Beranda Pagar Alam Pemkot Pagar Alam Bersihkan Drainase Talang Jelatang, Antisipasi Banjir dan Genangan Air

Pemkot Pagar Alam Bersihkan Drainase Talang Jelatang, Antisipasi Banjir dan Genangan Air

7
0
Gotong royong membersihkan drainase: Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pagar Alam, Cholmin Heriyadi, memimpin kegiatan gotong royong membersihkan saluran air dan gorong-gorong di kawasan Simpang 4 Talang Jelatang, Kamis (1/10/2026).(Foto: Hafis/cimutnews)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, Sumatera Selatan, menggelar aksi gotong royong membersihkan saluran drainase dan gorong-gorong di kawasan Simpang 4 Talang Jelatang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), unsur kecamatan, kelurahan, serta masyarakat setempat ini difokuskan pada pengangkatan sampah dan sedimentasi lumpur yang berpotensi menghambat aliran air.

Dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pagar Alam, Cholmin Heriyadi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi risiko banjir dan genangan air, terutama di kawasan yang membutuhkan pemeliharaan saluran air.

Pemkot Pagar Alam Libatkan OPD dan Masyarakat Bersihkan Drainase

Gotong royong yang dipusatkan di Simpang 4 Talang Jelatang itu melibatkan personel gabungan dari berbagai perangkat daerah. Unsur kecamatan, kelurahan, dan warga sekitar turut ambil bagian dalam membersihkan saluran air yang mengalami penumpukan sampah dan sedimentasi lumpur.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta bahu-membahu mengangkat material yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air. Pembersihan gorong-gorong juga menjadi perhatian karena bagian infrastruktur drainase tersebut berperan penting dalam mengalirkan air dari kawasan permukiman dan jalan menuju saluran pembuangan.

Keterlibatan lintas instansi dan masyarakat memperlihatkan bahwa pemeliharaan lingkungan perkotaan membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Selain menjadi tanggung jawab pemerintah, kebersihan saluran air juga berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

Antisipasi Banjir Dimulai dari Pemeliharaan Saluran Air

Pembersihan drainase merupakan salah satu langkah preventif untuk mengurangi risiko genangan air di kawasan perkotaan. Saluran yang tersumbat sampah, lumpur, dan material lainnya dapat menghambat kapasitas aliran, terutama ketika terjadi peningkatan debit air akibat hujan.

Baca juga  Pelantikan Pejabat Baru Picu Harapan Besar di Pagar Alam

Di kawasan perkotaan, persoalan drainase tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik saluran, tetapi juga dipengaruhi perilaku masyarakat, pertumbuhan kawasan permukiman, serta pemeliharaan infrastruktur secara berkala.

Karena itu, kegiatan yang dilakukan Pemkot Pagar Alam di Simpang 4 Talang Jelatang memiliki arti penting sebagai langkah pemeliharaan lingkungan. Meski demikian, pembersihan saluran perlu disertai pemantauan kondisi drainase agar potensi penyumbatan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Gotong Royong Jadi Sarana Membangun Kepedulian Lingkungan

Aksi gotong royong tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar Simpang 4 Talang Jelatang. Kehadiran unsur pemerintah bersama warga dalam kegiatan pembersihan lingkungan menjadi bentuk kolaborasi dalam menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama.

Selain manfaat langsung berupa pengangkatan sampah dan sedimentasi, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran air. Kesadaran tersebut diperlukan agar saluran yang telah dibersihkan tidak kembali tersumbat akibat pembuangan sampah sembarangan.

Dari sisi tata kelola perkotaan, pelibatan masyarakat dapat menjadi pendekatan untuk memperkuat pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan. Pemerintah dapat menjalankan fungsi koordinasi dan penanganan infrastruktur, sementara masyarakat berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari.

Pemkot Rencanakan Gotong Royong Berkala di Titik Rawan Genangan

Pemkot Pagar Alam merencanakan kegiatan gotong royong serupa akan terus digalakkan secara berkala di berbagai titik yang berpotensi mengalami genangan air di wilayah kota.

Rencana tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperluas upaya pemeliharaan drainase, sehingga penanganan tidak hanya terpusat pada satu kawasan. Pemetaan titik rawan genangan, pemeriksaan gorong-gorong, serta evaluasi kondisi saluran dapat mendukung efektivitas kegiatan berikutnya.

Dalam jangka pendek, pembersihan saluran diharapkan membantu memperlancar aliran air di kawasan yang menjadi sasaran kegiatan. Sementara dalam jangka panjang, konsistensi pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko penyumbatan berulang.

Baca juga  Pemkot Pagar Alam Bahas Rancangan Perwako OPD, Komitmen Wujudkan Pemerintahan Efektif 2025–2029

Namun, efektivitas upaya tersebut tetap bergantung pada kondisi kapasitas drainase, intensitas curah hujan, serta keberlanjutan pemeliharaan infrastruktur. Pembersihan rutin perlu berjalan beriringan dengan perbaikan saluran apabila ditemukan kerusakan atau kapasitas yang tidak lagi memadai.

Kebersihan Drainase Membutuhkan Kerja Sama Berkelanjutan

Kegiatan gotong royong di Simpang 4 Talang Jelatang menjadi bagian dari upaya Pemkot Pagar Alam dalam membangun lingkungan perkotaan yang bersih dan lebih siap menghadapi potensi genangan air.

Langkah berikutnya adalah memastikan kegiatan serupa berlangsung secara konsisten, disertai pengawasan terhadap saluran yang telah dibersihkan serta edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kelancaran drainase. Dengan pemeliharaan berkala, koordinasi lintas instansi, dan partisipasi warga, upaya mengurangi risiko genangan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here