
OKU TIMUR, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten OKU Timur menerima dukungan sarana dan prasarana pertanian melalui Kementerian Pertanian untuk membantu petani menghadapi kondisi cuaca yang semakin kering dan keterbatasan air. Bantuan tersebut diserahkan di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Rabu (2/9/2026).
Dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Pemerintah Kabupaten OKU Timur. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengarahkan bantuan sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Untuk memperkuat ketersediaan air, bantuan yang diberikan mencakup 223 unit pompa air, 55 unit irigasi perpompaan, 22 unit sumur bor dangkal dan dalam, serta 40 unit perbaikan irigasi tersier.
Sementara untuk mendukung proses pertanian mulai dari pengolahan lahan hingga panen, pemerintah memberikan 30 unit traktor roda 2, 32 unit traktor roda 4, 7 unit rotavator, 15 unit rice transplanter, 20 unit combine harvester, dan 5 unit power thresher.
Selain alat dan mesin pertanian, bantuan juga mencakup benih padi, benih jagung, serta pupuk organik cair. Sejumlah sarana pertanian yang disalurkan tersebut juga merupakan hasil karya anak bangsa.
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta seluruh pihak yang turut memperkuat sektor pertanian di daerah tersebut.
Menurut Lanosin, kondisi El Nino perlu diantisipasi karena peningkatan panas dan keterbatasan air dapat memberikan tekanan terhadap aktivitas pertanian. Karena itu, keberadaan sarana dan prasarana pendukung dinilai penting untuk membantu petani mempertahankan kegiatan produksi.
“Kalau air tidak tersedia, petani akan kesulitan. Karena itu, bantuan ini kita arahkan untuk menjawab kebutuhan yang memang dihadapi petani di lapangan,” ujar Lanosin saat penyerahan bantuan di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur.
Ia menegaskan, bantuan tersebut harus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi pertanian. Pengelolaannya juga perlu dilakukan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan kelompok tani dan masyarakat.
“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan alat. Ini bagian dari upaya kita untuk membantu petani tetap bisa berproduksi dalam kondisi yang tidak mudah,” katanya.
Selain penguatan sarana pertanian, pemerintah daerah juga mendorong pengelolaan sumber air menjadi perhatian bersama. Pengembangan sumur bor menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian, khususnya ketika ketersediaan sumber air permukaan mengalami penurunan.
Di sisi lain, penggunaan mekanisasi pertanian terus didorong untuk membantu petani bekerja lebih efektif dan efisien. Namun, Lanosin mengingatkan agar modernisasi pertanian tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat sehingga pemanfaatan teknologi dapat berjalan seimbang dengan keterlibatan tenaga kerja di sektor pertanian.
Kelompok wanita tani juga didorong mengambil peran melalui kegiatan produktif dan pengembangan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha bagi keluarga petani.
“Yang kita pikirkan bukan hanya bagaimana pertanian tetap berjalan, tetapi bagaimana petani tetap mendapatkan manfaat dan penghasilan dari pertanian,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Niswaturrohmah, STP., M.E.P., mengatakan kondisi cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi produksi pertanian apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Karena itu, Dinas Pertanian bersama para penyuluh terus mendorong sejumlah langkah adaptasi, antara lain melalui percepatan tanam, penyediaan benih, pupuk organik cair, serta dukungan sarana dan mesin pertanian.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan membantu petani menghadapi keterbatasan air sekaligus menjaga proses budidaya tetap berjalan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga panen.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Pemerintah Kabupaten OKU Timur, bantuan sarana dan prasarana pertanian tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian di OKU Timur. (Agus)

















