Beranda Banyuasin 44 Pramuka Banyuasin Dilepas ke Jamnas XII 2026, Bawa Misi Karakter dan...

44 Pramuka Banyuasin Dilepas ke Jamnas XII 2026, Bawa Misi Karakter dan Ketahanan Pangan

5
0
Sekretaris Daerah Banyuasin Erwin Ibrahim menyerahkan bendera kontingen secara simbolis kepada pimpinan kontingen Pramuka Banyuasin yang akan mengikuti Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur, Jakarta Timur. (Foto: Noto/CimutNews)

PANGKALAN BALAI, CimutNews.co.id — Sebanyak 44 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten Banyuasin dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Pelepasan dilakukan Sekretaris Daerah Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng., di Halaman Kantor Bupati Banyuasin, Senin (10/8/2026).

Keberangkatan kontingen Banyuasin berlangsung hanya beberapa hari sebelum Jamnas XII resmi dimulai pada 13 Agustus 2026. Berdasarkan informasi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, jambore nasional tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur dan menjadi pertemuan nasional bagi Pramuka Penggalang dari berbagai daerah.

Bagi Banyuasin, keberangkatan itu tidak sekadar agenda organisasi. Puluhan anggota Pramuka tersebut membawa identitas daerah sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, kreativitas, serta budaya daerah dalam forum kepramukaan berskala nasional.

44 Pramuka Banyuasin Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional

Para peserta yang diberangkatkan merupakan Pramuka Penggalang yang telah melalui proses seleksi di wilayah Kabupaten Banyuasin. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas sekaligus berinteraksi dengan peserta dari daerah lain.

Dalam arahannya, Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim meminta peserta menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan di Cibubur.

“Jadikan ajang Jambore Nasional ini sebagai sarana menempa diri, memperluas wawasan, dan mempererat tali persaudaraan dengan sesama anggota Pramuka dari seluruh pelosok Tanah Air. Bawa nama baik Banyuasin dengan prestasi dan kebanggaan,” kata Erwin.

Ia juga mengingatkan peserta bahwa pengalaman selama jambore tidak berhenti pada aktivitas perkemahan. Interaksi dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah dapat menjadi ruang pembelajaran mengenai keberagaman, kepemimpinan, kemandirian, hingga kemampuan bekerja sama.

“Kalian adalah wajah Banyuasin di tingkat nasional. Tunjukkan karakter pemuda yang tangguh, disiplin, dan ramah. Di Cibubur nanti, bukan cuma keterampilan perkemahan yang dinilai, tapi bagaimana kalian menginspirasi Nusantara lewat budaya dan kesantunan Banyuasin,” ujarnya.

Baca juga  Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Peringati Isra Mi’raj dengan Lomba Meriah di Pangkalan Benteng

Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen secara simbolis dari Sekda Banyuasin kepada pimpinan kontingen. Prosesi tersebut disaksikan jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyuasin serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Sorak semangat, tepuk tangan, dan yel-yel mengiringi prosesi pelepasan sebelum rombongan menuju Jakarta.

Jamnas XII 2026 dan Agenda Besar Pendidikan Karakter

Jamnas XII memiliki konteks yang lebih luas dibanding sekadar pertemuan anggota Pramuka. Kwartir Nasional menyebut kegiatan ini sebagai pertemuan besar Pramuka Penggalang yang diselenggarakan setiap lima tahun.

Untuk 2026, Jamnas mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan diarahkan untuk bersentuhan dengan persoalan strategis bangsa, termasuk ketahanan pangan dan kemandirian generasi muda.

Kwarnas juga menjelaskan bahwa unsur bulir padi pada logo Jamnas XII menjadi simbol ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Pesan tersebut kemudian dipadukan dengan semangat kreativitas, keterampilan, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Konteks tersebut relevan dengan agenda pembangunan nasional. RPJMN 2025–2029 merupakan tahap awal pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, dengan salah satu perhatian penting berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah menempatkan periode lima tahun tersebut sebagai fondasi transformasi menuju visi pembangunan jangka panjang 2025–2045.

Bappenas pada 2026 juga menempatkan penguatan karakter dan jati diri bangsa sebagai bagian penting dari pembangunan manusia. Peta jalan penguatan karakter yang sedang disusun pemerintah diarahkan untuk memperkuat nilai, etika, dan mentalitas masyarakat sebagai fondasi pembangunan nasional.

Bukan Sekadar Berkemah, Ada Ruang Belajar dan Kepemimpinan

Dari perspektif pendidikan nonformal, kegiatan seperti Jamnas memberikan ruang pembelajaran yang berbeda dengan proses belajar di kelas. Peserta dituntut beradaptasi dengan lingkungan, mengatur aktivitas, bekerja dalam kelompok, mematuhi aturan, dan mengambil keputusan dalam situasi yang dinamis.

Baca juga  Banyuasin Matangkan Persiapan APKASI Otonomi Expo 2026, Bidik Investasi hingga Perluas Pasar UMKM

Karena itu, pesan Sekda Banyuasin mengenai ketangguhan, kedisiplinan, keramahan, dan kemampuan membawa budaya daerah memiliki relevansi dengan tujuan pembentukan karakter generasi muda.

Kwarnas sendiri menyebut Jamnas XII sebagai semacam laboratorium pembelajaran bagi peserta untuk mengasah kreativitas dan inovasi. Organisasi tersebut juga menempatkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal bagi generasi muda

Secara nasional, skala Gerakan Pramuka juga cukup besar. Kwarnas mencatat terdapat 35 Kwartir Daerah, 514 Kwartir Cabang, 5.277 Kwartir Ranting, dan 239.877 Gugus Depan. Besarnya jaringan tersebut membuat kegiatan nasional seperti Jamnas menjadi ruang pertemuan antargenerasi muda dari latar wilayah yang berbeda

Ketahanan Pangan Menjadi Pesan Strategis

Pemilihan tema swasembada pangan pada Jamnas XII juga memberikan dimensi baru bagi kegiatan kepramukaan. Anak muda tidak hanya diperkenalkan dengan keterampilan kepramukaan, tetapi juga diarahkan memahami isu yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Hal tersebut penting bagi daerah seperti Banyuasin yang memiliki basis pertanian dan sumber daya alam yang kuat. Pengalaman peserta di tingkat nasional dapat menjadi modal sosial untuk mengenalkan potensi daerah sekaligus memperluas wawasan mengenai tantangan pangan Indonesia.

Namun, dampaknya akan lebih kuat apabila pengalaman peserta setelah kembali ke Banyuasin dapat diteruskan dalam kegiatan sekolah, gugus depan, maupun kegiatan sosial di masyarakat. Dengan begitu, manfaat Jamnas tidak berhenti pada peserta yang berangkat ke Cibubur. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here