
OKI, CimutNews.co.id — Sebuah unggahan di media sosial Facebook terkait dugaan penolakan pembukaan rekening di Bank Central Asia (BCA) terhadap calon nasabah yang menggunakan KTP beralamat di Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memicu perhatian publik.
Unggahan tersebut dibuat oleh akun Facebook Susi Yanti dalam grup Tulung Selapan City. Dalam unggahan itu, seorang perempuan mengaku hendak membuka rekening di BCA. Namun, ia menyebut permohonannya tidak dapat diproses setelah petugas mengetahui alamat yang tercantum pada KTP.
Foto yang memperlihatkan keberadaan perempuan tersebut di depan kantor BCA turut disertakan dalam unggahan. Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian masyarakat karena menyangkut pelayanan lembaga jasa keuangan dan dugaan adanya persoalan yang berkaitan dengan alamat domisili calon nasabah.
Namun, satu hal penting perlu ditegaskan: unggahan media sosial tersebut merupakan klaim dari pihak yang mengalaminya dan belum dengan sendirinya membuktikan bahwa penolakan dilakukan karena asal daerah pada KTP.
Atas persoalan tersebut, CimutNews.co.id melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi untuk mengetahui duduk perkara secara lebih utuh.
Bukan Sekadar Soal Ditolak atau Tidak
Persoalan ini tidak semata-mata menyangkut apakah seorang calon nasabah diterima atau tidak ketika mengajukan pembukaan rekening.
Yang menjadi pertanyaan publik adalah apa alasan sebenarnya permohonan tersebut tidak dapat diproses dan apakah alasan tersebut berkaitan dengan alamat yang tercantum dalam identitas calon nasabah.
Sebab, dalam pelayanan jasa keuangan, terdapat sejumlah aspek administrasi, identifikasi nasabah, kepatuhan terhadap ketentuan perbankan, serta kebijakan internal yang dapat menjadi pertimbangan dalam proses pembukaan rekening.
Karena itu, dugaan bahwa alamat Tulung Selapan menjadi penyebab penolakan perlu dibuktikan melalui penjelasan pihak yang berwenang, bukan hanya berdasarkan persepsi atau potongan informasi yang beredar di media sosial.
CimutNews memandang klarifikasi menjadi bagian penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.
Tokoh Masyarakat Soroti Pentingnya Transparansi
Tokoh masyarakat OKI, Seringguk Umang, menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian, terutama apabila masyarakat merasa tidak memperoleh penjelasan yang memadai mengenai pelayanan yang diterimanya.
“Pelayanan kepada masyarakat harus disertai penjelasan yang jelas. Jangan sampai seseorang hanya mendapatkan jawaban ditolak tanpa mengetahui alasan dan dasar ketentuannya,” kata Seringguk Umang saat dimintai tanggapan, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, apabila terdapat kendala administratif dalam proses pembukaan rekening, calon nasabah seharusnya memperoleh informasi mengenai kendala tersebut sesuai ketentuan pelayanan yang berlaku.
“Kalau memang ada persoalan dalam administrasi, masyarakat berhak mengetahui apa yang menjadi kendalanya. Jangan sampai daerah asal seseorang justru menjadi alasan untuk mendapatkan perlakuan yang berbeda,” ujarnya.
Pernyataan tersebut, kata dia, bukan untuk menyimpulkan telah terjadi diskriminasi, melainkan mendorong agar persoalan yang berkembang di ruang publik mendapatkan penjelasan yang objektif.
Perlindungan Konsumen Menjadi Sorotan
Dari sisi perlindungan konsumen, pelayanan jasa keuangan memang memiliki prinsip yang harus diperhatikan.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, antara lain, mengatur hak konsumen untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur serta memperoleh pelayanan secara benar dan tidak diskriminatif.
Selain itu, sektor jasa keuangan memiliki ketentuan perlindungan konsumen yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk melalui POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.
Namun, penerapan ketentuan tersebut terhadap suatu kasus tertentu tetap harus melihat fakta dan kronologi secara lengkap.
Dengan demikian, tidak tepat apabila hanya berdasarkan unggahan media sosial kemudian langsung disimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran atau diskriminasi.
Pertanyaan yang harus dijawab justru lebih mendasar: apa alasan permohonan pembukaan rekening tersebut tidak dapat dilanjutkan, apakah calon nasabah telah memenuhi persyaratan, dan apakah alasan tersebut berkaitan dengan alamat pada KTP?
CimutNews Menelusuri Titik Persoalan
Hasil penelusuran CimutNews menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lengkap untuk memastikan kronologi sebenarnya.
Ada perbedaan antara dugaan penolakan karena alamat KTP dengan penolakan atau belum dapat diprosesnya pembukaan rekening karena alasan administratif atau kepatuhan tertentu.
Perbedaan tersebut penting karena akan menentukan bagaimana publik memahami persoalan.
Jika memang terdapat dokumen atau persyaratan yang belum terpenuhi, maka persoalannya berada pada aspek administrasi atau prosedur.
Sebaliknya, apabila terdapat bukti bahwa seseorang ditolak semata-mata karena wilayah asal yang tercantum dalam KTP, maka hal tersebut tentu membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pihak bank mengenai dasar kebijakan yang digunakan.
Karena itu, CimutNews tidak menempatkan dugaan tersebut sebagai fakta final sebelum terdapat keterangan resmi dan bukti yang dapat diverifikasi.
Seringguk Umang: Jangan Biarkan Berkembang Menjadi Kesalahpahaman
Seringguk Umang meminta pihak terkait memberikan klarifikasi agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Yang harus dijelaskan adalah apa yang sebenarnya terjadi dan apa dasar penolakannya. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang terang, terlebih menyangkut pelayanan lembaga keuangan,” katanya.
Ia menilai keterbukaan informasi penting agar masyarakat tidak menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
“Jangan sampai masyarakat dari daerah tertentu merasa diperlakukan berbeda. Pelayanan harus memberikan kepastian, kejelasan, dan penghormatan terhadap hak masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, apabila masyarakat merasa dirugikan dalam memperoleh pelayanan jasa keuangan, tersedia mekanisme pengaduan yang dapat digunakan untuk meminta penjelasan dan penyelesaian.
Publik Menunggu Penjelasan Resmi
Kasus ini pada akhirnya tidak seharusnya berhenti sebagai perdebatan di media sosial.
Publik membutuhkan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di kantor BCA, apa alasan permohonan pembukaan rekening tidak dapat diproses, dan apakah alamat Tulung Selapan pada KTP memang menjadi faktor dalam keputusan tersebut.
CimutNews menilai klarifikasi dari pihak terkait penting untuk menjaga objektivitas informasi sekaligus mencegah berkembangnya persepsi negatif yang belum tentu sesuai dengan fakta.
Hingga berita ini disusun, persoalan dugaan penolakan pembukaan rekening tersebut masih membutuhkan penjelasan resmi yang lebih komprehensif.
CimutNews.co.id akan terus menelusuri informasi dan memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi maupun hak jawab sesuai prinsip jurnalistik yang berimbang. (Timred/CN)
Catatan redaksi: CimutNews tidak menyimpulkan telah terjadi diskriminasi atau pelanggaran hukum. Informasi mengenai dugaan penolakan dalam berita ini masih ditempatkan sebagai dugaan sampai terdapat bukti dan keterangan resmi yang dapat diverifikasi.

















