
BATURAJA, cimutnews.co.id – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Teddy Meilwansyah, meninjau langsung proses produksi air bersih di Water Treatment Plant (WTP) Bakung, Kelurahan Kemalaraja, Senin (21/9/2026) sore. Peninjauan bersama Direktur Perumda Tirta Raja Bertho Darmo Poedjo Asmanto itu dilakukan untuk memastikan pasokan air kepada pelanggan kembali normal setelah terganggu akibat hujan lebat dan tingginya tingkat kekeruhan air sungai.
Gangguan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selain memastikan operasional instalasi pengolahan air berjalan kembali, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya merespons keluhan pelanggan yang terdampak penghentian distribusi selama beberapa hari.
Air Sungai Keruh di Atas 300 NTU, Produksi Sempat Dihentikan
Bupati Teddy menjelaskan, hujan lebat yang mengguyur wilayah OKU selama dua hari menyebabkan peningkatan debit air sungai. Aliran air dari kawasan hulu membawa material yang membuat air baku menjadi sangat keruh sehingga mengganggu proses produksi di WTP Bakung.
Menurut Teddy, tingkat kekeruhan air bahkan tercatat melebihi 300 NTU (Nephelometric Turbidity Unit), satuan yang digunakan untuk mengukur kekeruhan air. Kondisi tersebut membuat pengelola harus menghentikan sementara produksi dan distribusi demi menghindari risiko kerusakan peralatan.
“Kita ingin menjawab langsung keluhan masyarakat karena beberapa hari kemarin distribusi air di WTP Bakung terpaksa dihentikan karena ada hal yang tidak bisa dihindari,” ujar Teddy saat meninjau instalasi tersebut.
Ia menerangkan, air kiriman dari hulu yang mengalir ke hilir membawa tingkat kekeruhan tinggi. Jika proses penyedotan tetap dipaksakan dalam kondisi tersebut, pompa berisiko mengalami kerusakan yang dapat memperpanjang gangguan pelayanan.
Perumda Tirta Raja Lakukan Normalisasi dan Pemulihan Layanan
Setelah kondisi air baku mengganggu proses produksi, jajaran Perumda Tirta Raja bergerak melakukan penanganan dan normalisasi peralatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membersihkan mesin penyedot air yang berada di ponton, sekaligus memastikan sistem pemasokan air baku menuju instalasi pengolahan kembali berfungsi.
Teddy mengapresiasi langkah cepat direktur dan seluruh jajaran Perumda Tirta Raja dalam memulihkan operasional WTP Bakung. Berdasarkan hasil peninjauan, air yang dihasilkan saat kunjungan berlangsung telah terlihat jernih dan distribusi kepada pelanggan kembali berjalan.
“Luar biasa Pak Dirut dan jajarannya, dengan kesigapannya berjibaku membersihkan mesin sedot di ponton dan melakukan normalisasi sehingga distribusi air bisa berjalan kembali dengan lancar. Tadi kita tinjau airnya sudah jernih dan bisa digunakan lagi oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari,” katanya.
Meski demikian, kejernihan air secara visual tidak dengan sendirinya membuktikan seluruh parameter kualitas air telah memenuhi standar. Pengujian kualitas air secara berkala tetap diperlukan untuk memastikan air yang didistribusikan aman sesuai peruntukannya.
Pembaruan 15 Pompa dalam Setahun, Perkuat Keandalan WTP
Direktur Perumda Tirta Raja Bertho Darmo Poedjo Asmanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas dan keandalan pelayanan air bersih kepada masyarakat OKU.
Sepanjang 2025 hingga 2026, Perumda Tirta Raja telah menambah 15 unit mesin pompa baru yang ditempatkan di sejumlah instalasi pengolahan air (WTP) dan booster. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan daerah dalam memperkuat kapasitas operasional sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kerusakan peralatan.
