
PALEMBANG, cimutnews.co.id — PMI Kota Palembang memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia dengan menggelar aksi sosial di Panti Asuhan Yunda Rizki, Jalan Gubernur HA Bastari, Lorong Melati, 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Jumat (18/9/2026).
Ketua PMI Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani, menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada anak-anak panti. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda sosial dalam rangka peringatan ulang tahun PMI, tetapi juga membawa pesan bahwa kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perlu dijaga secara berkelanjutan.
Bantuan PMI Disertai Pesan untuk Anak-anak Panti
Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat. Jajaran PMI Kota Palembang bertemu dengan pengurus panti dan anak-anak Panti Asuhan Yunda Rizki, sekaligus menyampaikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan mereka.
Dewi mengatakan, bantuan yang diberikan mungkin tidak besar. Namun, menurut dia, nilai sebuah kepedulian tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan, melainkan dari perhatian dan dukungan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
“Kehadiran kami pada hari ini mungkin sederhana dengan membawa oleh-oleh, namun kami berharap bantuan ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan, semangat, dan motivasi bagi anak-anak semua,” ujar Dewi.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan karena PMI tidak hanya hadir dengan bantuan material. Anak-anak juga diajak melihat masa depan sebagai sesuatu yang tetap dapat diperjuangkan meski mereka menghadapi keterbatasan.
Dewi berpesan agar anak-anak terus belajar, menghormati para pengasuh, menjaga hubungan satu sama lain, serta tidak berhenti memiliki cita-cita.
“Kunjungan kami bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa kalian tidak sendiri. Teruslah belajar, hormati pengasuh, saling menyayangi, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” katanya.
Penghargaan untuk Pengasuh Panti
Dalam kesempatan tersebut, Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus dan pengasuh Panti Asuhan Yunda Rizki.
Menurutnya, peran pengasuh tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka juga memberikan perhatian, pendampingan, dan kasih sayang kepada anak-anak yang berada di panti.
Perwakilan pengurus Panti Asuhan Yunda Rizki, Weni, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan PMI Kota Palembang.
Bagi panti asuhan, dukungan dari masyarakat maupun organisasi sosial dapat menjadi bagian dari jejaring kepedulian yang membantu keberlangsungan pendampingan anak-anak.
HUT ke-81 PMI dan Makna Kemanusiaan
Peringatan HUT ke-81 PMI pada 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali cakupan kerja organisasi kemanusiaan tersebut. PMI tidak hanya berkaitan dengan kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti asuhan, tetapi juga menjalankan berbagai pelayanan kemanusiaan, termasuk donor darah, penanggulangan bencana, pertolongan pertama, pelayanan kesehatan, serta pembinaan relawan.
Dalam kanal resminya, PMI menyebut donor darah, relawan dan pendidikan sebagai bagian dari kontribusi kemanusiaan. PMI juga menjelaskan bahwa organisasi tersebut membantu pemerintah dalam pelayanan darah transfusi dan pelayanan sosial kemanusiaan.
Konteks ini penting karena kegiatan di Panti Asuhan Yunda Rizki merupakan salah satu bentuk dari spektrum kepedulian yang lebih luas. Jika pelayanan darah dan respons bencana berhadapan dengan kebutuhan yang bersifat mendesak, kegiatan sosial di lingkungan panti lebih menonjolkan dimensi pendampingan dan perhatian terhadap kelompok rentan.
Dari Bantuan Sesaat Menjadi Kepedulian Berkelanjutan
Ada perbedaan penting antara memberikan bantuan satu kali dan membangun kepedulian yang berkelanjutan.
Bantuan sembako dapat menjawab sebagian kebutuhan dalam jangka pendek. Namun, pesan Dewi tentang pendidikan, cita-cita, kasih sayang, dan dukungan sosial menunjukkan bahwa kebutuhan anak-anak tidak hanya bersifat material.
Di sinilah kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti memiliki makna yang lebih luas. Bantuan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan antara organisasi, masyarakat, dan lembaga pengasuhan sehingga perhatian kepada kelompok rentan tidak berhenti ketika sebuah peringatan selesai.
PMI dan Tantangan Pelayanan Kemanusiaan
Skala kebutuhan kemanusiaan di Indonesia juga membuat peran organisasi seperti PMI tetap relevan. Dalam layanan resmi PMI, disebutkan bahwa setiap menit terdapat satu orang yang membutuhkan transfusi darah di Indonesia. PMI juga menyediakan sistem informasi donor dan layanan donor darah di berbagai daerah.
Data tersebut memberikan gambaran bahwa kerja kemanusiaan memiliki kebutuhan yang berlangsung setiap hari, bukan hanya ketika terjadi bencana atau ketika organisasi memperingati hari ulang tahun.
Karena itu, momentum HUT ke-81 dapat dimanfaatkan bukan sekadar untuk kegiatan seremonial, tetapi juga untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Donor darah, kerelawanan, bantuan sosial, maupun kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan merupakan bentuk kontribusi yang memiliki karakter berbeda, tetapi berangkat dari nilai yang sama. (Poerba)

















