Beranda Palembang 200 Paket Gizi Disalurkan di Sukarami, Cukupkah Menjawab Tantangan Gizi Keluarga?

200 Paket Gizi Disalurkan di Sukarami, Cukupkah Menjawab Tantangan Gizi Keluarga?

6
0
Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa bersama BAZNAS Kota Palembang menyerahkan paket gizi kepada warga Kecamatan Sukarami, Kamis (23/7/2026). (Foto: Poerba/CimutNews).

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program bantuan gizi kembali digulirkan di Kota Palembang. Sebanyak 200 paket berisi protein hewani disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Sukarami sebagai bagian dari Program Paket Gizi BAZNAS Kota Palembang Tahun 2026.

Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu keluarga penerima memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung upaya pencegahan berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan gizi.

Namun, di balik penyaluran bantuan itu, muncul pertanyaan yang masih relevan. Apakah distribusi paket gizi dalam jumlah terbatas mampu memberikan dampak yang berkelanjutan di tengah kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat?

Penyaluran bantuan berlangsung di Balai Kecamatan Sukarami, Kamis (23/7/2026), dengan dihadiri Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, jajaran Pemerintah Kota Palembang, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi Sastrani mengapresiasi konsistensi BAZNAS Kota Palembang dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah sehingga dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah bersama BAZNAS menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat perlindungan sosial, khususnya melalui peningkatan pemenuhan gizi keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi BAZNAS Kota Palembang yang terus konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan ini bukan hanya memberikan dukungan pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi keluarga penerima untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup,” ujar Dewi.

Ia menjelaskan, BAZNAS Kota Palembang selama ini menjalankan lima program utama, yakni Palembang Sehat, Palembang Peduli, Palembang Makmur, Palembang Cerdas, dan Palembang Taqwa. Program paket gizi merupakan bagian dari pilar Palembang Sehat yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dewi berharap cakupan program serupa dapat terus diperluas sehingga manfaat zakat semakin banyak dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga  Pemkot Palembang Cairkan Rp47,7 Miliar untuk THR, TPG, dan Gaji ke-13 Guru: Janji Ratu Dewa Resmi Terlaksana

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan pemenuhan gizi keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh bantuan sesaat. Stabilitas pendapatan rumah tangga, harga bahan pangan, hingga kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan protein secara rutin masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian masyarakat.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah warga mengaku bantuan pangan seperti ini sangat membantu, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Meski demikian, mereka berharap program serupa dapat berlangsung lebih berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pemerataan bantuan juga menjadi perhatian. Kecamatan Sukarami memang menjadi lokasi penyaluran tahun ini, namun masih terdapat wilayah lain yang memiliki kebutuhan serupa sehingga distribusi program secara bergilir menjadi hal yang dinantikan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kota Palembang, Ridwan Nawawi, mengatakan pelaksanaan Program Paket Gizi memang dirancang bergantian setiap tahun agar seluruh kecamatan memiliki kesempatan menerima manfaat zakat.

“Tahun ini Kecamatan Sukarami mendapat kesempatan menjadi lokasi pelaksanaan program. Kami menyalurkan 200 paket gizi yang berisi daging segar sebagai sumber protein hewani berkualitas,” ujarnya.

Sebanyak tujuh kelurahan menerima distribusi bantuan tersebut, yakni Sukabangun, Sukajaya, Sukarami, Kebun Bunga, Talang Betutu, Sukodadi, dan Talang Jambe.

Ridwan juga mengapresiasi para muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat melalui BAZNAS Kota Palembang. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi fondasi utama berbagai program sosial dan pemberdayaan yang dijalankan lembaga tersebut.

Ia mengajak masyarakat terus memperkuat budaya gotong royong melalui zakat sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Meski demikian, efektivitas program bantuan gizi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat masih membutuhkan evaluasi berkelanjutan. Belum ada penjelasan rinci mengenai indikator keberhasilan program setelah bantuan diterima maupun dampaknya terhadap kondisi gizi keluarga penerima dalam jangka panjang.

Baca juga  Prosesi Pelepasan Jenazah Alex Noerdin di Palembang Digelar Kedinasan, Herman Deru Pimpin Upacara Penghormatan Terakhir

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah bantuan pangan yang diberikan secara periodik mampu menjadi solusi berkelanjutan, atau masih diperlukan program pendamping lain seperti edukasi gizi, peningkatan ekonomi keluarga, hingga penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Hingga kini, belum semua tantangan pemenuhan gizi masyarakat dapat dijawab hanya melalui bantuan sosial. Program kolaborasi pemerintah dan BAZNAS menjadi langkah positif, namun keberhasilannya pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kesinambungan program serta sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here