Beranda Nusantara Minat Pembuatan Paspor di MPP Kota Bandung Terus Meningkat, Wisata, Ibadah hingga...

Minat Pembuatan Paspor di MPP Kota Bandung Terus Meningkat, Wisata, Ibadah hingga Event Olahraga Internasional Jadi Pendorong

15
0
Petugas Imigrasi melayani masyarakat yang mengurus paspor elektronik di Mal Pelayanan Publik Kota Bandung. Tingginya minat masyarakat membuat kuota layanan paspor hampir selalu penuh setiap jadwal pelayanan. (Foto: Siti/CimutNews)

BANDUNG, cimutnews.co.id – Antusiasme masyarakat Kota Bandung untuk memiliki paspor terus mengalami peningkatan sepanjang 2026. Fenomena tersebut terlihat dari tingginya permintaan layanan keimigrasian di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung yang hampir selalu penuh setiap kali jadwal pelayanan dibuka.

Lonjakan permohonan paspor tidak lagi hanya didominasi kebutuhan perjalanan wisata maupun ibadah ke luar negeri. Aktivitas olahraga internasional, pendidikan, hingga berbagai agenda kompetisi global juga mulai menjadi faktor yang mendorong masyarakat mengurus dokumen perjalanan lebih awal.

Ketua Tim MPP Kota Bandung, Dicky Surya, mengatakan layanan imigrasi di MPP melayani pembuatan paspor baru maupun penggantian paspor elektronik dengan pilihan masa berlaku lima tahun dan sepuluh tahun.

“Kalau di MPP, alhamdulillah antreannya selalu sold out terus,” ujar Dicky di Mal Pelayanan Publik Kota Bandung, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, tingginya permintaan menunjukkan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat Bandung menuju berbagai negara, baik untuk kepentingan pribadi maupun profesional.

Layanan Dibuka Dua Kali Sepekan dengan Kuota Terbatas

Pelayanan paspor di MPP Kota Bandung dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis dengan kuota sebanyak 25 pemohon setiap hari pelayanan.

Masyarakat dapat mengambil nomor antrean melalui aplikasi Gampil mulai H-1 pukul 08.00 WIB. Sebelum melakukan pemesanan, pemohon wajib membuat akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar sebagai warga Kota Bandung.

“Untuk mengambil antrean, masyarakat harus membuat akun terlebih dahulu di aplikasi Gampil, kemudian mendaftarkan NIK dengan KTP Kota Bandung. Setelah itu baru bisa mengambil antrean layanan imigrasi,” jelas Dicky.

Sementara biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan pemerintah untuk paspor elektronik sebesar:

  • Rp650.000 untuk paspor elektronik masa berlaku lima tahun.
  • Rp950.000 untuk paspor elektronik masa berlaku sepuluh tahun.
Baca juga  Plt.Disnaker Kabupaten Blitar Menutup Pelatihan Klaster Kompetensi Skema Barista, Cetak Tenaga Kerja Kompeten Dan Bersertifikat

Besaran tarif tersebut mengacu pada ketentuan PNBP yang berlaku di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Wisata, Ibadah hingga Suporter Persib Dorong Lonjakan Permohonan

Petugas Imigrasi di MPP Kota Bandung, Dudi Saprial, mengungkapkan tingginya permohonan paspor memiliki pola yang cukup menarik. Selain musim liburan dan keberangkatan ibadah ke luar negeri, agenda olahraga internasional turut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pemohon.

Menurutnya, ketika klub sepak bola Persib Bandung menjalani pertandingan internasional, banyak pendukung yang mengurus paspor untuk memberikan dukungan langsung di luar negeri.

“Kalau ada event-event olahraga, terutama pertandingan Persib di luar negeri, biasanya banyak suporter yang mengurus paspor untuk berangkat mendukung tim kesayangannya. Animonya memang tinggi,” kata Dudi.

Fenomena tersebut menunjukkan perubahan karakter masyarakat yang semakin aktif melakukan perjalanan lintas negara, tidak hanya untuk bekerja atau berwisata, tetapi juga mendukung kegiatan olahraga internasional.

Persyaratan Pembuatan Paspor Relatif Mudah

Untuk pembuatan paspor baru, masyarakat cukup menyiapkan beberapa dokumen utama berupa:

  • KTP elektronik.
  • Akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah.
  • Kartu Keluarga.

