
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Leadership Management Training Universitas Muhammadiyah Palembang digelar selama tiga hari, 1–3 September 2026, di Hotel Santika Premiere Palembang. Kegiatan ini diikuti 84 pimpinan strategis universitas dengan fokus membangun kepemimpinan visioner untuk mendukung universitas yang unggul dan berkemajuan.
Pelatihan tersebut mempertemukan jajaran pimpinan dari berbagai level, mulai dari dekan, wakil dekan, ketua program studi, pimpinan Pascasarjana, kepala lembaga hingga kepala biro. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus merespons perubahan dan tantangan pengelolaan perguruan tinggi.
84 Pimpinan Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Tiga Hari
Leadership Management Training atau LMT Pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Visioner untuk Universitas Unggul dan Berkemajuan.”
Tema tersebut menempatkan kepemimpinan bukan sekadar persoalan administratif, tetapi sebagai faktor penting dalam menentukan arah pengembangan institusi pendidikan tinggi.
Sebanyak 84 peserta mengikuti pelatihan secara intensif. Komposisi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini menyasar struktur kepemimpinan yang cukup luas sehingga pembentukan perspektif strategis tidak hanya berada pada tingkat pimpinan universitas.
Peserta berasal dari sejumlah posisi penting, di antaranya:
- Dekan dan Wakil Dekan;
- Ketua Program Studi;
- Direktur Pascasarjana;
- Sekretaris Program Studi Pascasarjana;
- Kepala Lembaga; dan
- Kepala Biro.
Keterlibatan lintas unit tersebut penting karena keputusan akademik, administrasi, pengembangan organisasi, hingga layanan pendidikan saling berkaitan dalam tata kelola perguruan tinggi.
Melibatkan Instruktur dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah
LMT Universitas Muhammadiyah Palembang menghadirkan tim instruktur yang berasal dari lingkungan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta unsur organisasi terkait.
Tim tersebut antara lain Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA., Wakil Ketua III Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah; Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D., Sekretaris Majelis Diktilitbang; Moh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D., Wakil Sekretaris I Majelis Diktilitbang sekaligus Doctor of Training LMT; serta Nurhadi, Ph.D., Wakil Sekretaris II Majelis Diktilitbang.
Selain itu, terdapat Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., Bendahara Majelis Diktilitbang; Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D., Anggota Majelis Diktilitbang; Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., Anggota Majelis Diktilitbang; Dr. Ghoffar Ismail, M.A., Ketua Bidang IV Majelis Tarjih dan Tajdid sekaligus Imam of Training; serta Dr. Punang Amaripuja, S.E., S.T., M.I.T., Ketua Biro Pengembangan Organisasi PP Muhammadiyah.
Kehadiran instruktur dari unsur tersebut memberikan dimensi kelembagaan yang kuat dalam pelatihan. Materi kepemimpinan tidak berdiri sendiri, tetapi ditempatkan dalam konteks pengembangan organisasi Muhammadiyah dan kebutuhan pengelolaan perguruan tinggi.
Dukungan Majelis Dikti Litbang Jadi Bagian Penting Kegiatan
Ketua Panitia Pelaksana LMT, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas dukungan serta keterlibatan langsung dalam pengawalan kegiatan.
Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kualitas kepemimpinan perguruan tinggi dipandang sebagai agenda yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, bukan hanya menjadi tanggung jawab internal universitas.
Dalam konteks tata kelola perguruan tinggi, penguatan kapasitas pimpinan memiliki arti strategis. Pimpinan pada tingkat fakultas, program studi, lembaga, dan biro berhadapan langsung dengan persoalan operasional sekaligus dituntut menerjemahkan visi institusi ke dalam kebijakan dan program kerja.
Tantangan Perguruan Tinggi Membutuhkan Kepemimpinan yang Adaptif
Perguruan tinggi saat ini tidak hanya menghadapi tuntutan peningkatan mutu akademik. Perubahan teknologi, kebutuhan kompetensi lulusan, transformasi layanan pendidikan, serta tuntutan tata kelola yang semakin profesional membuat kemampuan adaptasi menjadi bagian penting dari kepemimpinan institusi.
Karena itu, pelatihan kepemimpinan semacam LMT memiliki nilai lebih ketika hasilnya tidak berhenti pada forum pelatihan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengetahuan, kerangka berpikir strategis, dan kemampuan manajerial yang diperoleh peserta diterjemahkan menjadi perubahan nyata di unit masing-masing.
Dari pelatihan menuju perubahan tata kelola
Ada satu aspek penting yang menjadi pembeda dari sekadar kegiatan peningkatan kapasitas: keberhasilan LMT pada akhirnya dapat dilihat dari dampaknya terhadap cara organisasi mengambil keputusan.
Jika kepemimpinan visioner diterapkan secara konsisten, arah pengembangan unit akademik maupun administratif dapat menjadi lebih terukur. Koordinasi antarunit juga berpotensi lebih kuat karena pimpinan memiliki kerangka yang sama dalam memahami tujuan dan prioritas universitas.
Dengan demikian, pelatihan tiga hari tersebut sebaiknya dipandang sebagai titik awal, bukan tujuan akhir. Tantangan sebenarnya berada pada fase setelah pelatihan, ketika setiap pimpinan kembali ke unit kerja dan harus mengubah gagasan strategis menjadi program yang dapat diukur.
Kepemimpinan Visioner Menjadi Investasi Jangka Panjang
Secara jangka pendek, kegiatan ini memperkuat kapasitas 84 pimpinan yang mengikuti pelatihan. Namun dalam jangka panjang, manfaat yang diharapkan jauh lebih luas karena keputusan para pimpinan tersebut akan memengaruhi pengelolaan fakultas, program studi, lembaga, biro, serta layanan kepada sivitas akademika.
skala peserta yang mencakup berbagai lapisan kepemimpinan membuat LMT berpotensi menjadi instrumen penyamaan perspektif organisasi. Artinya, dampaknya bukan hanya pada kemampuan individu pimpinan, tetapi juga pada konsistensi arah pengelolaan universitas.
Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika universitas dituntut bergerak cepat menghadapi perubahan. Kepemimpinan yang memiliki visi bersama dapat membantu institusi mengurangi kesenjangan antara kebijakan di tingkat atas dan pelaksanaan di tingkat unit.
Momentum Memperkuat Universitas Unggul dan Berkemajuan
Leadership Management Training Universitas Muhammadiyah Palembang yang berlangsung pada 1–3 September 2026 menjadi bagian dari agenda penguatan kepemimpinan di lingkungan kampus.
Dengan melibatkan 84 pimpinan strategis dan instruktur dari lingkungan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, kegiatan tersebut menempatkan kepemimpinan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi.
Ke depan, ukuran keberhasilannya bukan hanya terselenggaranya pelatihan, melainkan sejauh mana hasil LMT mampu diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang lebih adaptif, koordinasi yang lebih efektif, serta kebijakan yang mendukung visi Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai universitas yang unggul dan berkemajuan. (Poerba)

















