Beranda Nusantara Terungkap, DPRD Jabar Soroti Ketahanan Keluarga di Era Digital

Terungkap, DPRD Jabar Soroti Ketahanan Keluarga di Era Digital

5
0
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat saat menyampaikan rencana usulan Ranperda terkait perlindungan keluarga di Bandung. (foto: Siti/cimutnews.co.id)

BANDUNG, cimutnews.co.id — DPRD Provinsi Jawa Barat berencana mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang menyoroti isu LGBT dalam kerangka perlindungan keluarga.

Usulan itu disebut sebagai respons atas keresahan sosial yang disampaikan masyarakat melalui forum audiensi.

Namun di tengah wacana penguatan ketahanan keluarga, muncul pertanyaan baru terkait batas pengaturan sosial dan dampaknya di tengah masyarakat yang beragam.

Lalu, apakah regulasi ini nantinya benar-benar fokus pada perlindungan keluarga, atau justru memunculkan polemik baru?

DPRD Jabar Siapkan Usulan Ranperda

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, mengatakan Ranperda tersebut direncanakan masuk dalam Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.

Menurutnya, usulan itu lahir dari aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam audiensi bersama DPRD.

“Pembuatan Ranperda ini sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi dengan masyarakat yang menyampaikan keresahan terhadap kondisi sosial saat ini,” ujar Siti di Bandung, Senin (4/5/2026).

Dalam pembahasannya, DPRD menyebut regulasi tersebut tidak hanya membahas isu LGBT, tetapi juga mencakup pengaruh era digital terhadap ketahanan keluarga.

Regulasi Disebut untuk Perlindungan Keluarga

DPRD Jawa Barat menilai aturan tersebut diperlukan sebagai langkah preventif dalam memperkuat perlindungan keluarga dan anak-anak.

Sebelumnya, Komisi V DPRD Jabar menerima audiensi dari Giga Indonesia yang mendorong percepatan pembentukan regulasi tersebut.

Sejumlah organisasi perangkat daerah juga dilibatkan untuk memberikan pandangan teknis dan kebijakan dalam pembahasan awal.

Pemerintah daerah berharap regulasi itu nantinya mampu menjadi bagian dari penguatan nilai sosial dan ketahanan keluarga di Jawa Barat.

Muncul Kekhawatiran Soal Dampak Sosial

Namun fakta di lapangan menunjukkan, wacana regulasi terkait isu sosial seperti ini kerap memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian warga mendukung langkah DPRD karena dianggap penting untuk menjaga ketahanan keluarga dan pengawasan terhadap dampak era digital.

Baca juga  Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah Tangkap Pelaku Curat Lintas Kabupaten, Delapan TKP Terungkap

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian kalangan yang khawatir pembahasan regulasi tersebut dapat menimbulkan stigma sosial atau penafsiran yang terlalu luas.

Sejumlah warga juga mengaku masih belum memahami secara rinci isi maupun batasan yang akan diatur dalam Ranperda tersebut.

“Kalau tujuannya perlindungan keluarga mungkin bagus, tapi aturan detailnya juga harus jelas,” ujar seorang warga di Bandung.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana regulasi tersebut akan difokuskan pada perlindungan sosial tanpa menimbulkan polemik baru di masyarakat?

Publik Minta Pembahasan Transparan

Beberapa warga berharap DPRD membuka ruang diskusi yang lebih luas sebelum Ranperda dibahas lebih lanjut.

Menurut mereka, isu sosial yang sensitif memerlukan pendekatan hati-hati agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Yang penting jangan sampai menimbulkan perpecahan atau salah tafsir,” ungkap warga lainnya.

Sementara itu, sejumlah kalangan menilai penguatan ketahanan keluarga memang menjadi kebutuhan di tengah perkembangan media digital dan perubahan sosial yang cepat.

Regulasi Sosial Berpotensi Jadi Perdebatan Panjang

Pembahasan Ranperda yang menyentuh isu sosial dan keluarga memang kerap menjadi perhatian publik.

Selain faktor nilai budaya dan sosial, perkembangan era digital juga dinilai memengaruhi pola interaksi masyarakat, terutama generasi muda.

Namun tanpa penjelasan rinci mengenai substansi aturan, polemik dan spekulasi di masyarakat diduga akan terus berkembang.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait bentuk pengaturan maupun batas implementasi Ranperda tersebut.

Karena itu, transparansi pembahasan dan pelibatan berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting agar regulasi tidak menimbulkan kontroversi berkepanjangan.

Apakah Ranperda ini nantinya benar-benar menjadi solusi penguatan ketahanan keluarga, atau justru memunculkan perdebatan sosial yang lebih luas? (Siti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here