
BANDUNG, cimutnews.co.id – Kirab Budaya Pesona Nusantara mewarnai peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) di Kecamatan Andir, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah kewilayahan tersebut menghadirkan beragam budaya Indonesia, pertunjukan seni, serta 35 stan, termasuk hampir 20 stan UMKM lokal, sebagai upaya memperkuat persatuan sekaligus membuka ruang promosi ekonomi masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi penyelenggaraan kirab yang dinilainya mencerminkan karakter Kota Bandung sebagai kota terbuka dan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Selain menjadi perayaan budaya, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga Kecamatan Andir.
Kirab Budaya Pesona Nusantara Jadi Simbol Persatuan di Kota Bandung
Dalam rangkaian HJKB ke-216, Kirab Budaya Pesona Nusantara menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai wilayah Indonesia. Beragam unsur budaya dari pulau-pulau besar Nusantara dihadirkan sebagai representasi kemajemukan masyarakat yang hidup dan berkembang di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberagaman yang ditampilkan merupakan kebanggaan sekaligus gambaran keterbukaan Kota Bandung terhadap berbagai latar belakang masyarakat.
“Ini sebuah kebanggaan bagi kami di Kota Bandung, kita semua bisa menunjukkan keberagaman yang luar biasa,” kata Farhan saat menghadiri Kirab Budaya Pesona Nusantara di Kecamatan Andir, Sabtu (26/9/2026).
Farhan menegaskan, persatuan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang hadir dengan sendirinya. Nilai tersebut perlu dirawat melalui keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah, serta seluruh unsur yang membentuk kehidupan sosial perkotaan.
Ia juga menyatakan Pemerintah Kota Bandung bersama DPRD berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan masyarakat dalam menjaga keutuhan, persatuan, dan keberagaman di Kota Bandung.
“Saya bersamaan dengan para anggota DPRD tentu akan bersama-sama dengan warga bergandengan tangan menjaga keutuhan, persatuan dan keberagaman di Kota Bandung,” ujarnya.
Kecamatan Andir Angkat Keberagaman sebagai Kekuatan Pembangunan
Camat Andir Jon Heri menjelaskan, Kirab Budaya Pesona Nusantara merupakan bagian dari rangkaian perayaan HJKB ke-216 yang sengaja dirancang untuk mengangkat keberagaman budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak melihat perbedaan sebagai potensi untuk membangun kerja sama, bukan sebagai alasan untuk terpecah belah.
Menurut Jon, keberagaman merupakan salah satu modal sosial yang dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendukung kemajuan wilayah.
“Bandung itu penuh dengan keberagaman. Perbedaan bukan sesuatu untuk kita terpecah belah, justru sebaliknya perbedaan menjadikan potensi kita untuk terus bekerja sama, memperkuat sehingga Bandung menjadi lebih maju,” ujar Jon.
Konsep tersebut diwujudkan melalui kirab yang menampilkan berbagai kekayaan budaya dari pulau-pulau besar di Indonesia. Kegiatan juga dilengkapi dengan pertunjukan seni dan budaya, hiburan musik langsung, serta gelar produk UMKM yang melibatkan pelaku usaha setempat.
Perpaduan kegiatan budaya dan ekonomi ini memperlihatkan bagaimana perayaan hari jadi kota dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi warga untuk memperkenalkan potensi daerah dan produk lokal kepada pengunjung.
Sebanyak 35 Stan Hadir, Hampir 20 Diisi UMKM Lokal
Salah satu aspek penting dalam Kirab Budaya Pesona Nusantara adalah keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Andir. Berdasarkan keterangan Camat Andir Jon Heri, kegiatan tersebut menghadirkan 35 stan, dengan hampir 20 stan di antaranya diisi UMKM warga setempat.
Kehadiran stan UMKM menjadi bagian dari upaya pemerintah kewilayahan dalam memperluas kesempatan promosi produk masyarakat. Melalui kegiatan yang melibatkan banyak warga, pelaku usaha diharapkan memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen.
“Kita ingin mengangkat perekonomian masyarakat dengan mengikutsertakan UMKM, memberdayakan UMKM yang ada di Kecamatan Andir,” ucap Jon.
Pelibatan UMKM dalam kegiatan budaya memiliki nilai strategis bagi perekonomian lokal. Momentum perayaan yang mempertemukan masyarakat, pengunjung, dan pelaku usaha dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan pemasaran, serta meningkatkan pengenalan merek usaha lokal.
Meski demikian, dampak ekonomi kegiatan semacam ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah stan yang tersedia. Keberlanjutan promosi, kualitas produk, daya beli pengunjung, dan tindak lanjut pemasaran juga menjadi faktor yang dapat menentukan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM.
Perayaan HJKB Diharapkan Memberi Dampak Berkelanjutan
Kirab Budaya Pesona Nusantara menunjukkan bahwa perayaan hari jadi daerah dapat menjadi wadah untuk menggabungkan pelestarian budaya, penguatan hubungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun lingkungan perkotaan yang inklusif dan produktif.
Dari sisi sosial, kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat membuka ruang perjumpaan dan memperkuat rasa kebersamaan. Sementara dari sisi ekonomi, keikutsertaan UMKM memberikan peluang promosi langsung yang dapat dikembangkan melalui kegiatan serupa pada masa mendatang.
Namun, manfaat kegiatan tersebut akan lebih terasa apabila semangat kebersamaan tidak berhenti setelah perayaan berakhir. Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah kewilayahan, pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat dapat menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan program pemberdayaan.
Dalam konteks pembangunan wilayah, keberagaman juga dapat menjadi modal sosial untuk memperluas partisipasi masyarakat. Ketika warga dari latar belakang berbeda memiliki ruang yang setara untuk berkontribusi, potensi kerja sama dan kreativitas lokal dapat berkembang lebih luas.
Jon Heri berharap semangat keberagaman yang ditampilkan dalam kirab dapat terus dipelihara oleh masyarakat Kecamatan Andir. Ia menginginkan nilai persatuan tersebut menjadi landasan untuk memperkuat solidaritas warga dan mendukung kemajuan Kota Bandung.
“Harapan kita adalah Bandung semakin maju ke depan dan untuk warga masyarakat Kecamatan Andir, terus pelihara keberagaman sebagai potensi, sebagai dasar kita untuk lebih kuat lagi, lebih bersatu lagi,” tuturnya.
Menjaga Keberagaman dan Menguatkan Ekonomi Warga
Penyelenggaraan Kirab Budaya Pesona Nusantara dalam rangka HJKB ke-216 menjadi momentum untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran 35 stan, termasuk hampir 20 stan UMKM Kecamatan Andir, memperlihatkan upaya mengintegrasikan kegiatan sosial dan budaya dengan promosi usaha lokal.
Ke depan, kesinambungan kegiatan, perluasan akses pemasaran, serta keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting agar manfaatnya tidak hanya dirasakan selama perayaan berlangsung. Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman yang terus dijaga, Kecamatan Andir diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan Kota Bandung. (Siti)

















