Beranda Palembang Terungkap di APEKSI 2026, Promosi Potensi Palembang Digencarkan, Namun Hasil Nyatanya Masih...

Terungkap di APEKSI 2026, Promosi Potensi Palembang Digencarkan, Namun Hasil Nyatanya Masih Jadi Pertanyaan

6
0
Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa mengunjungi stan UMKM Kota Palembang pada Indonesia City Expo APEKSI 2026 di Medan. (Foto: Poerba/cimutnews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Keikutsertaan Pemerintah Kota Palembang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional. Berbagai produk UMKM, kuliner khas, hingga kekayaan budaya dibawa untuk dipromosikan kepada peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Namun, promosi di panggung nasional bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang menjadi perhatian berikutnya adalah sejauh mana keikutsertaan tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku usaha, sektor pariwisata, hingga peningkatan investasi di Kota Palembang.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah forum antarpemerintah daerah seperti APEKSI benar-benar mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan atau masih sebatas ruang promosi tahunan.

Rangkaian kegiatan APEKSI 2026 menghadirkan sejumlah agenda strategis, mulai dari Indonesia City Expo (ICE), bazar kuliner UMKM, dialog pembangunan kota, hingga karnaval budaya yang mempertemukan seluruh delegasi pemerintah kota se-Indonesia.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, menilai forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Palembang.

Menurutnya, keberadaan Indonesia City Expo maupun bazar UMKM membuka ruang bagi daerah untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus memperkenalkan identitas budaya kepada masyarakat dari berbagai wilayah.

“APEKSI bukan sekadar forum pertemuan kepala daerah, tetapi juga menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk-produk UMKM, ekonomi kreatif, dan kekayaan budaya Kota Palembang kepada masyarakat dari seluruh Indonesia. Harapannya, promosi ini mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya usai mengunjungi Bazar UMKM di Convention Hall Hotel Santika Premiere Dyandra Medan.

Selain promosi produk, Pemerintah Kota Palembang juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset daerah sebagai salah satu strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Dewi, setiap daerah menghadapi tantangan berbeda sehingga dibutuhkan inovasi dalam mengelola potensi yang tersedia.

Baca juga  Terungkap, Dukungan untuk Anak Muda Terus Menguat, Tetapi Akses Kesempatan Masih Jadi Pertanyaan

Ia menyebut pemerintah terus mendorong pemanfaatan aset daerah agar memiliki nilai ekonomi dan mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Promosi Besar, Dampak Nyata Masih Perlu Dibuktikan

promosi daerah melalui berbagai pameran nasional masih menghadapi tantangan tersendiri. Tidak sedikit pelaku UMKM yang berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada seremoni atau ajang memperkenalkan produk semata, melainkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas.

Sejumlah pelaku usaha di berbagai daerah sebelumnya juga mengaku keberhasilan mengikuti expo nasional sangat bergantung pada tindak lanjut setelah kegiatan selesai, seperti kemudahan akses distribusi, pembinaan usaha, promosi digital, hingga peluang kerja sama bisnis.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh sebagian pelaku UMKM yang menilai tantangan terbesar justru muncul ketika harus mempertahankan pemasaran setelah kegiatan pameran berakhir. Tanpa pendampingan berkelanjutan, peluang yang muncul saat expo dikhawatirkan tidak berkembang secara optimal.

Hingga kini, belum semua hasil konkret dari partisipasi Kota Palembang pada forum-forum nasional tersebut dapat diukur secara rinci, baik dari sisi peningkatan transaksi UMKM, nilai investasi baru, maupun kenaikan jumlah kunjungan wisatawan yang dipengaruhi secara langsung oleh promosi tersebut.

Forum Kolaborasi Antar Kota

Selain menjadi ruang promosi, Rakernas APEKSI juga dimanfaatkan sebagai wadah bertukar pengalaman antar pemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Dewi mengatakan setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda sehingga kolaborasi menjadi salah satu solusi untuk mencari inovasi terbaik.

“Melalui forum ini kita bisa saling belajar, berbagi inovasi, bertukar pengalaman mengenai berbagai hambatan yang dihadapi, hingga menemukan solusi terbaik. Semangat kolaborasi inilah yang akan membawa kemajuan bagi kota-kota di Indonesia,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang menyampaikan bahwa kehadiran Palembang pada Indonesia City Expo, bazar UMKM, serta Karnaval Budaya menjadi strategi promosi destinasi wisata sekaligus memperkenalkan budaya dan produk unggulan daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Baca juga  OKI Dominasi Tenaga Kesehatan Teladan Sumsel 2025, Tujuh Nakes Raih Prestasi, Tiga Melaju ke Nasional

Selama pelaksanaan Rakernas APEKSI 2026 di Medan, delegasi Kota Palembang mengikuti sejumlah agenda, di antaranya Dialog Kota Tangguh, Indonesia City Expo, City Tour, pembukaan Rakernas, sidang pleno, hingga Karnaval Budaya yang menjadi salah satu etalase budaya daerah.

Tantangan Setelah Forum Berakhir

Keikutsertaan dalam forum nasional memang membuka peluang memperluas jejaring antardaerah. Namun, keberhasilan sesungguhnya baru akan terlihat ketika promosi tersebut mampu mendorong peningkatan investasi, memperluas pasar UMKM, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan temuan di lapangan, keberhasilan sebuah promosi daerah umumnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kegiatan, tetapi juga konsistensi pemerintah dalam melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, memperkuat pemasaran digital, dan menghadirkan kebijakan yang mendukung iklim investasi.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai target maupun indikator keberhasilan yang akan digunakan Pemerintah Kota Palembang untuk mengukur dampak ekonomi dari partisipasi pada APEKSI 2026.

Apakah promosi yang dilakukan di Medan akan benar-benar menghadirkan peluang investasi dan pasar baru bagi UMKM Palembang, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam mengubah promosi menjadi manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat? Pertanyaan itu masih menunggu jawaban pada periode setelah forum berakhir. (POerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here