Beranda Banyuasin Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Saat Citra Humanis Polri Terus Diuji

Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Saat Citra Humanis Polri Terus Diuji

5
0
Kapolres Banyuasin bersama jajaran Forkopimda melepas peserta Fun Run kategori 5K dan 10K yang diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Sumsel. (Foto:Noto/cimutnews.co.id)

BANYUASIN, cimutnews.co.id — Program pendekatan humanis Polri kembali digaungkan melalui kegiatan olahraga massal.
Namun di tengah kemeriahan Bhayangkara Banyuasin Fun Run 2026, muncul pertanyaan yang masih ramai dibicarakan masyarakat: apakah kegiatan seremonial seperti ini benar-benar mampu memperkuat kedekatan polisi dengan warga di kehidupan sehari-hari?

Sabtu pagi (30/5/2026), halaman Graha Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin dipadati ribuan peserta yang mengikuti Bhayangkara Banyuasin Fun Run dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana didampingi Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino serta jajaran Forkopimda Banyuasin.

Sebanyak 1.000 peserta tercatat ikut ambil bagian. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, ASN, hingga masyarakat umum. Bahkan sejumlah peserta datang dari luar daerah seperti Palembang, OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Muratara, hingga luar Provinsi Sumsel seperti Jambi dan Sumatera Utara.

Acara berlangsung sejak pukul 06.00 WIB dengan kategori lari 5K dan 10K. Peserta yang mencapai garis finis mendapat medali, minuman sehat, hingga hidangan rebus-rebusan.

Selain lomba lari, panitia juga menggelar senam bersama, edukasi pola hidup sehat, hiburan rakyat, serta pembagian doorprize.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Polri dan masyarakat bisa bersinergi dalam kegiatan positif. Kami berharap event seperti ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Kapolres.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian masyarakat masih menilai pendekatan humanis Polri tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial atau olahraga massal.

Baca juga  Jaksa Agung ST Burhanuddin Kunjungi Kejari Banyuasin

Sejumlah warga yang hadir mengaku senang dengan adanya kegiatan terbuka seperti ini karena memberi ruang interaksi langsung dengan aparat. Meski demikian, mereka berharap kedekatan tersebut juga terasa dalam pelayanan sehari-hari.

“Kalau acara seperti ini bagus, masyarakat jadi dekat. Tapi harapan kami pelayanan di lapangan juga makin cepat dan humanis,” ujar salah satu peserta asal Banyuasin yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang menilai kegiatan besar semacam ini sering berlangsung meriah saat momentum tertentu, namun belum sepenuhnya menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.

Berdasarkan temuan di lapangan, antusiasme peserta memang terlihat tinggi sejak pagi hari. Area kegiatan dipenuhi komunitas olahraga, keluarga peserta, hingga pelaku UMKM lokal yang memanfaatkan keramaian acara.

Situasi ini menunjukkan bahwa kegiatan publik berbasis olahraga masih memiliki daya tarik kuat sebagai sarana membangun citra positif institusi.

Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan baru.
Apakah kegiatan Fun Run hanya akan menjadi agenda tahunan seremonial, atau benar-benar menjadi pintu masuk memperbaiki hubungan emosional antara aparat dan masyarakat secara berkelanjutan?

Pengamat sosial lokal menilai kegiatan semacam ini memang efektif membangun komunikasi nonformal. Akan tetapi, ukuran keberhasilan sebenarnya tetap berada pada pelayanan publik, respons terhadap keluhan warga, serta kehadiran aparat di tengah persoalan masyarakat sehari-hari.

Hingga kini, pendekatan humanis Polri masih menjadi perhatian publik di berbagai daerah. Kegiatan olahraga massal seperti Bhayangkara Fun Run memang menghadirkan suasana akrab dan positif.

Namun ke depan, masyarakat tentu menunggu apakah semangat kedekatan itu benar-benar terasa di luar panggung acara.

Apakah kegiatan seperti ini akan membawa perubahan nyata, atau hanya menjadi euforia sesaat menjelang peringatan Hari Bhayangkara? (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here