Beranda Pagar Alam Lomba Hari Anak Nasional Pagar Alam Diikuti 542 Anak, TK Lantabur dan...

Lomba Hari Anak Nasional Pagar Alam Diikuti 542 Anak, TK Lantabur dan PAUD Az-Zahra Jadi Juara Umum

2
0
1. Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha didampingi Ketua TP-PKK Kota Pagar Alam Hera Parianti Ludi saat menghadiri penutupan Lomba Hari Anak Nasional tingkat PAUD dan TK di Gedung Serbaguna SD Negeri 74 Pagar Alam. (Foto: Hafis/cimutnews)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id – Lomba Hari Anak Nasional tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Pagar Alam resmi ditutup Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha di Gedung Serbaguna SD Negeri 74 Kota Pagar Alam, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026 tersebut diikuti 542 peserta dari satuan PAUD, KB, dan TK se-Kota Pagar Alam. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana aktivitas bermain, seni, gerak, dan pembiasaan positif dapat menjadi bagian dari proses pendidikan anak usia dini.

Penutupan ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Ketua TP-PKK Kota Pagar Alam Hera Parianti Ludi turut mendampingi Wakil Wali Kota dalam kegiatan tersebut.

Bukan Sekadar Perlombaan, Anak Diberi Ruang untuk Berkembang

Berdasarkan penelusuran CimutNews.co.id terhadap bahan kegiatan dan kebijakan pendidikan anak usia dini, rangkaian lomba tersebut tidak hanya berorientasi pada penentuan pemenang. Berbagai cabang yang dipertandingkan justru menyentuh sejumlah aspek perkembangan anak, mulai dari kreativitas, keberanian tampil, kemampuan motorik, kerja sama hingga pembiasaan nilai keagamaan.

Sejumlah cabang lomba yang digelar meliputi tari kreasi, mewarnai, senam, joget balon, estafet kardus, hulahoop, serta membaca doa.

Ragam kegiatan tersebut membuat suasana perlombaan berlangsung dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Anak tidak hanya ditempatkan sebagai peserta yang mengejar kemenangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman bersosialisasi dan berani tampil di hadapan orang lain.

Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menegaskan pentingnya PAUD sebagai fondasi pendidikan anak.

“Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD ini sangat penting bagi anak-anak, karena memberikan dasar yang kuat serta membantu proses perkembangan anak yang lebih optimal,” ujar Hj. Bertha.

Baca juga  Stunting Pagar Alam Ditekan, 66 Keluarga Berisiko Dapat Intervensi Gizi Lewat Program Genting

542 Peserta Menunjukkan Besarnya Partisipasi Satuan PAUD

Jumlah 542 peserta menjadi salah satu catatan penting dari pelaksanaan lomba tahun ini. Angka tersebut menggambarkan keterlibatan yang cukup luas dari satuan PAUD, KB, dan TK dalam kegiatan Hari Anak Nasional di Kota Pagar Alam.

Namun, ukuran keberhasilan kegiatan anak usia dini tidak semata-mata ditentukan dari jumlah peserta atau perolehan juara. Tantangan yang lebih besar berada pada bagaimana pengalaman positif dalam kegiatan tersebut dapat diteruskan ke lingkungan belajar sehari-hari.

Artinya, lomba dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berinteraksi, sekaligus membiasakan anak mengikuti kegiatan secara tertib dan menyenangkan.

PAUD Kini Menjadi Bagian Penting Agenda Pendidikan Nasional

Konteks kegiatan di Pagar Alam menjadi semakin relevan karena pemerintah pusat pada 2026 terus memperkuat posisi pendidikan prasekolah dalam agenda pendidikan nasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempatkan Wajib Belajar 13 Tahun sebagai salah satu program prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029. Kebijakan tersebut mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum pendidikan dasar, sehingga akses anak usia 5–6 tahun terhadap layanan PAUD bermutu menjadi bagian penting dari agenda pembangunan pendidikan.

