Beranda Pagar Alam Bendera Merah Putih 2.026 Meter Akan Dibentangkan di Gunung Dempo, Pemkot Pagar...

Bendera Merah Putih 2.026 Meter Akan Dibentangkan di Gunung Dempo, Pemkot Pagar Alam Siapkan Kolaborasi

2
0
1. Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha memimpin rapat koordinasi persiapan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter di Gunung Dempo. (Foto: Hafis/cimutnews)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota Pagar Alam menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter di kawasan puncak Gunung Dempo pada 17 Agustus 2026. Agenda tersebut disiapkan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dukungan itu disampaikan Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, saat memimpin rapat koordinasi persiapan bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Team Bentang Merah Putih dan Brigade di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Selasa (4/8/2026).

Rencana tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Pembentangan ribuan meter kain Merah Putih di kawasan pegunungan membutuhkan koordinasi lintas pihak, terutama menyangkut keselamatan peserta, kondisi medan, cuaca serta aktivitas pendaki pada hari pelaksanaan.

Pemkot Pagar Alam Pastikan Dukungan untuk Bentang Merah Putih

Dalam rapat koordinasi tersebut, Hj. Bertha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sejak awal ikut menginisiasi dan mempersiapkan agenda tersebut.

Menurut dia, keterlibatan Team Bentang Merah Putih dan Brigade menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi karena kegiatan akan melibatkan pendaki, relawan, komunitas pecinta alam hingga masyarakat umum.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Pagar Alam mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada tim yang telah membantu mengoordinasikan kegiatan ini. Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat, antusiasme seluruh pihak sangat tinggi,” ujar Hj. Bertha.

Pemerintah kota selanjutnya akan berkoordinasi dengan unsur terkait agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana sekaligus memperhatikan kondisi kawasan Gunung Dempo.

Target 2.026 Meter pada Momentum HUT ke-81 RI

Angka 2.026 meter pada panjang bendera menjadi bagian yang menonjol dari rencana tersebut. Angka itu merujuk pada tahun pelaksanaan kegiatan, yakni 2026.

Baca juga  Perkuat Iman dan Integritas, Polres Pagaralam Gelar Tausyiah Bersama Ustadz Supiyan Hadi

Pemerintah pusat sendiri telah menetapkan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut menjadi identitas resmi peringatan kemerdekaan tahun ini dan telah disosialisasikan kepada pemerintah daerah serta berbagai pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan.

Dengan demikian, pembentangan Bendera Merah Putih di Gunung Dempo dapat menjadi salah satu bentuk partisipasi daerah dalam menerjemahkan semangat peringatan kemerdekaan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Gunung Dempo Bukan Sekadar Lokasi Seremonial

Namun, ada satu aspek yang tidak bisa dilepaskan dari rencana kegiatan tersebut: karakter Gunung Dempo sebagai gunung api aktif.

Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi pada 10 Juli 2025, Gunungapi Dempo merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 3.173 meter di atas permukaan laut dan berada di wilayah Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang serta Kota Pagar Alam. Saat itu tingkat aktivitasnya berada pada Level II atau Waspada.

Badan Geologi juga mencatat bahwa karakter erupsi Gunung Dempo didominasi erupsi freatik yang dapat berlangsung tiba-tiba. Karena itu, masyarakat, wisatawan dan pendaki diminta memperhatikan rekomendasi resmi terkait kawasan yang harus dihindari di sekitar kawah.

Catatan tersebut menjadi penting karena rencana pembentangan bendera berada di kawasan puncak, yang secara geografis memiliki kondisi berbeda dibandingkan kegiatan perayaan kemerdekaan di kawasan perkotaan.

Cuaca dan Keselamatan Peserta Jadi Faktor Penting

Selain aktivitas vulkanik, faktor cuaca juga perlu menjadi perhatian panitia.

Prakiraan BMKG untuk kawasan Gunung Dempo menunjukkan bahwa kondisi cuaca pegunungan dapat berubah, dengan kelembapan tinggi dan kemungkinan hujan. Kondisi seperti kabut, jarak pandang terbatas dan hujan dapat memengaruhi mobilitas peserta serta proses pembentangan bendera berukuran sangat panjang.

