Beranda Pagar Alam Paskibraka Pagar Alam Masuki Desa Bahagia, Wawako Bertha Tekankan Disiplin dan Cinta...

Paskibraka Pagar Alam Masuki Desa Bahagia, Wawako Bertha Tekankan Disiplin dan Cinta Tanah Air

17
0
Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menerima rombongan calon Paskibraka Kota Pagar Alam 2026 saat memasuki Desa Bahagia di Villa Dz, Kamis (13/8/2026). (Foto: Hafis/CimutNews)

PAGAR ALAM, CimutNews.co.id — Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, menerima rombongan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pagar Alam 2026 yang memasuki Desa Bahagia, Kamis sore (13/8/2026).

Penerimaan yang berlangsung di Villa Dz tersebut menjadi penanda dimulainya masa karantina sekaligus pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka Kota Pagar Alam menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Bertha menyampaikan apresiasi kepada para putra-putri daerah yang telah lolos proses seleksi untuk menjadi bagian dari Paskibraka Kota Pagar Alam. Menurut dia, kesempatan tersebut bukan hanya berkaitan dengan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

“Selamat datang di Desa Bahagia. Ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan wadah penempaan kedisiplinan, mental, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air. Manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Bertha.

Desa Bahagia Bukan Sekadar Tempat Karantina

Sistem Desa Bahagia yang digunakan dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka memiliki dasar dalam tata kelola Program Paskibraka secara nasional. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjelaskan bahwa pemusatan diklat menggunakan Sistem Desa Bahagia sebagai bagian dari pembinaan calon Paskibraka untuk membentuk generasi muda yang berkarakter Pancasila

Dalam ketentuan BPIP, pemusatan pendidikan dan pelatihan dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yakni pembelajaran aktif, pelatihan, dan pengasuhan. Calon Paskibraka juga diasramakan dalam satu lokasi paling singkat 14 hari sebelum menjalankan tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Dengan demikian, masa karantina di Pagar Alam tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan teknik baris-berbaris. Para calon Paskibraka juga dipersiapkan melalui pembentukan disiplin, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila.

Baca juga  Perubahan Nomenklatur, 297 Pejabat Pemkot Pagar Alam Dikukuhkan Kembali

BPIP pada 2026 juga kembali menekankan pentingnya keseragaman penyelenggaraan Program Paskibraka di daerah. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembentukan Paskibraka 2026, pemerintah daerah dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota dilibatkan untuk menyinkronkan pelaksanaan program tersebut sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Seleksi Paskibraka Mengarah pada Pembentukan Kader

Kerangka nasional tersebut menunjukkan bahwa Paskibraka ditempatkan lebih luas sebagai program kaderisasi calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila, bukan hanya kegiatan seremonial pada setiap 17 Agustus. Ketentuan pelaksanaan BPIP secara eksplisit mendefinisikan Program Paskibraka sebagai program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

Proses seleksinya pun mencakup sejumlah aspek. Dokumen BPIP antara lain mengatur penilaian ideologi Pancasila, inteligensi umum, kemampuan baris-berbaris dan kesamaptaan, serta kepribadian calon peserta

Karena itu, keberhasilan pemusatan latihan tidak hanya diukur dari kemampuan peserta menjalankan formasi dengan tepat. Pembentukan karakter, kemampuan bekerja dalam tim, kepatuhan terhadap aturan, serta pemahaman terhadap nilai kebangsaan menjadi bagian penting dari keseluruhan proses.

Pagar Alam Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Pemusatan Paskibraka Kota Pagar Alam berlangsung dalam momentum nasional menuju peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pemerintah telah menetapkan tema peringatan tahun 2026, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Tema tersebut juga menjadi identitas visual nasional yang penggunaannya diarahkan untuk diterapkan secara konsisten oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, media, hingga masyarakat. Kemensetneg sebelumnya telah melakukan sosialisasi teknis mengenai implementasi logo dan identitas visual HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Konteks tersebut membuat tugas Paskibraka memiliki dimensi simbolik yang kuat. Para anggota Paskibraka menjadi salah satu representasi generasi muda dalam perayaan kemerdekaan, sekaligus wajah dari proses pembinaan kebangsaan yang berlangsung di daerah.

Baca juga  Pemkot Pagar Alam Bahas Rancangan Perwako OPD, Komitmen Wujudkan Pemerintahan Efektif 2025–2029

Di Pagar Alam, proses itu dimulai dari lingkungan karantina. Para peserta dituntut menjaga kondisi fisik, mengikuti jadwal latihan, mematuhi arahan pembina dan pelatih, serta mempertahankan kekompakan selama menjalani pemusatan.

Berinteraksi dengan Masyarakat, Bagikan Bendera Merah Putih

Setelah penerimaan, Bertha juga mengajak calon anggota Paskibraka berkeliling di kawasan Desa Bahagia. Mereka diarahkan untuk bertemu masyarakat sekaligus membagikan sejumlah bendera Merah Putih.

Kegiatan tersebut memperluas makna pemusatan Paskibraka. Peserta tidak hanya menjalani rutinitas latihan di lingkungan karantina, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam suasana menjelang peringatan kemerdekaan.

Interaksi tersebut menjadi ruang bagi calon Paskibraka untuk memahami bahwa simbol kebangsaan tidak berhenti pada upacara. Bendera Merah Putih juga hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai simbol persatuan dan identitas nasional.

Bertha turut memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pemusatan latihan. Ia berpesan agar para calon Paskibraka menjaga kesehatan, mempertahankan kekompakan, serta mengikuti arahan para pelatih dan pembina selama masa karantina.

Acara penerimaan kemudian ditandai dengan pengguntingan pita Desa Bahagia. Prosesi itu menjadi simbol dimulainya masa karantina calon Paskibraka Kota Pagar Alam 2026 sebelum mereka menjalankan tugas pada rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

  Dari Tugas Seremonial ke Pembentukan Karakter

Pemusatan Paskibraka memiliki arti strategis karena mempertemukan kebutuhan teknis upacara dengan agenda pembinaan generasi muda. Standar nasional BPIP menempatkan pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan dalam satu rangkaian sehingga peserta tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga melalui pembentukan sikap dan karakter.

Bagi pemerintah daerah, pelaksanaan pemusatan yang baik menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia. Peserta yang menjalani proses tersebut diharapkan membawa pengalaman disiplin, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab ke lingkungan sekolah maupun masyarakat setelah rangkaian tugas kenegaraan selesai.

Baca juga  Wali Kota Pagar Alam Silaturahmi dengan Jemaah Haji 2026, Dorong Semangat Haji Mabrur Perkuat Kehidupan Sosial dan Keagamaan

Di sisi lain, masa karantina juga menuntut pengelolaan yang disiplin. Kondisi kesehatan peserta, kecukupan waktu istirahat, kualitas latihan, pola pengasuhan, hingga koordinasi antara pembina, pelatih dan pamong menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pembentukan Paskibraka. Regulasi BPIP memang membagi peran pelaksana pemusatan diklat ke dalam unsur pembina, fasilitator, pelatih, dan pamong

Dalam jangka lebih panjang, pendekatan tersebut memberi peluang agar Paskibraka tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Program ini dapat menjadi pintu masuk bagi pembinaan kepemimpinan dan karakter generasi muda secara berkelanjutan, terlebih BPIP juga memiliki skema pembinaan bagi Purnapaskibraka melalui program Duta Pancasila.   (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here