Beranda Palembang Dosen UPGRI Palembang Treny Hera Raih Dua Penghargaan Akademik Internasional di AICoMS...

Dosen UPGRI Palembang Treny Hera Raih Dua Penghargaan Akademik Internasional di AICoMS 3

17
0
1. Dr. Treny Hera, S.Pd., M.Sn., dosen Bidang Pendidikan Seni FKIP Universitas PGRI Palembang, meraih dua penghargaan akademik dalam AICoMS 3 di Surabaya, 18–20 September 2026. (Foto: Poerba/cimutnews)

PALembang, cimutnews.co.id – Dosen Bidang Pendidikan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP), Dr. Treny Hera, S.Pd., M.Sn., meraih dua penghargaan akademik dalam The 3rd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies (AICoMS 3) yang berlangsung di Surabaya, 18–20 September 2026.

Dua penghargaan tersebut diberikan atas capaian Skor SINTA Overall 15 Tertinggi dan H-Indeks Google Scholar 15 Tertinggi. Prestasi ini menjadi pencapaian akademik bagi UPGRI Palembang sekaligus menunjukkan kontribusi dosen dalam pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, dan pendidikan seni di tingkat internasional.

Raih Dua Penghargaan Berdasarkan Rekam Jejak Akademik

Penghargaan yang diterima Dr. Treny Hera didasarkan pada penelusuran dan verifikasi data akademik melalui dua platform, yakni Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta Google Scholar.

SINTA merupakan sistem informasi yang digunakan untuk mengukur dan memantau kinerja publikasi serta aktivitas akademik peneliti dan institusi di Indonesia. Sementara itu, Google Scholar menyediakan indeks publikasi ilmiah dan metrik sitasi yang dapat digunakan untuk melihat keterjangkauan serta pengaruh karya ilmiah seorang akademisi.

Capaian Skor SINTA Overall dan H-Indeks Google Scholar tersebut mencerminkan dua aspek berbeda dalam rekam jejak akademik. SINTA menghimpun berbagai indikator kinerja ilmiah, sedangkan H-Indeks mengukur produktivitas publikasi yang disertai tingkat sitasi karya ilmiah.

Meski demikian, kedua indikator tersebut merupakan instrumen pengukuran akademik dan tidak sepenuhnya menggambarkan keseluruhan kualitas pengajaran, penelitian, maupun kontribusi seorang dosen terhadap masyarakat.

Aktif Mengembangkan Pendidikan Seni dan Kearifan Lokal

Prestasi Dr. Treny Hera tidak terlepas dari kiprahnya dalam bidang pendidikan dan seni, khususnya pengembangan Pendidikan Seni Pertunjukan, seni budaya, penelitian, publikasi ilmiah, serta penguatan keilmuan berbasis kearifan lokal.

Baca juga  Terungkap! Ribuan Petugas Disiapkan, Namun Akurasi Data Ekonomi Masih Menjadi Pertanyaan

Bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan seni tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan kreativitas, tetapi juga berperan dalam memperkenalkan identitas budaya, membangun apresiasi terhadap keberagaman, serta mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi muda.

Dalam konteks perguruan tinggi, pengembangan penelitian seni berbasis kearifan lokal juga membuka ruang bagi dokumentasi, kajian, dan inovasi terhadap tradisi budaya daerah. Hasil penelitian yang dipublikasikan secara ilmiah berpotensi memperluas jangkauan pengetahuan lokal ke komunitas akademik yang lebih luas.

Keterlibatan dosen dalam penelitian dan forum ilmiah internasional menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan kekayaan budaya Indonesia dengan perspektif keilmuan global.

Tampil sebagai Presenter di Konferensi Internasional AICoMS 3

Selain menerima dua penghargaan, Dr. Treny Hera juga hadir sebagai presenter dalam AICoMS 3. Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Embedding the SDGs into Culture, Language, Literature, Communication, Arts, and Design for a Digital Age”.

Tema tersebut menyoroti integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam berbagai bidang keilmuan, mulai dari budaya, bahasa, sastra, komunikasi, seni hingga desain, dengan mempertimbangkan perkembangan era digital.

Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, praktisi seni, dan berbagai pemangku kepentingan dari beragam disiplin ilmu. Pertemuan tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan, penyampaian hasil penelitian, serta pembahasan tantangan dan peluang pengembangan ilmu pengetahuan.

Bagi bidang pendidikan seni, tema konferensi tersebut relevan dengan tantangan menjaga keberlanjutan budaya di tengah transformasi digital. Teknologi membuka peluang baru dalam dokumentasi, pembelajaran, penyebarluasan karya seni, dan pengenalan warisan budaya kepada masyarakat lintas wilayah.

Namun, pemanfaatan teknologi juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap autentisitas, perlindungan kekayaan intelektual, dan keterlibatan komunitas pemilik tradisi agar digitalisasi tidak menghilangkan nilai serta konteks budaya yang diwariskan.

Baca juga  Komandan Kodim 0418/Palembang Tinjau Pelaksanaan TMMD Ke-123 di Desa Talang Kepuh

Penghargaan Akademik dan Tantangan Pengembangan Riset

Perolehan dua penghargaan akademik oleh dosen UPGRI Palembang ini dapat dilihat dalam konteks semakin pentingnya produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Rekam jejak publikasi, sitasi, serta partisipasi dalam konferensi menjadi bagian dari ekosistem akademik yang mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas institusi.

Di sisi lain, capaian indeks akademik perlu berjalan beriringan dengan mutu penelitian, relevansi hasil kajian, serta manfaat nyata bagi pendidikan dan masyarakat. Dalam bidang seni dan budaya, keberhasilan penelitian juga dapat dinilai dari kontribusinya terhadap dokumentasi tradisi, pengembangan metode pembelajaran, dan keberlanjutan ekspresi budaya lokal.

Keterlibatan akademisi Indonesia dalam konferensi internasional turut membuka kesempatan untuk memperkenalkan hasil penelitian daerah kepada khalayak global. Hal ini menjadi penting terutama bagi kajian seni dan budaya lokal yang memiliki kekayaan pengetahuan, tetapi membutuhkan dokumentasi dan publikasi yang berkelanjutan.

Memperkuat Kontribusi Perguruan Tinggi di Tingkat Internasional

Dua penghargaan yang diraih Dr. Treny Hera dalam AICoMS 3 menambah catatan prestasi akademik Universitas PGRI Palembang. Keikutsertaannya sebagai presenter sekaligus penerima penghargaan memperlihatkan keterlibatan dosen dalam forum ilmiah yang menghubungkan penelitian, pendidikan, seni, dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Ke depan, penguatan kolaborasi penelitian, peningkatan kualitas publikasi, serta pengembangan pendidikan seni berbasis kearifan lokal menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk memperluas kontribusi akademiknya.

Capaian ini juga menjadi pengingat bahwa prestasi akademik tidak hanya diukur melalui penghargaan dan indeks publikasi, tetapi juga melalui keberlanjutan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan manfaatnya bagi masyarakat. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here