Beranda Pagar Alam PCNU Pagar Alam Perkenalkan Kepengurusan 2026–2031, Pemkot Siap Dukung Muktamar NU

PCNU Pagar Alam Perkenalkan Kepengurusan 2026–2031, Pemkot Siap Dukung Muktamar NU

6
0
Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menerima kunjungan pengurus PCNU Kota Pagar Alam periode 2026–2031 di Ruang Rapat Besemah Tige Setdako Pagar Alam. (Foto:Hafis/cimutnews.co.id)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagar Alam periode 2026–2031 menemui Pemerintah Kota Pagar Alam untuk memperkenalkan struktur kepengurusan sekaligus membangun sinergi dalam program keumatan dan pembangunan daerah.

Kunjungan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pagar Alam KH. Deni Priansyah bersama jajaran pengurus diterima langsung Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah di Ruang Rapat Besemah Tige, Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi organisasi. Di dalamnya turut dibahas rencana program PCNU ke depan serta kebutuhan dukungan untuk keikutsertaan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026. Jadwal dan lokasi tersebut juga tercantum dalam informasi resmi penyelenggara Muktamar ke-35 NU.

PCNU Pagar Alam Buka Ruang Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Dalam audiensi tersebut, KH. Deni Priansyah menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pagar Alam beserta jajaran yang telah menerima pengurus PCNU.

Selain memperkenalkan susunan kepengurusan masa khidmat 2026–2031, PCNU memaparkan sejumlah rencana program organisasi. PCNU juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemkot Pagar Alam dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah.

Bagi organisasi keagamaan seperti NU, ruang sinergi dengan pemerintah daerah menjadi penting karena sejumlah persoalan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, kerukunan, serta penguatan kehidupan keagamaan.

Namun, sinergi tersebut idealnya tetap ditempatkan dalam kerangka pembagian peran yang jelas. Pemerintah menjalankan fungsi pelayanan publik dan pembangunan, sedangkan organisasi kemasyarakatan dapat memperkuat partisipasi sosial serta menjembatani aspirasi masyarakat.

Dukungan Muktamar ke-35 NU Menjadi Salah Satu Pokok Pembahasan

Baca juga  Terungkap! Pembongkaran Meja Beton Jadi Awal Penataan Pasar, Namun Realisasi Masih Jadi Pertanyaan

Salah satu poin yang disampaikan PCNU Pagar Alam adalah permintaan dukungan Pemkot untuk mengikuti Muktamar ke-35 NU.

Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Forum tersebut merupakan forum musyawarah tertinggi NU yang mempertemukan utusan dari berbagai wilayah dan cabang untuk membahas arah organisasi serta program lima tahun ke depan.

Keputusan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar sebelumnya ditetapkan melalui Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU pada 7 Juli 2026. Penetapan tersebut kemudian diikuti persiapan berbagai unsur di Jombang untuk menyambut pelaksanaan forum nasional tersebut.

Artinya, permintaan dukungan yang disampaikan PCNU Pagar Alam bukan sekadar berkaitan dengan agenda perjalanan organisasi. Keikutsertaan dalam Muktamar menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi NU secara nasional.

Wali Kota Pagar Alam Nyatakan Dukungan

Setelah mendengarkan maksud dan tujuan audiensi, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menyambut baik kedatangan pengurus PCNU.

Ludi memberikan apresiasi terhadap rencana program PCNU Kota Pagar Alam dan menyatakan dukungan terhadap kegiatan organisasi tersebut ke depan.

Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti PCNU dinilai dapat menjadi salah satu ruang partisipasi masyarakat. Karena itu, Wali Kota berharap PCNU mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Pagar Alam.

Dukungan tersebut juga diberikan terhadap permintaan PCNU untuk mengikuti Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Mengapa Audiensi Ini Penting bagi Pagar Alam?

Pertemuan antara PCNU dan pemerintah daerah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda seremonial.

Pertama, audiensi menjadi momentum awal bagi kepengurusan PCNU periode 2026–2031 untuk memperkenalkan arah organisasi kepada pemerintah daerah. Kedua, pertemuan membuka ruang komunikasi agar program sosial dan keagamaan yang menyentuh masyarakat dapat berjalan dengan koordinasi yang lebih baik.

Baca juga  KUA PPAS Pagar Alam 2027 Dibahas, DPRD Bentuk Dua Pansus Kawal Arah Anggaran Daerah

Hal tersebut penting karena pembangunan daerah pada praktiknya tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Partisipasi organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan sinergi PCNU dan Pemkot Pagar Alam ke depan bukan hanya terlihat dari banyaknya pertemuan, melainkan dari program yang benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Tantangan Ada pada Implementasi Program

Pengurus baru PCNU periode 2026–2031 kini memiliki ruang untuk menerjemahkan visi organisasi menjadi agenda yang konkret.

Program yang menyentuh kebutuhan masyarakat—seperti penguatan pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, pemberdayaan generasi muda, peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta penguatan kerukunan—berpotensi menjadi titik temu antara agenda organisasi dan kepentingan pembangunan daerah.

Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah perlu diarahkan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, hubungan kelembagaan dapat tetap berjalan sehat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Muktamar Bukan Sekadar Agenda Lima Tahunan

Muktamar ke-35 NU mempunyai posisi strategis karena forum tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pengurus dan peserta dari berbagai daerah.

Informasi resmi penyelenggara menyebutkan Muktamar merupakan forum untuk merumuskan arah perjuangan organisasi, memperkuat ukhuwah, serta menyusun program dan rekomendasi sebagai pedoman gerakan NU untuk lima tahun berikutnya.

Bagi PCNU Kota Pagar Alam, keterlibatan dalam forum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membawa aspirasi dan pengalaman dari daerah ke dalam ruang musyawarah organisasi di tingkat nasional.

Pada saat yang sama, dukungan pemerintah daerah menunjukkan bahwa agenda organisasi masyarakat memiliki irisan dengan kepentingan pembangunan, sepanjang sinergi tersebut diarahkan pada kepentingan publik dan dilaksanakan sesuai aturan.

Dari Silaturahmi Menuju Kerja Nyata

Audiensi PCNU Kota Pagar Alam dengan Pemkot Pagar Alam pada akhirnya menjadi titik awal untuk membangun komunikasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah di bawah kepengurusan baru.

Baca juga  Perubahan Nomenklatur, 297 Pejabat Pemkot Pagar Alam Dikukuhkan Kembali

PCNU telah menyampaikan struktur kepengurusan, rencana program dan kebutuhan dukungan untuk agenda Muktamar ke-35 NU. Pemerintah Kota Pagar Alam pun menyatakan apresiasi serta kesiapan memberikan dukungan.

Tahap berikutnya menjadi lebih penting: memastikan komunikasi tersebut berlanjut menjadi program yang terukur, transparan dan dirasakan masyarakat.

Bagi Kota Pagar Alam, keberadaan organisasi keagamaan akan semakin strategis apabila mampu menjadi mitra sosial yang ikut memperkuat pendidikan, solidaritas masyarakat, kerukunan dan pemberdayaan. Sementara bagi PCNU, kepengurusan baru periode 2026–2031 akan diuji bukan hanya melalui struktur organisasi, tetapi melalui seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here