Beranda Pagar Alam Terungkap, Gerakan Tanam Padi Serempak di Pagar Alam Sisakan Pertanyaan

Terungkap, Gerakan Tanam Padi Serempak di Pagar Alam Sisakan Pertanyaan

5
0
Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha mengikuti Zoom Meeting Gerakan Tanam Padi Serempak di lokasi OPLAH Kelompok Tani Setia B, Dempo Utara, Senin (31/8/2026).(Foto: Hafis/cimutnews.co.id)

Gerakan Tanam Padi Serempak Dimulai

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Upaya meningkatkan produksi pangan kembali dilakukan di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Pemerintah daerah bersama sejumlah pemangku kepentingan mengikuti Gerakan Tanam Padi Serempak di lahan program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi OPLAH Kelompok Tani Setia B, Dusun Jambat Akar, Kelurahan Jangkar Mas, Kecamatan Dempo Utara, Senin (31/8/2026).

Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha hadir dalam kegiatan tersebut melalui zoom meeting sekaligus melakukan penanaman padi secara simbolis bersama stakeholder terkait.

Penanaman dilakukan menggunakan alat Trans Seeder, yang menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi proses tanam sekaligus mempercepat pemanfaatan lahan pertanian.

Namun, di balik kegiatan tanam serempak tersebut, ada pertanyaan yang lebih penting: seberapa cepat lahan Oplah benar-benar bisa menghasilkan produksi yang optimal bagi petani?

Bukan Sekadar Seremonial

Gerakan Tanam Serempak disebut menjadi bagian dari langkah Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Oplah dan dukungan CSR agar segera berproduksi.

Targetnya tidak hanya memperluas areal tanam. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pertanian (IP) sekaligus memperkuat produksi pangan nasional.

Dalam konteks itu, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya penanaman.

Lahan yang sudah ditanami harus mampu dipelihara hingga panen, menghasilkan produktivitas yang baik, dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Hal inilah yang kemudian menjadi pekerjaan lanjutan setelah kegiatan tanam selesai.

Wawako: Percepatan Tanam Harus Dikawal

Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan Indeks Pertanian, memperluas areal tanam dan mempercepat produksi pangan.

Baca juga  Wali Kota Pagar Alam Dorong Lulusan STKIP Muhammadiyah Jadi Pendidik Berintegritas untuk Perkuat SDM Daerah

Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan hingga petani.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujar Hj. Bertha.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan program tidak berhenti ketika benih masuk ke tanah.

Justru setelah tanam, pengawalan menjadi bagian penting untuk memastikan lahan yang telah dioptimalkan benar-benar produktif.

Fakta di Lapangan Tak Hanya Soal Tanam

Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberhasilan sebuah program pertanian pada akhirnya ditentukan oleh rangkaian proses yang jauh lebih panjang.

Mulai dari kesiapan lahan, ketersediaan air, kualitas benih, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pendampingan penyuluh hingga kepastian hasil panen.

Jika salah satu mata rantai tersebut terganggu, target peningkatan produksi berpotensi tidak berjalan maksimal.

Di sisi lain, kegiatan tanam serempak memang dapat menjadi momentum untuk mempercepat pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal.

Tetapi, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai target produksi dari lahan Oplah Kelompok Tani Setia B tersebut, termasuk luas lahan yang ditanami, target produktivitas per hektare serta proyeksi hasil panen yang diharapkan.

Data tersebut penting karena dapat menjadi ukuran untuk menilai apakah program benar-benar menghasilkan peningkatan produksi atau sebatas memperluas aktivitas tanam.

Pertanyaan Setelah Tanam

Gerakan tanam serempak di Pagar Alam membawa pesan besar tentang ketahanan pangan.

Namun, bagi petani, ukuran keberhasilan tentu bukan hanya seberapa meriah kegiatan tanam dilaksanakan.

Yang lebih menentukan adalah apakah lahan dapat terus produktif, biaya produksi tetap terkendali, hasil panen meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak.

Baca juga  Pelantikan Pejabat Baru Picu Harapan Besar di Pagar Alam

Hal ini menimbulkan pertanyaan: setelah seremoni penanaman berakhir, seberapa kuat pengawalan terhadap lahan tersebut hingga masa panen?

Pertanyaan lainnya adalah bagaimana pemerintah memastikan lahan hasil Oplah tidak kembali menghadapi persoalan yang membuat produktivitasnya menurun.

Sebab, program optimalisasi lahan pada akhirnya tidak hanya membutuhkan penanaman, tetapi juga konsistensi pendampingan sampai hasilnya benar-benar dirasakan.

Menunggu Hasil Nyata

Gerakan Tanam Padi Serempak di Dempo Utara kini memasuki tahap berikutnya: membuktikan bahwa lahan yang telah dioptimalkan mampu menghasilkan produksi sebagaimana target yang diharapkan.

Bagi pemerintah, penyuluh dan petani, tantangan terbesar justru dimulai setelah bibit ditanam.

Terungkapnya kebutuhan terhadap pengawalan yang kuat menjadi catatan penting agar program peningkatan produksi pangan tidak berhenti pada kegiatan simbolis.

Hingga kini, hasil akhirnya masih harus dibuktikan melalui produktivitas lahan dan panen.

Apakah Gerakan Tanam Serempak ini akan benar-benar meningkatkan produksi pangan sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi petani Pagar Alam, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam proses menuju swasembada pangan berkelanjutan?

CimutNews akan terus mengikuti perkembangan program dan hasilnya di lapangan. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here