Beranda Palembang Terungkap, di Balik Lencana Melati Ratu Dewa Ada Pertanyaan Besar untuk Pramuka...

Terungkap, di Balik Lencana Melati Ratu Dewa Ada Pertanyaan Besar untuk Pramuka PalembangKOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Penghargaan bergengsi kembali diterima Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si. Kali ini, Lencana Melati Gerakan Pramuka disematkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung perkembangan kepramukaan. Penghargaan tersebut diberikan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang dalam rangkaian kegiatan Gerakan Pramuka di Aula SMKN, Senin (31/8/2026). Namun, penghargaan bukan sekadar soal penyematan tanda kehormatan. Di balik apresiasi tersebut, terdapat pekerjaan yang jauh lebih panjang: memastikan Gerakan Pramuka benar-benar tetap relevan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi muda di Kota Palembang. Lencana Melati dan Jejak Pengabdian Ratu Dewa Lencana Melati diberikan kepada Ratu Dewa sebagai penghormatan atas kiprahnya dalam mendukung Gerakan Pramuka. Dedikasi tersebut disebut telah berlangsung sejak dirinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, kemudian menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, hingga akhirnya dipercaya sebagai Wali Kota Palembang definitif. Bagi Ratu Dewa, penghargaan itu menjadi kehormatan sekaligus motivasi untuk meningkatkan dukungan terhadap pembinaan kepramukaan. “Penghargaan ini tentu menjadi suatu kehormatan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus mendukung dan memajukan Gerakan Pramuka, khususnya di Kota Palembang,” kata Ratu Dewa. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol apresiasi. Justru, Lencana Melati menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran pemerintah dalam menjaga keberlanjutan kegiatan kepramukaan. Bukan Sekadar Seremoni Gerakan Pramuka selama ini identik dengan kegiatan pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian dan kepedulian sosial. Ratu Dewa menilai pembinaan tersebut perlu terus diperkuat karena tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Ia mendorong berbagai unsur kepramukaan mengembangkan kegiatan pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari golongan Pandega dan Penegak hingga jajaran Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). “Saya berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai sebuah apresiasi, tetapi menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka,” ujarnya. Namun fakta di lapangan menunjukkan, menjaga eksistensi organisasi kepemudaan tidak cukup hanya dengan dukungan administratif maupun seremoni penghargaan. Ada tantangan yang lebih mendasar, yakni bagaimana kegiatan Pramuka mampu menjawab kebutuhan anak muda saat ini. Ketika Pramuka Harus Berhadapan dengan Perubahan Zaman Generasi muda Palembang tumbuh di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Ruang belajar, interaksi sosial hingga aktivitas anak muda kini tidak lagi hanya berlangsung di sekolah atau lingkungan organisasi. Media sosial dan dunia digital telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi seperti itu, kegiatan kepramukaan dituntut untuk terus beradaptasi. Bukan berarti meninggalkan nilai-nilai lama, tetapi menghadirkan metode pembinaan yang mampu membuat generasi muda merasa bahwa Pramuka masih relevan dengan kehidupan mereka. Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan ketika kegiatan pembinaan tidak berjalan secara konsisten atau hanya ramai pada momentum tertentu. Sejumlah warga mengaku keberadaan kegiatan kepemudaan akan lebih terasa manfaatnya apabila program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menyentuh persoalan nyata di lingkungan masyarakat. Hal ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana penghargaan yang diterima para pembina dan pemimpin daerah dapat diterjemahkan menjadi penguatan kegiatan Pramuka di tingkat bawah? Pekerjaan Rumah Ada di Tingkat Pembinaan Pernyataan Ratu Dewa mengenai pentingnya pembinaan generasi muda sebenarnya membuka ruang yang lebih luas. Jika Pramuka ingin menjadi wadah pembentukan karakter, maka keberlanjutan program menjadi faktor penting. Kegiatan harus mampu membentuk disiplin, kemandirian, tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Artinya, ukuran keberhasilan tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan atau penghargaan yang diterima. Yang lebih penting adalah dampak setelah kegiatan berlangsung. Apakah anak muda menjadi lebih mandiri? Apakah kepedulian sosial tumbuh? Apakah mereka semakin aktif menyelesaikan persoalan di lingkungan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena penghargaan pada akhirnya harus memiliki hubungan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat. Pemerintah Didorong Menjaga Keberlanjutan Ratu Dewa menegaskan dukungan pemerintah terhadap Gerakan Pramuka akan terus diarahkan untuk menjaga keberlanjutan berbagai kegiatan pembinaan dan pengabdian di tengah masyarakat. Menurutnya, Pramuka harus tetap menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. “Kita ingin anak-anak muda Palembang tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama serta lingkungan,” katanya. Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pemerintah pada posisi penting dalam memastikan pembinaan berjalan secara berkesinambungan. Berdasarkan informasi yang tersedia, belum ada penjelasan rinci mengenai program lanjutan apa saja yang secara khusus akan diperkuat setelah penganugerahan Lencana Melati tersebut. Di sinilah tantangannya. Penghargaan dapat menjadi simbol keberhasilan masa lalu, tetapi pembinaan generasi muda membutuhkan kerja yang terus berjalan dari waktu ke waktu. Lencana Melati dan Harapan yang Belum Selesai Penganugerahan Lencana Melati kepada Ratu Dewa akhirnya bukan hanya cerita tentang seorang kepala daerah yang memperoleh tanda kehormatan. Ada pesan yang lebih besar di dalamnya: bagaimana pemerintah dan Gerakan Pramuka menerjemahkan penghargaan tersebut menjadi energi baru untuk pembinaan generasi muda. Terungkap bahwa komitmen terhadap Pramuka kembali ditegaskan. Namun, fakta dan pertanyaan berikutnya berada di lapangan. Hingga kini, belum semua detail mengenai penguatan program, ukuran keberhasilan serta dampak pembinaan kepramukaan di tingkat masyarakat dijelaskan secara rinci. Apakah Lencana Melati ini akan menjadi titik awal penguatan Pramuka Palembang secara lebih nyata, atau hanya menjadi catatan penghargaan dalam perjalanan seorang kepala daerah? Pertanyaan itu masih terbuka. Dan jawabannya akan terlihat bukan dari seremoni, melainkan dari bagaimana generasi muda Palembang benar-benar merasakan manfaat Gerakan Pramuka dalam kehidupan mereka.

