
OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali mendapat kabar membanggakan.Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan, seorang putra daerah kembali menorehkan prestasi yang mengundang rasa bangga sekaligus haru. Ia adalah Dr. H. Ahmad Bermawi, S.Pd., M.Pd, sosok yang selama ini dikenal aktif mendampingi madrasah di Sumatera Selatan.
Namun di balik gelar doktor yang kini melekat di depan namanya, tersimpan perjalanan panjang yang tidak banyak diketahui publik.
Ahmad Bermawi resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung A Pascasarjana. (22/6/2026)
Disertasi yang diangkat berjudul “Evaluasi Program Madrasah Education Quality Reform pada Kementerian Agama di Sumatera Selatan”, sebuah penelitian yang berangkat dari pengalamannya bertahun-tahun mengawal peningkatan mutu pendidikan madrasah. Dengan Promotor: Prof. Dr. Ahmad Zainuri, M.Pd.I. dan Co-Promotor: Prof. Dr. Muhammad Isnaini, S.Ag., M.Pd. sedangkan Penguji: 1. Prof. Dr. Amilda, M.A. 2. Prof. Dr. Abdurrahmansyah, M.Ag. 3. Dr. Hartatiana, M.Pd. 4. Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd.
Prestasi Nasional yang Mengantarkan Namanya Dikenal
Bagi kalangan pendidikan madrasah, nama Ahmad Bermawi bukanlah sosok baru.
Pada tahun 2025 lalu, ia menerima Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia kategori Tendik Inovatif – Pengawas Madrasah Berprestasi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI saat puncak peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama.
Penghargaan nasional itu menjadi bukti bahwa kiprah yang selama ini dilakukan bukan sekadar pekerjaan administratif.
Berdasarkan penelusuran CimutNews.co.id, Ahmad Bermawi dikenal sebagai pengawas yang cukup sering turun langsung ke lapangan. Ia aktif berdiskusi dengan guru, membantu penyusunan program sekolah, hingga melakukan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing madrasah.
Mimpi yang Sempat Tertunda
Meski dikenal berprestasi, perjalanan akademik menuju gelar doktor ternyata tidak berjalan mulus.
Dalam wawancara bersama CimutNews.co.id, Ahmad Bermawi mengaku proses penyelesaian studi doktoral sempat mengalami beberapa kali penundaan.
Kesibukannya sebagai pengawas madrasah membuat waktu untuk menyelesaikan penelitian sering kali harus berbagi dengan tugas pelayanan pendidikan.
“Hampir setiap hari saya berada di lapangan. Kadang harus mendampingi guru, menghadiri rapat, atau menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan. Karena itu, proses studi doktor ini tidak mudah,” ungkapnya.
Namun fakta yang jarang diketahui publik adalah bahwa di tengah kesibukan tersebut, ia tetap berusaha menjaga komitmen untuk menyelesaikan pendidikan tertinggi yang telah lama dicita-citakan.
Sosok Keluarga di Balik Keberhasilan
Di balik setiap capaian besar, hampir selalu ada keluarga yang menjadi sumber kekuatan.
Hal itulah yang berulang kali disampaikan Ahmad Bermawi saat mengenang proses perjuangannya.
Ia menyebut sang istri, Hj. Nurhayati, S.Ag., M.Pd, sebagai sosok yang terus memberikan dukungan ketika dirinya mulai merasa lelah dan hampir menyerah.
Tidak hanya itu, kedua putranya, M. Rifqiba Abi dan M. Arif Adi Brata, S.Pd., M.Pd, juga menjadi penyemangat yang membuatnya terus bertahan menyelesaikan penelitian hingga tuntas.
“Saya sangat bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung. Ketika semangat mulai turun, mereka yang terus mengingatkan untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai,” katanya.
Ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya lahir dari kecerdasan dan kerja keras, tetapi juga dari lingkungan keluarga yang memberikan ruang, dukungan, dan kepercayaan.
Harapan untuk Pendidikan OKI dan Sumsel
Gelar doktor yang kini diraih bukanlah garis akhir perjalanan.
Di sisi lain, tantangan pendidikan madrasah di berbagai daerah masih cukup besar.
Mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, pemerataan mutu pendidikan, penguatan kompetensi guru, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Melalui penelitian yang telah disusunnya, Ahmad Bermawi berharap hasil kajian tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mutu madrasah, khususnya di Sumatera Selatan.
Menurutnya, reformasi kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola madrasah, guru, orang tua, dan masyarakat agar kualitas pendidikan benar-benar meningkat secara berkelanjutan.
Masih Menjadi Pertanyaan
Prestasi yang diraih Ahmad Bermawi menjadi bukti bahwa putra-putri daerah mampu bersaing dan berprestasi hingga tingkat nasional.
Namun di tengah berbagai capaian tersebut, tantangan pendidikan di daerah masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Hal ini menimbulkan pertanyaan yang menarik untuk dijawab ke depan.
Apakah keberhasilan dan pengalaman yang dimiliki para tokoh pendidikan seperti Ahmad Bermawi akan mampu melahirkan perubahan yang lebih luas bagi dunia pendidikan di OKI dan Sumatera Selatan, atau masih menyisakan tantangan yang belum sepenuhnya terpecahkan?
Waktu yang akan menjawabnya.
(Kang Asep)

















