Beranda Palembang Halal Bi Halal Sumbagsel Digelar, Benarkah Sekadar Seremoni atau Berdampak Nyata?

Halal Bi Halal Sumbagsel Digelar, Benarkah Sekadar Seremoni atau Berdampak Nyata?

24
0
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Edward Candra, memimpin rapat persiapan Halal Bi Halal masyarakat perantauan Sumbagsel di Palembang, Selasa (14/4/2026). (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Rencana kegiatan Halal Bi Halal masyarakat perantauan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang akan digelar di Griya Agung, Palembang, pada 25 April mendatang, disebut akan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Namun, di balik agenda tersebut, muncul pertanyaan: sejauh mana kegiatan ini memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya perantau dan daerah asal mereka?

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Sekretaris Daerah, Edward Candra, memastikan acara Halal Bi Halal tersebut akan dikemas dengan nuansa kekeluargaan, termasuk menghadirkan musik kulintang khas Kabupaten OKU Timur sebagai penyambut tamu.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Palembang, Selasa (14/4/2026). Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat perantauan asal Sumatera Bagian Selatan.

Namun, kegiatan seremonial seperti ini kerap menimbulkan pertanyaan terkait manfaat jangka panjangnya. Apakah pertemuan tersebut hanya menjadi ajang temu kangen, atau mampu mendorong kontribusi nyata dari para perantau untuk pembangunan daerah?

Fakta di lapangan menunjukkan, sejumlah kegiatan serupa sebelumnya lebih banyak berfokus pada seremoni tanpa tindak lanjut yang jelas. Hingga kini, belum semua forum pertemuan perantau mampu menghasilkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat di daerah asal.

Di sisi lain, keberadaan perantau sebenarnya memiliki potensi besar, baik dari sisi jaringan maupun ekonomi. Jika dikelola secara serius, forum seperti Halal Bi Halal ini bisa menjadi pintu masuk kerja sama, investasi, hingga penguatan ekonomi lokal.

Sejumlah pengamat menilai, kunci keberhasilan kegiatan semacam ini terletak pada tindak lanjut yang jelas setelah acara berlangsung, bukan sekadar pada kemeriahan saat pelaksanaan.

Rencana Halal Bi Halal Sumbagsel ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Hal ini menimbulkan pertanyaan: akankah pertemuan tersebut mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Selatan, atau kembali menjadi seremoni tanpa dampak berkelanjutan?

Baca juga  Pengelolaan Sampah Palembang Diperkuat KIE, Target Tekan Produksi Hingga 0,3 Kg per Hari

Penulis: Tim Redaksi CimutNews (CN)
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here