3
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima Lencana Melati Gerakan Pramuka dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Penghargaan bergengsi kembali diterima Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si. Kali ini, Lencana Melati Gerakan Pramuka disematkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung perkembangan kepramukaan.

Penghargaan tersebut diberikan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang dalam rangkaian kegiatan Gerakan Pramuka di Aula SMKN, Senin (31/8/2026).

Namun, penghargaan bukan sekadar soal penyematan tanda kehormatan. Di balik apresiasi tersebut, terdapat pekerjaan yang jauh lebih panjang: memastikan Gerakan Pramuka benar-benar tetap relevan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi muda di Kota Palembang.

Lencana Melati dan Jejak Pengabdian Ratu Dewa

Lencana Melati diberikan kepada Ratu Dewa sebagai penghormatan atas kiprahnya dalam mendukung Gerakan Pramuka.

Dedikasi tersebut disebut telah berlangsung sejak dirinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, kemudian menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, hingga akhirnya dipercaya sebagai Wali Kota Palembang definitif.

Bagi Ratu Dewa, penghargaan itu menjadi kehormatan sekaligus motivasi untuk meningkatkan dukungan terhadap pembinaan kepramukaan.

“Penghargaan ini tentu menjadi suatu kehormatan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus mendukung dan memajukan Gerakan Pramuka, khususnya di Kota Palembang,” kata Ratu Dewa.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol apresiasi.

Justru, Lencana Melati menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran pemerintah dalam menjaga keberlanjutan kegiatan kepramukaan.

Bukan Sekadar Seremoni

Gerakan Pramuka selama ini identik dengan kegiatan pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian dan kepedulian sosial.

Ratu Dewa menilai pembinaan tersebut perlu terus diperkuat karena tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks.

Ia mendorong berbagai unsur kepramukaan mengembangkan kegiatan pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari golongan Pandega dan Penegak hingga jajaran Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab).

Baca juga  Sambut Ramadan 1447 H, DWP Kota Palembang Gelar Silaturahmi dan Tausiah Penguatan Adab serta Sunnah

“Saya berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai sebuah apresiasi, tetapi menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, menjaga eksistensi organisasi kepemudaan tidak cukup hanya dengan dukungan administratif maupun seremoni penghargaan.

Ada tantangan yang lebih mendasar, yakni bagaimana kegiatan Pramuka mampu menjawab kebutuhan anak muda saat ini.

