Beranda Palembang Magang MBKM Mandiri UPGRIP Perkuat Kompetensi Mahasiswa Bahasa Inggris di BRIDA dan...

Magang MBKM Mandiri UPGRIP Perkuat Kompetensi Mahasiswa Bahasa Inggris di BRIDA dan Dispar Palembang

14
0
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas PGRI Palembang mengikuti Program Magang MBKM Mandiri di BRIDA Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pariwisata Kota Palembang sebagai upaya memperkuat kompetensi serta pengalaman profesional.(Foto:Poerba/cimutnews)

PALembang, cimutnews.co.id — Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) memperkuat kesiapan kerja mahasiswa melalui Program Magang MBKM Mandiri yang melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Program ini dirancang untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman profesional di lingkungan instansi pemerintah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori kebahasaan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, adaptasi, serta penerapan ilmu sesuai kebutuhan dunia kerja.

Magang MBKM Mandiri Jadi Jembatan Kampus dan Dunia Kerja

Program magang yang dilaksanakan di dua instansi strategis tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPGRIP dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis.

Penempatan mahasiswa di BRIDA Sumsel dan Dinas Pariwisata Kota Palembang membuka kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja pemerintahan, memahami pola komunikasi kelembagaan, serta memperoleh pengalaman profesional yang relevan dengan bidang keilmuan.

Kegiatan ini juga memperluas ruang pembelajaran mahasiswa di luar kampus. Pengalaman berinteraksi dengan lingkungan kerja diharapkan dapat membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara profesional.

Mempersiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas PGRI Palembang, Etty Pratiwi, M.Pd., didampingi dosen sekaligus pembimbing magang, Dr. Ana Theriana, M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut dirancang selaras dengan visi program studi untuk menghasilkan lulusan unggul, inovatif, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta memiliki daya saing.

Menurut Etty, mahasiswa perlu dipersiapkan agar mampu mengembangkan kompetensi secara lebih luas, tidak terbatas pada kemampuan mengajar di ruang kelas.

Baca juga  Sumsel United Taklukkan FC Bekasi City 2-1, Tutup Akhir Tahun di Peringkat Tiga Grup 1 Wilayah Barat

“Mahasiswa kami siapkan bukan hanya untuk menguasai kelas, tetapi juga mampu berkontribusi profesional di bidang riset, komunikasi bisnis, hingga promosi pariwisata kancah internasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah pengembangan kompetensi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang semakin terbuka terhadap beragam sektor pekerjaan. Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dapat menjadi modal dalam mendukung komunikasi lintas budaya, penyampaian informasi, serta pengembangan jejaring profesional.

BRIDA dan Dinas Pariwisata Menjadi Ruang Pembelajaran Praktis

Pemilihan BRIDA Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pariwisata Kota Palembang sebagai lokasi magang memberikan konteks pembelajaran yang berbeda bagi mahasiswa.

BRIDA memiliki keterkaitan dengan kegiatan riset, inovasi daerah, serta pengembangan kebijakan berbasis pengetahuan. Sementara itu, Dinas Pariwisata berhubungan dengan pengembangan destinasi, promosi pariwisata, dan penyebarluasan informasi mengenai potensi daerah.

Kedua instansi tersebut menawarkan lingkungan yang relevan untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap penerapan keterampilan komunikasi dan bahasa Inggris dalam sektor publik.

Bahasa Inggris memiliki peluang di sektor riset dan pariwisata

Dalam lingkungan riset dan inovasi, kemampuan berbahasa Inggris berpotensi mendukung penyusunan materi komunikasi, pemahaman referensi ilmiah, serta penyampaian informasi kepada khalayak yang lebih luas.

Adapun di sektor pariwisata, penguasaan bahasa Inggris dapat menunjang komunikasi dengan wisatawan mancanegara, penyusunan materi promosi, dan pengenalan potensi budaya serta destinasi lokal kepada masyarakat internasional.

Meski demikian, keberhasilan program magang tidak hanya ditentukan oleh lokasi penempatan, tetapi juga oleh keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kerja, pendampingan dosen, serta evaluasi terhadap kompetensi yang diperoleh selama program berlangsung.

Pengalaman Lapangan dan Tantangan Kesiapan Kerja

Program Magang MBKM Mandiri juga relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin menekankan keterhubungan antara kompetensi lulusan dan dinamika dunia kerja.

Baca juga  UKB Palembang Peringati Hari Ibu di LPKP Kelas II A dengan Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan

Pengalaman langsung di instansi pemerintah memungkinkan mahasiswa mengenali budaya organisasi, etika profesional, pola koordinasi, serta tuntutan komunikasi formal. Aspek-aspek tersebut menjadi pelengkap pembelajaran di kampus yang selama ini lebih banyak berfokus pada penguasaan teori dan praktik akademik.

Dari sisi mahasiswa, pengalaman magang dapat menjadi sarana mengenali kekuatan dan aspek kompetensi yang masih perlu dikembangkan sebelum memasuki dunia kerja. Kemampuan beradaptasi, bekerja sama, mengelola waktu, dan berkomunikasi secara efektif merupakan keterampilan yang dapat diasah melalui keterlibatan dalam lingkungan profesional.

Kolaborasi Kampus dan Instansi Perlu Berkelanjutan

Keterlibatan BRIDA Sumsel dan Dinas Pariwisata Kota Palembang dalam program magang ini memperlihatkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Secara lebih luas, kolaborasi semacam ini berpotensi memberikan manfaat timbal balik. Mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan, perguruan tinggi mendapatkan masukan mengenai relevansi pembelajaran, sedangkan instansi memiliki ruang untuk berinteraksi dengan generasi muda yang membawa pengetahuan dan perspektif akademik.

Namun, dampak jangka panjang program akan sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan, kesesuaian tugas dengan kompetensi mahasiswa, serta keberlanjutan kerja sama antarlembaga. Evaluasi hasil magang juga penting agar pengalaman tersebut dapat menjadi bahan penyempurnaan kurikulum dan pengembangan program pendidikan.

Insight: Penempatan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di lingkungan riset dan pariwisata menunjukkan bahwa kompetensi bahasa asing memiliki ruang penerapan yang lebih luas daripada profesi pendidik semata. Pengalaman lintas sektor dapat membantu mahasiswa memahami peluang karier sekaligus mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Memperkuat Daya Saing Lulusan dari Bangku Kuliah

Melalui Program Magang MBKM Mandiri, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPGRIP berupaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui keterlibatan langsung di instansi pemerintah.

Baca juga  Korem 044/Gapo Verifikasi Koperasi Merah Putih, Perkuat Pengawasan dan Akuntabilitas Program Ekonomi Desa

Pengalaman di BRIDA Sumsel dan Dinas Pariwisata Kota Palembang diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kesiapan menghadapi persaingan kerja. Program ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan.

Ke depan, keberlanjutan program magang dan penguatan pendampingan menjadi faktor penting untuk memastikan pengalaman lapangan benar-benar memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, institusi pendidikan, maupun mitra kerja. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here