Sedangkan bagi pemohon yang ingin mengganti atau memperpanjang paspor, dokumen yang dibutuhkan hanya KTP dan paspor lama.

“Untuk pelayanan di MPP, proses penyelesaiannya sekitar tujuh hari kerja sesuai jadwal layanan yang tersedia,” ujar Dudi.

Bandung Legend Siapkan Paspor Menuju Kompetisi Internasional di Jepang

Kemudahan layanan tersebut turut dirasakan Asep Mulyadi, Head Coach Bandung Legend.

Saat itu ia tengah mengurus paspor bagi 16 pemain muda dan lima orang ofisial yang akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti ajang lanjutan Liga Agung Podomoro (APL).

Kompetisi tersebut akan mempertemukan sekitar 50 tim dari berbagai negara, termasuk sejumlah akademi sepak bola yang memiliki reputasi internasional.

Baca juga  Sinergi TNI–Polri di Pegasing: Momen Hangat HUT ke-80 TNI di Aceh Tengah

“Kami membuat paspor untuk persiapan ke Jepang. Bandung Legend mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional tersebut,” ujar Asep.

Ia menilai pelayanan di MPP Kota Bandung berlangsung cepat, ramah, serta memberikan kepastian waktu penyelesaian.

“Pelayanannya luar biasa. Dari pertama masuk langsung disambut dengan ramah dan diarahkan. Prosesnya juga cepat, tidak ribet, tidak menyita waktu. Jadi sangat nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Tren Mobilitas Internasional Masyarakat Indonesia Terus Menguat

Meningkatnya permohonan paspor di Kota Bandung sejalan dengan tren pemulihan mobilitas internasional masyarakat Indonesia setelah beberapa tahun terdampak pandemi.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi terus memperluas akses pelayanan publik dengan menghadirkan layanan keimigrasian di berbagai Mal Pelayanan Publik. Langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik berbasis digital yang bertujuan memangkas waktu, biaya, serta memudahkan masyarakat memperoleh layanan administrasi negara.

Keberadaan layanan di MPP juga mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan agenda transformasi pelayanan publik nasional yang menjadi salah satu fokus pembangunan dalam RPJMN 2025–2029.

Pelayanan Terintegrasi Tingkatkan Efisiensi Administrasi

Keberadaan layanan imigrasi di Mal Pelayanan Publik memberikan kemudahan karena masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi.

Model pelayanan terpadu seperti ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat proses administrasi, sekaligus mengurangi potensi praktik percaloan karena seluruh tahapan dilakukan secara transparan melalui sistem antrean digital.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan paspor juga mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi, pendidikan, olahraga, dan pariwisata masyarakat yang memiliki keterhubungan dengan dunia internasional.

Paspor Kini Menjadi Kebutuhan Mobilitas Global

Meningkatnya jumlah permohonan paspor di Kota Bandung memperlihatkan perubahan fungsi paspor dari sekadar dokumen perjalanan menjadi bagian penting dari mobilitas global masyarakat. Jika sebelumnya kepemilikan paspor identik dengan perjalanan ibadah atau pekerjaan, kini semakin banyak masyarakat yang mengurus paspor untuk mengikuti kompetisi olahraga, pertukaran pelajar, kegiatan bisnis, hingga wisata keluarga.

Baca juga  Pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Blitar, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Blitar Mengapresiasi Pelantikan PMI Kabupaten Blitar Semakin Maju Dan Profesional

Fenomena ini juga menunjukkan meningkatnya daya saing sumber daya manusia Indonesia dalam berbagai bidang. Banyak atlet muda, pelajar, pelaku UMKM, hingga komunitas kreatif yang mulai aktif mengikuti kegiatan internasional sehingga kebutuhan terhadap layanan keimigrasian diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Dari sisi pelayanan publik, tingginya permintaan menjadi indikator positif terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada sistem pelayanan pemerintah yang semakin modern dan berbasis digital. Namun demikian, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi penyelenggara layanan untuk menjaga kualitas pelayanan, menyesuaikan kapasitas antrean, serta memastikan waktu penyelesaian tetap sesuai standar pelayanan.

Dalam jangka panjang, kemudahan akses layanan paspor di berbagai daerah diharapkan mampu mendukung target pembangunan nasional dalam meningkatkan konektivitas global, daya saing sumber daya manusia, serta pertumbuhan sektor pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan olahraga internasional. (Holil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here