Beranda Musi Banyuasin 70 Calon Paskibraka Muba Mulai Diklat, Tiga Terpilih Mewakili Sumsel

70 Calon Paskibraka Muba Mulai Diklat, Tiga Terpilih Mewakili Sumsel

1
0
1. Calon Paskibraka Kabupaten Musi Banyuasin mengikuti pembukaan Diklat Paskibraka 2026 di Hotel Gambo Sekayu, Rabu (5/8/2026). (Foto: Noto/CimutNews)

SEKAYU, MUBA, cimutnews.co.id – Sebanyak 70 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka 2026. Selain dipersiapkan untuk menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mereka diarahkan menjadi bagian dari kader generasi muda yang membawa nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.

Diklat tersebut resmi dimulai di Ruang Melati Hotel Gambo Sekayu, Rabu (5/8/2026). Pembukaan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs. Syafaruddin, M.Si., mewakili Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H.

Sebanyak 70 peserta yang mengikuti Diklat terdiri atas 43 putra dan 27 putri. Mereka merupakan hasil seleksi calon Paskibraka Kabupaten Muba yang selanjutnya menjalani rangkaian pembinaan sebelum melaksanakan tugas kenegaraan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bukan Sekadar Latihan Baris-Berbaris

Syafaruddin mengatakan, program Paskibraka tidak semata-mata diarahkan untuk menyiapkan petugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih. Menurut dia, proses pembinaan juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, nasionalisme, tanggung jawab, dan kepemimpinan generasi muda.

“Diklat ini tidak hanya mempersiapkan peserta untuk sukses mengemban tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap menjadi teladan di masyarakat,” ujar Syafaruddin.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses pelatihan secara disiplin, menjaga kesehatan, mematuhi arahan pelatih, serta mempertahankan kekompakan selama mengikuti seluruh tahapan.

“Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, patuhi arahan pelatih, jaga kesehatan dan kekompakan. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Paskibraka tidak hanya diukur dari ketepatan teknis saat upacara. Proses pembinaan justru menjadi bagian penting karena peserta diproyeksikan membawa pengalaman dan nilai yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Baca juga  Unit Layanan Terpadu P4GN Muba Resmi Dibentuk, Perkuat Pencegahan Narkoba hingga Rehabilitasi Masyarakat

Tiga Putra-Putri Muba Diproyeksikan ke Tingkat Provinsi

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Muba juga menyampaikan capaian lain dalam proses seleksi Paskibraka tahun ini. Sebanyak tiga peserta asal Muba, terdiri atas satu putra dan dua putri, berhasil terpilih sebagai calon anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muba, Drs. H. Tabrani Rizki, melaporkan, 70 peserta yang mengikuti Diklat tahun ini terdiri dari 43 putra dan 27 putri.

Menurut Tabrani, pembinaan peserta tidak berhenti pada persiapan tugas upacara. Mereka juga akan mendapatkan pembinaan untuk menjadi Duta Pancasila.

“Kami bangga kepada adik-adik yang telah terpilih. Jaga kesehatan, ikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, dan jadilah generasi yang membanggakan daerah serta bangsa,” ujar Tabrani.

Dengan demikian, Diklat Paskibraka Muba memiliki dua dimensi sekaligus. Pertama, menyiapkan peserta menjalankan tugas kenegaraan pada momentum peringatan kemerdekaan. Kedua, membangun kapasitas generasi muda agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Paskibraka dalam Kerangka Kebijakan Nasional

Pembinaan Paskibraka memiliki dasar kebijakan yang lebih luas. Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka menempatkan Program Paskibraka sebagai bagian dari pembinaan ideologi Pancasila yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan.

Regulasi tersebut juga menegaskan bahwa Program Paskibraka tidak hanya mencakup anggota Paskibraka, tetapi juga purnapaskibraka dan Purnapaskibraka Duta Pancasila. Paskibraka memiliki tugas dalam upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan Hari Lahir Pancasila.

Kerangka tersebut diperkuat melalui Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 sebagai aturan pelaksanaan Perpres 51/2022. Dalam regulasi itu, Program Paskibraka diposisikan sebagai program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

Baca juga  Investigasi Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis di Muba: Dugaan Kelalaian Penyedia Makanan Mengemuka

Artinya, pembinaan 70 calon Paskibraka di Muba merupakan bagian dari agenda pembinaan generasi muda yang mempunyai dimensi lebih panjang dibandingkan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus.

Relevan dengan Arah Pembangunan 2025-2029

Penguatan karakter generasi muda juga memiliki relevansi dengan arah pembangunan nasional saat ini. Pemerintah telah menetapkan RPJMN 2025-2029 melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025, yang menjadi dokumen pembangunan nasional untuk periode lima tahun dan memuat strategi, kebijakan, program kementerian/lembaga serta agenda pembangunan lintas sektor.

Dalam rancangan teknokratik RPJMN 2025-2029, pembinaan ideologi Pancasila serta penguatan karakter dan jati diri bangsa ditempatkan sebagai bagian dari agenda ketahanan sosial, budaya, dan ekologi. Dokumen tersebut juga menempatkan penguatan karakter pemuda sebagai salah satu bagian penting pembangunan sumber daya manusia.

Konteks ini membuat pembinaan Paskibraka relevan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia daerah. Generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, integritas, kemampuan bekerja dalam tim, serta kesadaran sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.

Muba dan Tantangan Menyiapkan Generasi Muda

Musi Banyuasin merupakan salah satu daerah dengan aktivitas ekonomi yang besar di Sumatera Selatan. Data BPS menunjukkan perekonomian Muba pada 2025 mencapai Rp98,94 triliun berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku, sedangkan ekonomi daerah tersebut tumbuh 5,11 persen secara tahunan.

Struktur ekonomi Muba masih ditopang terutama oleh sektor pertambangan dan penggalian. Pada saat yang sama, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,55 persen pada 2025

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan ekonomi sekaligus memiliki kemampuan sosial dan kepemimpinan. Dalam konteks itu, program pembinaan generasi muda seperti Paskibraka dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun keterampilan nonakademik, seperti disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here