Beranda OKI Mandira Dialog Dibuka Pascainsiden PT Buluh Cawang, Warga Tebing Suluh Pertanyakan Tanggung Jawab...

Dialog Dibuka Pascainsiden PT Buluh Cawang, Warga Tebing Suluh Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan

5
0
Kapolres OKI bersama Camat Lempuing dan tokoh masyarakat berdialog dengan warga Desa Tebing Suluh pascainsiden di area PT Buluh Cawang Plantation (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Pascainsiden yang terjadi di area PT Buluh Cawang Plantation, Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Kepolisian Resor OKI turun langsung menemui warga Desa Tebing Suluh pada Rabu (24/6). Langkah ini dilakukan untuk meredakan situasi sekaligus membuka ruang dialog atas berbagai persoalan yang berkembang setelah peristiwa tersebut.

Namun, pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam di Masjid Nurul Yaqin itu tidak hanya membahas penanganan korban. Sejumlah persoalan lama yang selama ini dirasakan masyarakat ikut mencuat ke permukaan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah insiden tersebut hanya menjadi persoalan hukum semata, atau justru membuka kembali berbagai persoalan hubungan antara masyarakat dan perusahaan yang selama ini belum sepenuhnya terselesaikan?

Dalam dialog tersebut hadir Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, Camat Lempuing Jamhari Ilyas, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

Korban Jadi Prioritas, Warga Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Perwakilan masyarakat, Mat Arif, Aprikal, dan Deni, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan.

Mereka meminta agar perusahaan bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan korban serta memberikan santunan kepada keluarga yang terdampak akibat insiden tersebut.

Selain itu, warga juga berharap proses penyelesaian berjalan secara terbuka sehingga tidak memunculkan spekulasi maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan kehadiran pemerintah dan kepolisian merupakan bentuk komitmen negara untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“Kami hadir di Desa Tebing Suluh untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa tersebut terjadi hingga menimbulkan korban.

Baca juga  All Out Tangani Karhutla, OKI Tambah Posko Siaga

“Yang menjadi fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan, dan situasi tetap kondusif,” katanya.

Kapolres juga memastikan korban telah memperoleh perawatan medis dan akan terus mendapatkan pendampingan selama proses pemulihan berlangsung.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan Persoalan Tak Hanya Soal Insiden

Meski dialog difokuskan pada penanganan pascakejadian, namun fakta di lapangan menunjukkan aspirasi warga jauh lebih luas dibanding sekadar penyelesaian perkara.

Sejumlah warga mengaku kesempatan bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah mereka masih dinilai terbatas.

Persoalan tersebut kembali mengemuka dalam dialog bersama pemerintah dan aparat.

Bagi masyarakat, keberadaan perusahaan di sekitar desa diharapkan tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata berupa kesempatan kerja bagi warga lokal.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang berharap hubungan antara perusahaan dan lingkungan sekitar dapat dibangun melalui komunikasi yang lebih intensif agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Pemerintah Kecamatan Janji Fasilitasi Komunikasi

Camat Lempuing Jamhari Ilyas mengatakan pemerintah kecamatan akan terus menjadi penghubung antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diteruskan melalui mekanisme yang berlaku.

“Pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menjembatani komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada,” ujar Jamhari.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah dan kepolisian juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga situasi tetap kondusif.

Aparat menegaskan setiap bentuk perusakan maupun tindakan yang mengakibatkan korban jiwa tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dialog Dinilai Menjadi Langkah Awal

Baca juga  Tak Korperatif, Bawaslu OKI Minta Kades Edi Karso Penuhi Panggilan

Pertemuan akhirnya ditutup dengan doa bersama sebelum warga membubarkan diri secara tertib.

Meski demikian, dialog tersebut dinilai baru menjadi langkah awal dalam meredakan ketegangan.

Hingga kini, belum semua harapan masyarakat mengenai penyelesaian persoalan maupun hubungan antara perusahaan dan warga memperoleh jawaban secara rinci.

Bagaimana tindak lanjut terhadap tuntutan warga, termasuk soal tanggung jawab perusahaan dan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, masih menjadi perhatian berbagai pihak dalam waktu mendatang.

(Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here