Beranda Nusantara Terungkap, Dana CSR Terus Naik tetapi Pemerataannya Masih Jadi Pertanyaan

Terungkap, Dana CSR Terus Naik tetapi Pemerataannya Masih Jadi Pertanyaan

7
0
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyerahkan CSR Awards 2026 kepada perusahaan, kawasan industri, yayasan, dan local hero di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat. (Foto: Surya/CimutNews)

BEKASI, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali memberikan penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) Awards 2026 kepada perusahaan, kawasan industri, yayasan, hingga local hero yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kamis (2/7/2026).

Ajang ini menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan dunia usaha dalam mendukung berbagai program sosial, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi hingga pembangunan infrastruktur.

Namun, di balik meningkatnya partisipasi perusahaan dan besarnya dana CSR yang digelontorkan, muncul pertanyaan yang juga penting untuk dijawab. Sejauh mana manfaat program-program tersebut benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat Kabupaten Bekasi?

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan pertumbuhan investasi yang terus terjadi di Kabupaten Bekasi perlu diimbangi dengan kepedulian sosial dari kalangan dunia usaha.

Menurutnya, CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan investasi sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

“Karena itu CSR menjadi investasi sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi hingga pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Data Pemerintah Kabupaten Bekasi menunjukkan nilai anggaran CSR sepanjang 2025 mengalami kenaikan 10,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, jumlah mitra CSR juga meningkat dari 114 mitra pada 2024 menjadi 129 mitra pada 2025, atau tumbuh sekitar 13,16 persen.

Peningkatan tersebut dinilai sebagai sinyal semakin banyak perusahaan yang ikut terlibat mendukung program pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah berharap tren positif tersebut terus berlanjut sehingga kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha mampu mempercepat pemerataan pembangunan.

“Melalui CSR Awards ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan penghargaan kepada perusahaan dan mitra CSR yang telah menghadirkan program-program terbaik, berdampak nyata, tepat sasaran dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” kata Endin.

Baca juga  Penonaktifan Kepala Samsat Bandung: Dedi Mulyadi Tegas Soal Pelayanan Pajak Kendaraan

Meningkatnya anggaran dan jumlah mitra CSR memang menjadi indikator positif. Namun, efektivitas sebuah program sosial tidak hanya diukur dari besarnya dana atau banyaknya perusahaan yang terlibat.

masyarakat umumnya lebih menilai keberhasilan CSR dari manfaat yang benar-benar mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Program yang menyentuh akses pendidikan, layanan kesehatan, perbaikan lingkungan hingga peluang usaha cenderung memberikan dampak yang lebih nyata dibandingkan kegiatan yang bersifat seremonial.

Di sisi lain, pemerataan pelaksanaan CSR masih menjadi tantangan di berbagai daerah industri. Tidak semua wilayah memiliki tingkat penerimaan manfaat yang sama, terutama kawasan permukiman yang berada di luar radius operasional perusahaan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme distribusi program CSR agar dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Harapan Dunia Usaha dan Masyarakat

Sejumlah pelaku usaha menilai penghargaan seperti CSR Awards dapat menjadi motivasi agar perusahaan semakin aktif menjalankan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Sementara itu, sejumlah warga di berbagai daerah industri umumnya berharap program CSR lebih banyak diarahkan pada kegiatan yang memiliki dampak jangka panjang, seperti peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan kerja, pengembangan UMKM, hingga pelestarian lingkungan.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.

Endin Samsudin berharap penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memacu lahirnya program-program CSR yang semakin inovatif, terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan, yayasan, kawasan industri, dan local hero yang selama ini telah berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Bekasi.

Meski demikian, hingga kini, belum semua dampak program CSR dapat diukur hanya melalui besarnya anggaran maupun jumlah penerima penghargaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca juga  DPRD Kabupaten Blitar Turun ke SD Tegalrejo, Tegaskan Sekolah Jangan Digusur demi Koperasi Desa

Apakah peningkatan dana dan partisipasi perusahaan tersebut akan berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi, atau masih menyisakan ruang evaluasi dalam pemerataan manfaatnya? Pertanyaan itu akan menjadi ukuran sesungguhnya dari keberhasilan program CSR pada tahun-tahun mendatang. (Surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here