dampak jangka pendek dari kegiatan seperti jalan santai memang terlihat pada terciptanya interaksi dan kebersamaan. Namun dalam jangka panjang, hubungan yang terbangun antara sekolah, alumni, pemerintah dan masyarakat dapat menjadi modal sosial untuk mendukung berbagai program pendidikan apabila dikelola secara berkelanjutan. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here