
MANGGARAI BARAT, cimutnews.co.id — Bantuan gempa Flores senilai Rp119,7 juta mulai disalurkan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Program Kemnaker Peduli kepada warga terdampak di sejumlah kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Penyaluran tahap pertama mencakup 250 paket sembako, 250 amplop santunan tunai, dan 20 unit terpal.
Bantuan tersebut didistribusikan mulai Rabu (9/9/2026), dengan Kabupaten Manggarai Barat menjadi titik awal penyaluran. Selain Manggarai Barat, bantuan diarahkan ke Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Nagekeo, serta sejumlah wilayah terdampak lainnya.
Kemnaker Salurkan Bantuan Bertahap ke Wilayah Terdampak
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian Kemnaker bersama mitra kerja terhadap masyarakat yang menghadapi dampak gempa.
Menurut Sukro, bantuan tidak hanya berhenti di satu kabupaten. Tim Kemnaker Peduli melakukan distribusi secara bertahap dengan mempertimbangkan wilayah yang membutuhkan dukungan.
“Kami akan menyalurkan bantuan dari Kemnaker Peduli untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, hingga Nagekeo,” ujar Sukro saat meninjau penyaluran di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu (9/9/2026).
Pada tahap awal di Manggarai Barat, sebanyak 60 paket sembako beserta santunan tunai diserahkan dalam dua sesi, yakni pagi dan sore.
Sementara itu, pada siang hari, relawan Kemnaker Peduli dilepas untuk membawa 80 paket sembako dan santunan tunai ke Kabupaten Nagekeo.
Distribusi Berikutnya Menjangkau Reo, Lembor, dan Mbeliling
Distribusi kemudian direncanakan berlanjut ke beberapa wilayah lain. Sebanyak 110 paket akan diarahkan ke Reo, Lembor, dan Mbeliling.
Dengan demikian, keseluruhan bantuan tahap pertama mencapai:
- 250 paket sembako;
- 250 amplop santunan;
- 20 unit terpal;
- total nilai bantuan Rp119.700.000.
Skema tersebut menunjukkan bahwa bantuan dirancang bukan hanya dalam bentuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga dukungan tunai dan perlengkapan yang dapat digunakan masyarakat dalam kondisi pascabencana.
Dukungan Mitra Tambah Kekuatan Bantuan
Program Kemnaker Peduli juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra. Perum Jasa Tirta memberikan dukungan senilai Rp18 juta, sedangkan Forum Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja atau LA-LPK turut menyumbangkan 20 unit terpal.
Terpal tersebut selanjutnya disalurkan ke Manggarai Timur, Nagekeo, dan Reo.
Keterlibatan mitra menjadi penting dalam situasi bencana karena kebutuhan masyarakat biasanya tidak berhenti pada bahan pangan. Tempat berlindung sementara, bantuan tunai, serta kebutuhan rumah tangga juga menjadi bagian dari pemulihan awal.
Gempa Masih Tercatat di Kawasan Flores
Penyaluran bantuan berlangsung ketika aktivitas gempa masih tercatat di sejumlah kawasan Flores.
Data BMKG mencatat gempa magnitudo 5,2 pada 8 September 2026 pukul 11.40 WIB, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut dirasakan pada intensitas III-IV MMI di Kabupaten Manggarai serta III MMI di Manggarai Barat, Nagekeo dan Ngada. BMKG menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami.
Aktivitas kegempaan kemudian masih tercatat pada 9 September. BMKG mencatat gempa magnitudo 4,8 pada pukul 04.42 WIB dengan pusat di laut sekitar 45 kilometer utara Ruteng, Manggarai, dan gempa magnitudo 4,2 pada pukul 17.21 WIB sekitar 52 kilometer utara Ruteng.
Data tersebut memberikan konteks penting bagi penyaluran bantuan. Masyarakat di wilayah terdampak tidak hanya menghadapi kebutuhan pemulihan akibat guncangan sebelumnya, tetapi juga perlu tetap memperhatikan potensi gempa susulan.
Bantuan Awal Harus Diikuti Pemulihan Berkelanjutan
Secara jangka pendek, sembako dan santunan tunai memiliki fungsi langsung untuk menjaga kebutuhan dasar keluarga terdampak. Terpal juga menjadi bantuan praktis ketika sebagian warga membutuhkan ruang perlindungan sementara atau perlengkapan tambahan setelah terjadi kerusakan.
Namun, kebutuhan pascabencana tidak berhenti setelah distribusi bantuan pertama selesai. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu memastikan proses berikutnya mencakup pendataan kerusakan, pemulihan tempat tinggal, akses layanan dasar, serta keberlanjutan mata pencaharian warga.
Dalam konteks Flores, koordinasi lintas wilayah juga menjadi faktor penting. Bantuan yang menjangkau Manggarai Barat hingga Nagekeo menunjukkan bahwa respons bencana membutuhkan distribusi yang terorganisasi agar bantuan tidak terkonsentrasi hanya pada satu lokasi.
Nilai penting bantuan bukan hanya pada jumlahnya
Hal yang menarik dari Program Kemnaker Peduli adalah pola kolaborasinya. Nilai bantuan Rp119,7 juta menjadi lebih bermakna ketika dikombinasikan dengan dukungan mitra dan relawan yang bergerak langsung ke beberapa kabupaten.
Pola tersebut menunjukkan bahwa respons pascabencana dapat diperkuat melalui jejaring kelembagaan. Pemerintah menyediakan koordinasi, sementara mitra dan relawan dapat memperluas jangkauan distribusi hingga wilayah yang membutuhkan.
Bagi masyarakat, kesinambungan dukungan akan lebih menentukan dibandingkan satu kali distribusi. Karena itu, harapan agar bantuan terus berlanjut perlu diikuti pemetaan kebutuhan yang akurat di setiap wilayah terdampak.
Kemnaker Dorong Bantuan Terus Berlanjut
Sukro berharap dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores dapat terus diperluas. Penyaluran selanjutnya diarahkan ke Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Nagekeo, dan daerah terdampak lainnya.
Di tengah masih munculnya aktivitas gempa di kawasan Flores, bantuan tahap pertama menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih panjang. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara tepat dan berkelanjutan. (Timred/CN)

















