Beranda Palembang UPGRI Palembang Perkuat Kompetensi Wirausaha Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Manajemen Keuangan dan...

UPGRI Palembang Perkuat Kompetensi Wirausaha Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Manajemen Keuangan dan Ekonomi Kreatif

6
0
Akademisi Universitas Indonesia dan Universitas Sriwijaya menjadi narasumber Kuliah Umum Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan FEB Universitas PGRI Palembang, Senin (7/9/2026).(Foto:Poerba/cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) memperkuat pembekalan kewirausahaan mahasiswa melalui Kuliah Umum Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Senin (7/9/2026), di Aula Drs. H. Usman Madjid, MM, lantai 5 Perpustakaan UPGRIP, Palembang.

Mengangkat tema “Financial Management bagi Mahasiswa Start Up dalam Merintis Bisnis Ekonomi Kreatif”, kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting ini menjadi bagian dari pembukaan perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Forum tersebut menghadirkan akademisi dari Universitas Indonesia dan Universitas Sriwijaya untuk memberikan wawasan mengenai pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha kepada mahasiswa.

UPGRIP Dorong Mahasiswa Siap Menghadapi Dunia Usaha

Kuliah umum ini merupakan salah satu upaya FEB UPGRIP memperluas wawasan mahasiswa, khususnya dalam memahami hubungan antara kompetensi akademik, keterampilan bisnis, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Di tengah perkembangan ekonomi kreatif dan tumbuhnya berbagai usaha rintisan atau startup, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun bisnis. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki gagasan inovatif, tetapi juga memahami bagaimana mengelola modal, menyusun perencanaan usaha, serta mempertimbangkan risiko keuangan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal perspektif akademisi sekaligus praktisi mengenai pengelolaan keuangan dalam merintis bisnis. Pembahasan ini relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha mandiri maupun mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Hadirkan Akademisi Universitas Indonesia dan Universitas Sriwijaya

Dua narasumber berbagi perspektif kewirausahaan

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Banu Muhammad Haidlir, SE, M.SE, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, serta Dr. H. Gusti Diansyah, S.Si, M.Sc, dosen Universitas Sriwijaya, CEO PT Zafa Mulia Mandiri sekaligus Ketua Umum Enterprise Sosial Indonesia.

Baca juga  Dansubdenpom Sekayu Terima Satya Lencana Kesetiaan XXIV dari Presiden Prabowo Subianto

Kehadiran kedua narasumber dari latar belakang akademik dan dunia usaha memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai kewirausahaan dari beragam perspektif.

Tema manajemen keuangan bagi mahasiswa startup juga menempatkan pengelolaan modal sebagai salah satu perhatian utama dalam proses merintis bisnis. Bagi pelaku usaha pemula, perencanaan keuangan, pengendalian pengeluaran, dan pemahaman terhadap kebutuhan operasional merupakan aspek yang perlu diperhatikan sejak tahap awal.

Sementara itu, ekonomi kreatif membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan keterampilan menjadi produk maupun jasa bernilai ekonomi. Namun, kreativitas perlu diimbangi dengan perencanaan bisnis yang terukur agar gagasan usaha dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Jiwa Wirausaha

Penguatan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Selain membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis, kegiatan akademik seperti kuliah umum dapat mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman dan perspektif dari kalangan akademisi maupun pelaku usaha.

Bagi mahasiswa FEB UPGRIP, pembahasan mengenai manajemen keuangan dan ekonomi kreatif dapat menjadi bekal dalam memahami tantangan membangun usaha, mulai dari perencanaan awal hingga pengelolaan sumber daya.

Lebih jauh, pengembangan jiwa kewirausahaan juga berpotensi mendorong lahirnya usaha baru yang memanfaatkan potensi lokal. Mahasiswa dapat mengembangkan produk dan layanan berbasis kreativitas, teknologi, serta kebutuhan masyarakat, dengan tetap memperhatikan kelayakan dan keberlanjutan bisnis.

Meski demikian, efektivitas pembekalan kewirausahaan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan seminar atau kuliah umum. Pengalaman praktik, pendampingan usaha, akses terhadap jejaring bisnis, serta evaluasi berkelanjutan juga menjadi unsur penting dalam membangun kompetensi wirausaha mahasiswa.

Dihadiri Pimpinan dan Sivitas Akademika FEB UPGRIP

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Dekan FEB UPGRIP Ninin Non Ayu Salmah, SE, MM; Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) FEB Dr. Rismansyah, SE, M.Si; serta Ketua Program Studi Manajemen Dr. Nurkardina Novalia, SE, M.Si.

Baca juga  Herman Deru Ajak HIPMI Sumsel Perkuat Peran Pengusaha Muda Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Turut hadir Ketua Program Studi Kewirausahaan Andri Eko Putra, SE, MM, dan Ketua Pelaksana Zahruddin Hodsay, SE, MM.

Sejumlah pejabat administrasi dan staf FEB UPGRIP juga mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Kasubag Administrasi dan Kemahasiswaan M. Nur Ariyato, S.Kom, MM; Kasubag Perlengkapan Desti Kumalasari, SE; Kasubag Keuangan Dewi Suryani, SE, MM; serta Staf Program Studi Bisnis Digital Dedi Rahmadi, SE, MM.

Selain itu, kegiatan diikuti para dosen, staf FEB Universitas PGRI Palembang, dan undangan lainnya, baik secara langsung maupun melalui konferensi daring.

Manajemen Keuangan Menjadi Bekal Merintis Bisnis

Pembahasan manajemen keuangan dalam kewirausahaan memiliki arti penting bagi mahasiswa yang ingin membangun usaha sejak masa kuliah. Pemahaman mengenai arus kas, kebutuhan modal, biaya operasional, dan pengelolaan pendapatan dapat membantu calon wirausaha menyusun dasar pengambilan keputusan bisnis.

Dalam konteks ekonomi kreatif, kemampuan tersebut dapat mendukung mahasiswa mengubah gagasan menjadi model usaha yang lebih terencana. Kreativitas dalam menghasilkan produk atau layanan perlu disertai pemahaman terhadap pasar, strategi pemasaran, serta kemampuan menjaga keseimbangan keuangan.

Kuliah umum ini juga menjadi momentum bagi FEB UPGRIP untuk mengawali semester ganjil 2026/2027 dengan pembahasan yang berkaitan langsung dengan pengembangan kompetensi mahasiswa. Kolaborasi akademisi lintas perguruan tinggi dan praktisi usaha membuka peluang pertukaran pengetahuan yang dapat memperkaya proses pembelajaran.

Ke depan, kesinambungan antara kegiatan akademik dan praktik kewirausahaan menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat kesiapan lulusan menghadapi perubahan dunia usaha dan dunia kerja.

Melalui kuliah umum tersebut, FEB Universitas PGRI Palembang menegaskan perhatian terhadap pengembangan kompetensi akademik, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi kreatif. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here