Ketika Pramuka Harus Berhadapan dengan Perubahan Zaman

Generasi muda Palembang tumbuh di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat.

Ruang belajar, interaksi sosial hingga aktivitas anak muda kini tidak lagi hanya berlangsung di sekolah atau lingkungan organisasi. Media sosial dan dunia digital telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Dalam kondisi seperti itu, kegiatan kepramukaan dituntut untuk terus beradaptasi.

Bukan berarti meninggalkan nilai-nilai lama, tetapi menghadirkan metode pembinaan yang mampu membuat generasi muda merasa bahwa Pramuka masih relevan dengan kehidupan mereka.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan ketika kegiatan pembinaan tidak berjalan secara konsisten atau hanya ramai pada momentum tertentu.

Sejumlah warga mengaku keberadaan kegiatan kepemudaan akan lebih terasa manfaatnya apabila program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menyentuh persoalan nyata di lingkungan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana penghargaan yang diterima para pembina dan pemimpin daerah dapat diterjemahkan menjadi penguatan kegiatan Pramuka di tingkat bawah?

Pekerjaan Rumah Ada di Tingkat Pembinaan

Pernyataan Ratu Dewa mengenai pentingnya pembinaan generasi muda sebenarnya membuka ruang yang lebih luas.

Jika Pramuka ingin menjadi wadah pembentukan karakter, maka keberlanjutan program menjadi faktor penting.

Kegiatan harus mampu membentuk disiplin, kemandirian, tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Artinya, ukuran keberhasilan tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan atau penghargaan yang diterima.

Baca juga  Kebakaran Sumur Minyak Muba Ditinjau Herman Deru, Dorong Evaluasi HGU dan Usaha Rakyat

Yang lebih penting adalah dampak setelah kegiatan berlangsung.

Apakah anak muda menjadi lebih mandiri?

Apakah kepedulian sosial tumbuh?

Apakah mereka semakin aktif menyelesaikan persoalan di lingkungan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena penghargaan pada akhirnya harus memiliki hubungan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Pemerintah Didorong Menjaga Keberlanjutan

Ratu Dewa menegaskan dukungan pemerintah terhadap Gerakan Pramuka akan terus diarahkan untuk menjaga keberlanjutan berbagai kegiatan pembinaan dan pengabdian di tengah masyarakat.

Menurutnya, Pramuka harus tetap menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda.

“Kita ingin anak-anak muda Palembang tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama serta lingkungan,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pemerintah pada posisi penting dalam memastikan pembinaan berjalan secara berkesinambungan.

Berdasarkan informasi yang tersedia, belum ada penjelasan rinci mengenai program lanjutan apa saja yang secara khusus akan diperkuat setelah penganugerahan Lencana Melati tersebut.

Di sinilah tantangannya.

Penghargaan dapat menjadi simbol keberhasilan masa lalu, tetapi pembinaan generasi muda membutuhkan kerja yang terus berjalan dari waktu ke waktu.

Lencana Melati dan Harapan yang Belum Selesai

Penganugerahan Lencana Melati kepada Ratu Dewa akhirnya bukan hanya cerita tentang seorang kepala daerah yang memperoleh tanda kehormatan.

Ada pesan yang lebih besar di dalamnya: bagaimana pemerintah dan Gerakan Pramuka menerjemahkan penghargaan tersebut menjadi energi baru untuk pembinaan generasi muda.

Terungkap bahwa komitmen terhadap Pramuka kembali ditegaskan.

Namun, fakta dan pertanyaan berikutnya berada di lapangan.

Hingga kini, belum semua detail mengenai penguatan program, ukuran keberhasilan serta dampak pembinaan kepramukaan di tingkat masyarakat dijelaskan secara rinci.

Apakah Lencana Melati ini akan menjadi titik awal penguatan Pramuka Palembang secara lebih nyata, atau hanya menjadi catatan penghargaan dalam perjalanan seorang kepala daerah?

Baca juga  Disisa Jabatannya, Harnojoyo Akan Fokus Tingkatkan Infrastruktur dan Pendidikan di Palembang

Pertanyaan itu masih terbuka.

Dan jawabannya akan terlihat bukan dari seremoni, melainkan dari bagaimana generasi muda Palembang benar-benar merasakan manfaat Gerakan Pramuka dalam kehidupan mereka. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here