Beranda Nusantara Dedikasi ASN Diapresiasi, Namun Kualitas Pelayanan Publik Masih Menjadi Pertanyaan

Dedikasi ASN Diapresiasi, Namun Kualitas Pelayanan Publik Masih Menjadi Pertanyaan

19
0
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan penghormatan kepada ASN yang memasuki masa purna tugas saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026). (Foto: Siti/CimutNews)

KOTA BANDUNG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota Bandung memberikan penghormatan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas dalam Apel Mulai Bekerja yang dirangkaikan dengan Pelepasan Purna Tugas ASN di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni perpisahan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan para purnabakti sebagai teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun di balik apresiasi terhadap puluhan tahun pengabdian para ASN, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian publik. Apakah semangat pengabdian yang diwariskan para pegawai senior mampu diteruskan menjadi pelayanan publik yang semakin cepat, profesional, dan benar-benar dirasakan masyarakat?

Farhan menegaskan, para ASN yang memasuki masa pensiun telah membuktikan dedikasi mereka tanpa harus mencari popularitas ataupun pengakuan pribadi.

“Mari kita meneladani para ASN yang hari ini memasuki masa purna bakti. Selama puluhan tahun mereka tidak pernah menonjolkan diri, tetapi menjadi bagian dari sebuah tim yang bekerja untuk masyarakat,” ujar Farhan.

Menurutnya, seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) bukan sekadar identitas pegawai pemerintah, melainkan simbol komitmen untuk bekerja secara profesional, berintegritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ia menilai, ASN seharusnya membangun budaya kerja kolektif, bukan berlomba membangun citra pribadi.

“Tahun 2026 bukan waktunya menunjukkan siapa yang paling menonjol, tetapi bagaimana seluruh ASN mampu bekerja sebagai satu tim,” pesannya.

Farhan juga menegaskan bahwa program-program yang dinilai baik dari pemerintahan sebelumnya perlu dilanjutkan demi kepentingan masyarakat.

Ia mengaku tidak ingin membangun budaya birokrasi yang sibuk mengganti program hanya demi menunjukkan identitas kepemimpinan baru.

“Saya menghindari menyalahkan pemimpin sebelumnya. Program-program yang baik harus kita teruskan karena yang paling penting adalah manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga  Harga Kebutuhan Pokok Jawa Barat Turun Usai Idulfitri 2026, Cabai dan Daging Terkoreksi Tajam

Pesan tersebut datang di tengah tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik yang terus berkembang.

Berbagai inovasi pelayanan memang terus dilakukan di sejumlah perangkat daerah. Namun fakta di lapangan menunjukkan, masyarakat masih berharap proses administrasi pemerintahan semakin sederhana, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Sejumlah warga di Bandung pada berbagai kesempatan mengaku pelayanan pemerintah sudah mengalami perbaikan dibanding beberapa tahun lalu. Meski demikian, mereka berharap kecepatan penyelesaian administrasi, kemudahan akses layanan digital, hingga respons terhadap pengaduan masyarakat terus ditingkatkan agar manfaat reformasi birokrasi benar-benar dirasakan secara merata.

Di sisi lain, regenerasi ASN juga menjadi tantangan tersendiri. Pensiunnya pegawai berpengalaman berarti pemerintah harus memastikan transfer pengetahuan kepada generasi ASN berikutnya berjalan optimal sehingga kualitas pelayanan tidak mengalami penurunan.

Pengabdian Bukan Sekadar Masa Kerja

Farhan mengingatkan bahwa setiap tugas ASN sejatinya merupakan bentuk ibadah dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Menurutnya, orientasi utama birokrasi bukan mengejar pencapaian individu, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang profesional.

“Apa yang kita lakukan untuk Kota Bandung adalah ibadah. Mari bekerja dengan tulus, menjaga integritas, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Di akhir amanatnya, Farhan menyampaikan penghargaan kepada seluruh ASN yang telah menyelesaikan masa pengabdian mereka.

Ia berharap pengalaman dan dedikasi para purnabakti dapat menjadi inspirasi bagi ASN yang kini melanjutkan estafet pelayanan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Tantangan ke Depan

Penghormatan kepada ASN purnabakti merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian puluhan tahun bagi pemerintahan dan masyarakat.

Namun regenerasi birokrasi tidak hanya berbicara mengenai pergantian personel, melainkan juga keberlanjutan budaya kerja, integritas, serta kualitas pelayanan publik yang menjadi harapan masyarakat.

Baca juga  Terungkap, Bantuan Sosial Sudah Menjangkau Jutaan Warga, Tapi Kemiskinan Garut Masih Menjadi Tantangan

Hingga kini, belum semua tantangan pelayanan publik dapat diselesaikan sepenuhnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah semangat pengabdian yang diwariskan para ASN senior akan mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang semakin cepat, adaptif, dan benar-benar dirasakan seluruh warga Kota Bandung pada tahun-tahun mendatang? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here