
BANDUNG, cimutnews.co.id – Investasi Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun sepanjang 2025, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Atas capaian tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menerima apresiasi dari Kompas TV dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-15 stasiun televisi tersebut di Bidakara Hotel, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.
Apresiasi dalam kategori daerah dengan iklim investasi positif itu diterima Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, yang mewakili Gubernur Dedi Mulyadi. Pengakuan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan kepercayaan investor sekaligus memastikan pertumbuhan investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Investasi Jawa Barat Tumbuh 30 Persen pada 2025
Herman Suryatman menyampaikan, apresiasi dari Kompas TV merupakan bentuk pengakuan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi yang kondusif. Menurut dia, penghargaan tersebut juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kemudahan berusaha di Jawa Barat.
“Alhamdulillah, Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan apresiasi daerah peduli iklim investasi,” ujar Herman.
Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp296,8 triliun, naik dari sekitar Rp251 triliun pada 2024. Selisih kedua capaian tersebut mencapai Rp45,8 triliun, atau pertumbuhan sekitar 18,2 persen berdasarkan angka yang tercantum.
Catatan redaksi: Angka pertumbuhan sekitar 30 persen dalam bahan keterangan pemerintah berbeda dengan hasil perhitungan berdasarkan nominal Rp251 triliun dan Rp296,8 triliun. Persentase pertumbuhan perlu dikonfirmasi sebelum publikasi.
Capaian investasi tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas penanaman modal di Jawa Barat. Namun, nilai realisasi investasi tidak hanya menjadi indikator daya tarik daerah, melainkan juga perlu dilihat dari kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor usaha, dan pemerataan pembangunan.
Herman Suryatman: Kepercayaan Investor Perlu Dijaga
Menurut Herman, pertumbuhan investasi Jawa Barat tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Ia menyebut kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, dukungan DPRD Provinsi Jawa Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta partisipasi masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga iklim investasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Herman, berkomitmen mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut melalui penguatan iklim usaha dan pemberian kemudahan bagi dunia usaha. Ia juga menekankan pentingnya mengarahkan investasi agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Apresiasi ini kami persembahkan untuk warga Jawa Barat,” kata Herman.
Apresiasi Kompas TV tersebut juga diberikan kepada DKI Jakarta dan Maluku Utara dalam kategori yang sama. Pengakuan ini menempatkan Jawa Barat bersama dua daerah lainnya sebagai penerima apresiasi terkait iklim investasi dalam rangkaian perayaan HUT ke-15 Kompas TV.
Tantangan Berikutnya: Memastikan Investasi Berdampak bagi Masyarakat
Pertumbuhan investasi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur aktivitas ekonomi daerah. Meski demikian, besarnya nilai penanaman modal perlu diikuti dengan peningkatan kualitas investasi, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Bagi Jawa Barat, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan nilai investasi, tetapi juga memastikan manfaatnya tersebar ke berbagai wilayah. Pemerataan proyek, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan keterhubungan industri besar dengan pemasok lokal menjadi aspek yang dapat memperkuat dampak ekonomi investasi.
Dari sisi iklim usaha, kepastian perizinan, ketersediaan infrastruktur, kemudahan akses lahan, serta konsistensi kebijakan merupakan faktor yang perlu terus diperhatikan. Apresiasi terhadap iklim investasi dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk menjaga kualitas pelayanan publik dan memperkuat koordinasi antarlembaga.
Apresiasi Kompas TV Jadi Momentum Penguatan Investasi
Penghargaan yang diberikan Kompas TV menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun iklim investasi. Namun, keberlanjutan pertumbuhan investasi tetap memerlukan evaluasi berkala terhadap realisasi proyek, kendala yang dihadapi investor, serta dampak ekonomi yang dihasilkan.
Dalam jangka pendek, peningkatan investasi berpotensi memperluas aktivitas usaha dan membuka peluang kerja apabila proyek berjalan sesuai rencana. Dalam jangka panjang, kualitas investasi akan turut menentukan daya saing daerah, terutama apabila mampu mendorong transfer teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan pertumbuhan industri pendukung.
Salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian adalah kesenjangan antara nilai investasi yang tercatat dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, indikator seperti jumlah tenaga kerja terserap, realisasi proyek, persebaran investasi antarkabupaten dan kota, serta keterlibatan UMKM dapat melengkapi penilaian terhadap keberhasilan pembangunan iklim investasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus menjaga daya saing daerah dan memberikan kemudahan bagi dunia usaha. Komitmen tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Investasi Jawa Barat dan Prospek Pembangunan Daerah
Dengan realisasi investasi sebesar Rp296,8 triliun pada 2025 menurut data yang disampaikan pemerintah daerah, Jawa Barat memiliki modal ekonomi yang besar untuk melanjutkan pembangunan. Apresiasi dari Kompas TV menjadi salah satu pengakuan atas upaya menciptakan lingkungan usaha yang kondusif.
Ke depan, keberhasilan mempertahankan posisi sebagai tujuan investasi akan bergantung pada konsistensi kebijakan, kualitas pelayanan, kesiapan infrastruktur, dan kemampuan pemerintah daerah menghubungkan investasi dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pertumbuhan investasi dapat terus berlanjut dan berkontribusi terhadap pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga. Dengan demikian, capaian investasi tidak hanya tercermin dalam angka realisasi, tetapi juga dalam kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Siti)

