Pemerintah juga sedang memperkuat standar penyelenggaraan satuan PAUD. Pada Juni 2026, Kemendikdasmen membahas petunjuk teknis penyelenggaraan satuan PAUD yang mencakup TK, KB, dan TPA, dengan perhatian pada mutu layanan serta kebutuhan tumbuh kembang anak.

Dengan demikian, kegiatan seperti Lomba Hari Anak Nasional di daerah memiliki konteks yang lebih luas. Kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan proses belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat keterlibatan satuan pendidikan, guru, orang tua, dan pemerintah daerah.

Dari Perlombaan Menuju Pendidikan yang Ramah Anak

Baca juga  Baru 10 Bulan Menjabat, Bupati Asgianto Datangkan Ratusan Alsintan untuk Petani PALI

Arah kebijakan pendidikan saat ini juga semakin menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai tahap perkembangan anak.

Kemendikdasmen pada 2026 menegaskan penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman, termasuk di jenjang PAUD. Pendekatan tersebut menempatkan keamanan fisik dan psikologis anak sebagai bagian penting dari proses pendidikan.

Karena itu, perlombaan anak sebaiknya tidak berhenti pada seremoni penyerahan piala. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman selama kegiatan dapat memberikan ruang kepada anak untuk mencoba, berkomunikasi, bekerja sama, menerima hasil dan tetap menikmati proses.

Ukuran Keberhasilan Bukan Hanya Juara

Ada satu hal yang menarik dari kegiatan ini. Dengan jumlah peserta mencapai 542 anak dan cabang lomba yang beragam, panggung Hari Anak Nasional sebenarnya dapat dilihat sebagai ruang pembelajaran sosial dalam skala besar.

Anak-anak belajar menghadapi suasana baru, mengikuti aturan, tampil bersama teman, menerima kemenangan maupun kekalahan, dan berinteraksi dengan lingkungan di luar kelas. Pengalaman semacam itu tidak selalu terlihat dalam angka nilai rapor, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kepercayaan diri.

Karena itu, keberlanjutan kegiatan serupa akan lebih berarti apabila hasilnya tidak hanya berhenti pada daftar pemenang. Sekolah dan orang tua dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari pembiasaan positif di lingkungan pendidikan dan keluarga.

TK Lantabur dan PAUD Az-Zahra Raih Juara Umum

Setelah sambutan Wakil Wali Kota, panitia membacakan nama-nama pemenang seluruh cabang lomba Hari Anak Nasional 2026.

Untuk kategori TK, TK Lantabur berhasil meraih predikat juara umum. Sementara pada kategori PAUD, predikat juara umum diraih PAUD Az-Zahra.

Pengumuman tersebut disambut kegembiraan anak-anak yang telah mengikuti seluruh rangkaian perlombaan selama dua hari. Suasana bahagia terlihat ketika para peserta menerima penghargaan atas partisipasi dan prestasi yang mereka raih.

Baca juga  May Day Tanpa Demo di OKI, Buruh Pilih Jalur Dialog: Tujuh Tuntutan Ungkap Persoalan Ketenagakerjaan yang Belum Tuntas

Bagi Pemerintah Kota Pagar Alam, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat perhatian terhadap pendidikan anak usia dini. Sebab, pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak dimulai ketika anak memasuki sekolah dasar, melainkan sejak fase awal kehidupannya.

Ke depan, tantangannya bukan hanya memperluas akses PAUD, tetapi memastikan layanan tersebut benar-benar bermutu, aman, menyenangkan, dan mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak. Arah kebijakan nasional yang menjadikan pendidikan prasekolah sebagai bagian dari Wajib Belajar 13 Tahun menunjukkan bahwa investasi pada usia dini semakin ditempatkan sebagai fondasi pembangunan manusia jangka panjang.

Dengan demikian, peringatan Hari Anak Nasional di Kota Pagar Alam tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak membutuhkan ruang untuk tumbuh, bermain, belajar, berkreasi, dan mendapatkan pendidikan yang layak sejak usia dini. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here