Beranda Palembang Mahasiswa PVTO UPGRIP Magang di Tiga Industri Otomotif Palembang, Perkuat Kompetensi Kerja...

Mahasiswa PVTO UPGRIP Magang di Tiga Industri Otomotif Palembang, Perkuat Kompetensi Kerja 2026

14
0
Ketua Program Studi PVTO UPGRIP, Bz. Septeiyawan Abdullah, M.Pd., menekankan pentingnya pengalaman langsung di industri sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan etos kerja mahasiswa.(Foto:Poerba/cimutnews)

Mahasiswa PVTO UPGRIP Magang di Tiga Industri Otomotif Palembang, Perkuat Kompetensi Kerja 2026

PALembang, cimutnews.co.id

Meta Description: Mahasiswa PVTO UPGRIP menjalani magang mandiri di tiga industri otomotif Palembang selama tiga bulan untuk memperkuat keterampilan dan kesiapan kerja.

Mahasiswa PVTO UPGRIP Magang di Tiga Industri Otomotif Palembang, Perkuat Kompetensi Kerja 2026

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) memperkuat pendidikan vokasional berbasis industri melalui Program Magang Mandiri 2026 yang diikuti tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO). Selama tiga bulan, mulai 25 September hingga 25 Desember 2026, para mahasiswa ditempatkan di tiga perusahaan otomotif di Kota Palembang untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik profesional. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori otomotif, tetapi juga memahami standar operasional, keselamatan kerja, pelayanan konsumen, kedisiplinan, serta budaya kerja di lingkungan industri.

Tujuh Mahasiswa Ditempatkan di Tiga Industri Otomotif

Dalam pelaksanaan magang mandiri tersebut, tujuh mahasiswa PVTO UPGRIP disebar ke tiga perusahaan mitra yang bergerak di bidang layanan dan perawatan kendaraan bermotor di Palembang.

Adapun lokasi penempatan mahasiswa meliputi:

  • Honda Astra Plaju Palembang: dua mahasiswa.
  • Shop & Drive Lemabang Palembang: dua mahasiswa.
  • CV Sriwijaya Motor Palembang: tiga mahasiswa.

Penempatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja otomotif secara langsung, termasuk proses pelayanan, pemeliharaan kendaraan, serta penerapan prosedur kerja sesuai karakteristik masing-masing perusahaan.

Melalui pengalaman di tempat kerja, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan materi pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan teknis di lapangan.

Pendidikan Vokasional Dituntut Selaras dengan Kebutuhan Industri

Baca juga  Srimulya Dipilih Jadi Pilot Project Keluarga Sehat, Namun Tantangan Lingkungan Masih Menjadi Sorotan

Program Magang Mandiri 2026 mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI), terutama dalam pendidikan yang berorientasi pada keterampilan praktis.

Dalam bidang teknologi otomotif, perkembangan kendaraan, peralatan diagnostik, sistem perawatan, dan standar pelayanan menuntut calon tenaga kerja untuk terus memperbarui kompetensinya.

Pembelajaran di kampus memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan, sedangkan pengalaman magang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami penerapannya dalam situasi kerja yang sesungguhnya.

Selain kemampuan teknis, lingkungan industri juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun sikap profesional, seperti ketepatan waktu, komunikasi dengan rekan kerja, tanggung jawab terhadap pekerjaan, serta kepatuhan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ketua Prodi PVTO Tekankan Pentingnya Pengalaman Lapangan

Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif UPGRIP, Bz. Septeiyawan Abdullah, M.Pd., menekankan bahwa pengalaman langsung di industri merupakan bagian penting dalam proses pendidikan vokasional.

Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi perlu terus diselaraskan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Melalui kegiatan magang mandiri ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung di dunia industri, sehingga apa yang dipelajari di kampus dapat diterapkan secara nyata. Selain meningkatkan keterampilan, mahasiswa juga diharapkan memahami budaya dan etos kerja yang berlaku di industri,” demikian tujuan kegiatan magang tersebut.

Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasional tidak hanya diukur dari penguasaan materi perkuliahan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa menerapkan pengetahuan, beradaptasi, dan bekerja secara profesional.

Magang Menjadi Ruang Pembentukan Kompetensi dan Etos Kerja

Pelaksanaan magang selama tiga bulan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan ritme kerja industri. Mereka dapat mempelajari bagaimana pekerjaan dibagi, standar pelayanan diterapkan, serta tanggung jawab profesional dijalankan dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga  Gubernur Sumsel Tinjau Inovasi Pertanian di SSTP, Perkuat Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Berbasis Riset

Dari sisi kompetensi, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi bagian dari pengalaman magang:

  • Keterampilan teknis: penerapan pengetahuan otomotif dalam kegiatan praktik di lingkungan industri.
  • Keselamatan kerja: pemahaman terhadap prosedur dan penggunaan peralatan sesuai standar keselamatan.
  • Pelayanan konsumen: pengenalan terhadap komunikasi dan pelayanan dalam bisnis otomotif.
  • Kedisiplinan dan tanggung jawab: pembiasaan terhadap jam kerja, penyelesaian tugas, serta kepatuhan pada prosedur.
  • Budaya kerja: kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan tenaga profesional.

Pengalaman tersebut berpotensi menjadi bekal penting ketika mahasiswa memasuki pasar kerja, baik sebagai teknisi otomotif, tenaga pelayanan maupun tenaga profesional pada sektor terkait.

Kolaborasi Kampus dan Industri Penting bagi Kesiapan Lulusan

Keterlibatan perusahaan otomotif sebagai lokasi magang memiliki arti strategis bagi pendidikan vokasional. Interaksi mahasiswa dengan lingkungan industri dapat memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, sekaligus memperkenalkan standar kerja yang mungkin belum sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.

Dari perspektif pendidikan, program magang juga membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memperoleh masukan mengenai kesesuaian kurikulum dengan perkembangan industri. Pengalaman mahasiswa di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran praktik.

Namun, efektivitas program magang tidak hanya ditentukan oleh penempatan mahasiswa di perusahaan. Pendampingan dari dosen dan pembimbing industri, kesesuaian tugas dengan bidang keilmuan, serta evaluasi hasil praktik turut menjadi unsur penting dalam memastikan capaian pembelajaran.

Bagi mahasiswa, pengalaman selama magang dapat menjadi modal untuk membangun portofolio keterampilan dan meningkatkan kesiapan menghadapi proses rekrutmen setelah lulus.

Memperkuat Keterhubungan Pendidikan dan Dunia Kerja

Program Magang Mandiri 2026 yang dilaksanakan PVTO UPGRIP di tiga industri otomotif Palembang menunjukkan upaya perguruan tinggi memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus.

Baca juga  Sekda Sumsel Edward Chandra Resmi Sandang Gelar Doktor dari Universitas Sriwijaya

Dengan melibatkan Honda Astra Plaju, Shop & Drive Lemabang, dan CV Sriwijaya Motor, program ini memberikan ruang bagi tujuh mahasiswa untuk mengenal praktik kerja profesional selama periode 25 September hingga 25 Desember 2026.

Ke depan, keberlanjutan kerja sama antara perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan relevansi pendidikan vokasional. Evaluasi hasil magang, penguatan kompetensi teknis, serta pendampingan mahasiswa diharapkan dapat mendukung lahirnya lulusan yang siap menghadapi dinamika sektor otomotif.

Melalui pengalaman langsung di dunia industri, UPGRIP berupaya membekali mahasiswa PVTO tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kedisiplinan, dan etos kerja sebagai bekal memasuki dunia profesional.

(Poerba)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here