Beranda Palembang Terungkap, Dukungan untuk Anak Muda Terus Menguat, Tetapi Akses Kesempatan Masih Jadi...

Terungkap, Dukungan untuk Anak Muda Terus Menguat, Tetapi Akses Kesempatan Masih Jadi Pertanyaan

2
0
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru berdialog dengan peserta saat meninjau Eksplorasi Sultan Muda Sumsel di Agam Pisan Jilid 4 Palembang, Selasa (30/6/2026). (Foto:Poerba/cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan generasi muda. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meninjau langsung kegiatan Eksplorasi Sultan Muda Sumsel di Agam Pisan Jilid 4 di Palembang, Selasa (30/6/2026).

Kehadiran gubernur menjadi sinyal bahwa pembinaan anak muda mulai ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Namun di balik semarak kegiatan yang menghadirkan berbagai ide kreatif tersebut, masih muncul pertanyaan mengenai sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh generasi muda di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Apakah ruang eksplorasi seperti ini akan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu melahirkan pemimpin muda baru, atau masih terbatas pada momentum kegiatan tahunan?

Dalam kunjungannya, Herman Deru berkeliling melihat berbagai stan, hasil karya, hingga aktivitas para peserta yang menampilkan inovasi di berbagai bidang. Ia juga berdialog secara langsung dengan sejumlah pemuda untuk mendengar gagasan, harapan, sekaligus semangat yang mereka bawa dalam membangun daerah.

Menurut Herman Deru, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu kemajuan Sumatera Selatan pada masa mendatang. Karena itu, ruang bagi anak muda untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kepemimpinan dinilai harus terus diperluas.

“Kita ingin lahir generasi muda yang inovatif, memiliki karakter kuat, dan mampu menjadi penggerak pembangunan daerah,” ungkap Herman Deru saat meninjau kegiatan tersebut.

Turut mendampingi gubernur dalam kegiatan itu Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tantangan pengembangan potensi anak muda tidak hanya berkaitan dengan ruang berekspresi. Sejumlah komunitas kepemudaan di berbagai daerah masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendampingan, pelatihan berkelanjutan, jaringan kolaborasi, hingga dukungan pembiayaan untuk mengembangkan gagasan mereka.

Baca juga  Sosialisasi Kekerasan Perempuan Digelar, Kesadaran Warga Jadi Sorotan

Di sisi lain, pemuda yang berada di luar kota besar kerap menghadapi peluang yang berbeda dibandingkan mereka yang berada di pusat pemerintahan. Kesempatan mengikuti program pengembangan kapasitas maupun akses terhadap ekosistem kreatif dinilai belum sepenuhnya merata.

Sejumlah pelaku komunitas kepemudaan mengaku kegiatan seperti Eksplorasi Sultan Muda Sumsel menjadi wadah yang positif untuk mempertemukan berbagai ide dan memperluas jejaring. Namun mereka berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, melainkan diikuti program pendampingan yang berkesinambungan sehingga hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah komunitas kreatif justru membutuhkan akses terhadap mentor, peluang pemasaran produk, pelatihan kewirausahaan, hingga dukungan digitalisasi agar inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai konsep semata.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan generasi muda memerlukan pendekatan yang lebih luas dibanding sekadar penyelenggaraan kegiatan. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, sektor keuangan, serta komunitas menjadi faktor penting agar kreativitas anak muda dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi maupun sosial.

Kehadiran OJK dan Bank Indonesia dalam kegiatan tersebut juga memberi sinyal bahwa penguatan literasi keuangan dan kewirausahaan mulai menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk tindak lanjut maupun indikator keberhasilan program setelah kegiatan berakhir.

Hingga kini, pengembangan potensi generasi muda masih menjadi salah satu pekerjaan besar yang memerlukan konsistensi kebijakan, pemerataan akses, serta kolaborasi lintas sektor. Apakah ruang-ruang kreativitas seperti ini mampu melahirkan lebih banyak inovator dan pemimpin muda dari seluruh pelosok Sumatera Selatan, atau masih menyisakan tantangan yang belum sepenuhnya terjawab, menjadi hal yang layak untuk terus dipantau.(Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here