“Dalam waktu satu tahun lebih kita sudah menambah 15 mesin pompa baru. Yang terakhir mesin terbaru untuk WTP Tanjung Baru dan RS Helindo. Ada juga pompa kita pakai untuk backup, jadi kalau ada kerusakan tidak perlu waktu lama kita ganti dan bisa jalan kembali,” kata Bertho.
Ketersediaan pompa cadangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan layanan. Dengan sistem penggantian yang lebih cepat, potensi waktu henti operasional akibat kerusakan mesin diharapkan dapat ditekan.
Ketergantungan pada Air Sungai Menjadi Tantangan Pengolahan
Gangguan di WTP Bakung memperlihatkan tantangan yang dihadapi penyedia layanan air bersih ketika sumber air baku mengalami perubahan kualitas secara mendadak. Curah hujan tinggi di kawasan hulu dapat meningkatkan debit sungai sekaligus membawa sedimen dan material tersuspensi yang memperbesar tingkat kekeruhan.
Dalam kondisi demikian, instalasi pengolahan air harus menyesuaikan proses produksi dengan karakteristik air baku. Penghentian sementara dapat menjadi langkah perlindungan terhadap peralatan, tetapi juga berdampak langsung pada rumah tangga dan pelanggan yang bergantung pada pasokan perpipaan.
Dibandingkan dengan gangguan akibat kerusakan mesin biasa, lonjakan kekeruhan air baku memerlukan penanganan yang tidak hanya berfokus pada peralatan. Pemantauan kondisi sungai, kesiapan pompa, kapasitas pengolahan dan prosedur pemulihan distribusi juga menjadi bagian penting dari ketahanan sistem pelayanan air bersih.
Bupati Minta Pelayanan Air Bersih Terus Ditingkatkan
Dalam peninjauan tersebut, Teddy didampingi sejumlah pejabat pemerintah daerah, antara lain Plt Kepala Dinas PUPR OKU AK Fajaruddin, Kepala Dinas Perkim OKU Muzaim Aliansya, Sekretaris Bapelitbangda OKU Hanom, Camat Baturaja Timur Donie Heridadi, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan Kemalaraja dan jajaran Perumda Tirta Raja.
Bupati berharap pembenahan infrastruktur dan respons cepat perusahaan daerah dapat terus ditingkatkan agar gangguan serupa tidak berlarut-larut. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan maksimal sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Ketahanan Infrastruktur dan Kualitas Air Jadi Kunci
Pemulihan operasional WTP Bakung menunjukkan pentingnya kesiapan teknis perusahaan daerah dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan. Penambahan 15 pompa baru merupakan langkah pembaruan infrastruktur, tetapi ketahanan layanan juga bergantung pada pemeliharaan berkala, pemantauan kualitas air baku dan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.
Dalam jangka pendek, perhatian utama adalah menjaga kelancaran distribusi serta memastikan kualitas air yang diterima pelanggan sesuai standar kesehatan. Dalam jangka panjang, penguatan sistem pemantauan sumber air dan rencana penanganan gangguan menjadi penting untuk mengurangi dampak kejadian serupa.
Satu hal yang menjadi perhatian dari kejadian ini adalah bahwa keandalan layanan air bersih tidak hanya ditentukan oleh jumlah pompa, tetapi juga kemampuan mengantisipasi perubahan kualitas sumber air. Data historis gangguan WTP Bakung, hasil uji laboratorium air pascapemulihan dan cakupan pelanggan terdampak belum disampaikan dalam keterangan tersebut. Data itu diperlukan untuk mengukur efektivitas pemulihan dan membandingkan kejadian ini dengan gangguan pada periode sebelumnya.
Peninjauan Bupati OKU di WTP Bakung pun menjadi momentum evaluasi bagi Perumda Tirta Raja dalam menjaga kesinambungan pelayanan. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang jelas apabila terjadi gangguan, sementara pengelola perlu memastikan proses pengolahan dan distribusi berjalan sesuai ketentuan kualitas air yang berlaku. (Agus)

















