
PAGAR ALAM, cimutnews.co.id – Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, menghadiri kunjungan Dubes Palestina untuk Indonesia, H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari, di Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan yang diinisiasi Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, dan perwakilan diplomatik Palestina di Indonesia. Kehadiran Hj. Bertha turut menunjukkan keterlibatan Pemerintah Kota Pagar Alam dalam membangun hubungan sosial dan kemanusiaan yang lebih luas.
Silaturahmi Pemerintah Daerah dan Perwakilan Palestina
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan tidak hanya menjadi agenda kunjungan kerja, tetapi juga membuka ruang interaksi antarlembaga dalam semangat persaudaraan dan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Dubes Palestina untuk Indonesia, H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari, hadir di tengah lingkungan Pondok Pesantren Darussalam. Kehadiran tersebut mempertemukan unsur diplomatik dengan pemerintah daerah serta lingkungan pesantren yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat.
Diinisiasi Pemerintah Kabupaten Lahat
Agenda tersebut diinisiasi Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi positif dengan perwakilan Palestina.
Bagi pemerintah daerah, forum semacam ini memiliki arti strategis karena hubungan Indonesia-Palestina tidak hanya berlangsung pada tingkat diplomasi antarpemerintah, tetapi juga tumbuh melalui hubungan masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan komunitas keagamaan.
Kehadiran Wakil Wali Kota Pagar Alam
Hj. Bertha hadir mewakili Pemerintah Kota Pagar Alam dalam kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Lahat tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya mempererat jejaring komunikasi antardaerah dan membangun hubungan yang berlandaskan nilai kemanusiaan.
Pertemuan ini juga memperlihatkan bahwa isu hubungan Indonesia dan Palestina memiliki ruang yang luas di tingkat daerah. Solidaritas tidak semata diwujudkan melalui pernyataan politik, tetapi dapat berkembang dalam bentuk komunikasi, pendidikan, kegiatan sosial, dan hubungan antarmasyarakat.
Palestina dan Solidaritas Masyarakat Indonesia
Hubungan Indonesia dengan Palestina selama ini memiliki dimensi yang kuat, terutama dalam isu kemanusiaan dan dukungan terhadap hak masyarakat Palestina. Karena itu, kunjungan perwakilan diplomatik Palestina ke daerah dapat menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai hubungan kedua bangsa.
Pesan penting dari kegiatan di Pondok Pesantren Darussalam adalah pentingnya menjaga komunikasi yang konstruktif. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam membangun kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
Dampak bagi Hubungan Antarlembaga
Dalam jangka pendek, pertemuan tersebut memperkuat silaturahmi antara unsur pemerintah daerah, pesantren, dan perwakilan diplomatik Palestina. Komunikasi langsung juga memberi ruang bagi masing-masing pihak untuk mengenal potensi kerja sama yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Dalam jangka panjang, hubungan semacam ini berpotensi memperluas diplomasi masyarakat atau people-to-people diplomacy. Hubungan yang dibangun melalui pendidikan, kebudayaan, kegiatan sosial, dan komunitas dapat menjadi pelengkap hubungan diplomatik formal antarpemerintah.
Diplomasi Tidak Hanya Berlangsung di Ibu Kota
Kunjungan Dubes Palestina ke Lahat menunjukkan bahwa diplomasi dapat menjangkau ruang yang lebih dekat dengan masyarakat. Pesan mengenai persahabatan Indonesia-Palestina tidak harus berhenti di forum pemerintahan pusat, tetapi dapat diterjemahkan melalui pertemuan dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan seperti pesantren.
Pola tersebut penting karena pesantren memiliki basis sosial yang kuat di Indonesia. Ketika hubungan diplomatik bersentuhan langsung dengan institusi pendidikan dan masyarakat daerah, komunikasi mengenai nilai persaudaraan dan kemanusiaan memiliki peluang lebih besar untuk diteruskan dalam kehidupan sosial.
Pesantren Menjadi Ruang Diplomasi Masyarakat
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah lokasi pertemuan di lingkungan pesantren. Pondok pesantren bukan sekadar tempat pendidikan keagamaan, melainkan juga ruang sosial yang memiliki jaringan luas di tengah masyarakat.
Karena itu, kunjungan diplomatik ke pesantren dapat dipandang sebagai bentuk diplomasi yang menyentuh akar masyarakat. Pertemuan semacam ini membuka kemungkinan pertukaran wawasan yang lebih luas, terutama mengenai pendidikan, kebudayaan, nilai kemanusiaan, dan hubungan antarmasyarakat.

