Baca juga  Bupati Asgianto Terima Gelar Adat “Mak Raje Kebon Undang”, Simbol Penghormatan dan Persaudaraan Masyarakat Tanah Abang

Karena itu, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata ditentukan oleh panjang bendera. Kesiapan jalur, komunikasi antartim, pengaturan peserta, perlengkapan keselamatan serta keputusan teknis berdasarkan kondisi aktual di lapangan akan menjadi bagian penting dari pelaksanaan.

Terlebih, pembentangan bendera sepanjang 2.026 meter di medan pegunungan membutuhkan ruang, tenaga manusia dan koordinasi yang jauh lebih kompleks dibandingkan pembentangan bendera dalam kegiatan upacara biasa.

Rencana Pemecahan Rekor Masih Membutuhkan Pembuktian

Dari sisi jurnalistik, istilah “pemecahan rekor” juga perlu ditempatkan secara hati-hati.

Bahan yang diterima CimutNews menyebut kegiatan tersebut sebagai rencana pemecahan rekor pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter. Namun, belum terdapat keterangan mengenai rekor sebelumnya, lembaga pencatat rekor, mekanisme pengukuran maupun bentuk sertifikasi yang akan digunakan untuk mengesahkan klaim tersebut.

Artinya, untuk saat ini posisi yang paling aman adalah menyebutnya sebagai rencana pemecahan rekor, bukan menyatakan bahwa rekor tersebut sudah pasti tercatat.

Kejelasan mengenai aspek tersebut justru penting agar kegiatan memiliki dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika target rekor memang menjadi bagian utama agenda, panjang bendera, metode pengukuran, jumlah peserta, lokasi pembentangan dan dokumentasi pelaksanaan nantinya perlu dicatat secara transparan.

Rekor Bukan Satu-satunya Nilai Berita

Ada nilai lain yang tidak kalah penting dari sekadar angka 2.026 meter.

Gunung Dempo merupakan salah satu ikon geografis Pagar Alam. Ketika ruang tersebut digunakan sebagai panggung perayaan kemerdekaan, kegiatan ini berpotensi memperkuat citra Pagar Alam sebagai daerah yang memiliki daya tarik alam sekaligus aktivitas komunitas yang kuat.

Namun, promosi wisata berbasis kegiatan massal di kawasan alam harus berjalan beriringan dengan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Semakin besar jumlah peserta, semakin besar pula kebutuhan terhadap pengaturan sampah, jalur pendakian, titik evakuasi dan komunikasi darurat.

Baca juga  Terungkap! Pasar Baru untuk Kopi Pagar Alam Dibahas, Namun Tantangan Petani Masih Menjadi Pertanyaan

Dengan kata lain, keberhasilan kegiatan nantinya tidak hanya diukur dari apakah Bendera Merah Putih berhasil terbentang sepanjang 2.026 meter. Ukuran keberhasilan yang lebih luas adalah apakah kegiatan tersebut mampu berlangsung aman, tertib, terdokumentasi dan tetap menghormati karakter Gunung Dempo sebagai kawasan alam dan gunung api aktif.

17 Agustus 2026 Menjadi Titik Pelaksanaan

Rencana pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan disebut terbuka bagi pendaki, relawan, komunitas pecinta alam dan masyarakat umum. Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, koordinasi teknis menjadi pekerjaan utama yang harus dituntaskan oleh seluruh pihak.

Bagi Pagar Alam, agenda tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperlihatkan semangat gotong royong masyarakat di salah satu lanskap paling ikonik Sumatera Selatan. Tetapi di balik simbol Merah Putih yang akan dibentangkan, keselamatan manusia dan kepatuhan terhadap rekomendasi kebencanaan tetap harus menjadi prioritas.

Jika seluruh persiapan berjalan matang, 2.026 meter Merah Putih di Gunung Dempo bukan hanya akan menjadi visual perayaan kemerdekaan, tetapi juga simbol kolaborasi masyarakat Pagar Alam dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here