
PANGKALAN BALAI, cimutnews.co.id – Kabupaten Banyuasin tidak hanya mendorong prestasi generasi mudanya di ajang Putra Putri Wisata Indonesia 2026, tetapi juga melihat momentum tersebut sebagai peluang memperluas promosi potensi wisata, budaya, UMKM, dan kearifan lokal daerah ke tingkat nasional.
Dukungan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, saat menerima audiensi Putra Putri Wisata Indonesia 2026 perwakilan Sumatera Selatan, Putri Aulia Ramadhani, di Ruang Rapat Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Selasa (11/8/2026).
Dalam audiensi tersebut, Nabila memberikan dukungan kepada Putri Aulia Ramadhani dan Muhammad Ridho, dua putra-putri Banyuasin yang dipercaya membawa nama Sumatera Selatan dalam ajang Putra Putri Wisata Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus.
Bagi Banyuasin, keterlibatan keduanya memiliki arti lebih luas daripada sekadar mengikuti kompetisi. Ajang tersebut dapat menjadi ruang promosi bagi daerah ketika peserta memperkenalkan destinasi, tradisi, produk lokal, hingga karakter masyarakat Banyuasin kepada publik di luar Sumatera Selatan.
“Kami tentu sangat bangga dan memberikan dukungan kepada Putri Aulia dan Muhammad Ridho sebagai putra-putri terbaik Banyuasin yang membawa nama Sumatera Selatan. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, UMKM, dan kearifan lokal Banyuasin. Tetap rendah hati, terus belajar, dan berikan yang terbaik,” ujar Nabila.
Duta Wisata Tak Sekadar Kompetisi
Peran generasi muda dalam promosi destinasi semakin penting di tengah perubahan pola konsumsi informasi wisata. Promosi tidak lagi hanya bergantung pada agenda pemerintah atau materi promosi konvensional, tetapi juga pada kemampuan individu dan komunitas membangun cerita tentang suatu daerah melalui berbagai kanal digital.
Karena itu, keberadaan Putra Aulia Ramadhani dan Muhammad Ridho sebagai wakil Sumatera Selatan dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan Banyuasin melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Potensi tersebut sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional 2025–2029. Kementerian Pariwisata menetapkan pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai prioritas, dengan sasaran meningkatkan nilai tambah dan daya saing kepariwisataan. Strateginya antara lain mencakup penguatan tata kelola destinasi, rantai pasok yang inklusif, kompetensi sumber daya manusia, pemasaran yang bertanggung jawab, serta keberlanjutan lingkungan.
Arah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan RPJMN 2025–2029 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Dalam dokumen strategis Kementerian Pariwisata, pengembangan pariwisata ditempatkan sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045
Artinya, promosi wisata daerah idealnya tidak berhenti pada peningkatan popularitas destinasi. Promosi harus terhubung dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, ekonomi kreatif, perajin, pelaku kuliner, penyedia jasa wisata, serta komunitas budaya.
TP-PKK Evaluasi Program di 21 Kecamatan
Selain menerima audiensi, Nabila pada kesempatan yang sama memimpin rapat rutin TP-PKK Kabupaten Banyuasin. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta pengurus TP-PKK Banyuasin.
Agenda rapat diarahkan pada persiapan dan evaluasi pelaksanaan gerakan TP-PKK yang telah berjalan di 21 kecamatan di Kabupaten Banyuasin.
Evaluasi menjadi penting karena cakupan wilayah tersebut membuat pelaksanaan program tidak cukup hanya mengandalkan agenda tingkat kabupaten. Program pemberdayaan keluarga perlu diterjemahkan ke dalam kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan, desa, hingga keluarga.
Sebelumnya, TP-PKK Banyuasin juga telah menetapkan penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas program sebagai bagian dari arah kerja 2026. Dalam evaluasi program, sejumlah sasaran yang dikedepankan mencakup ketahanan pangan keluarga, kesehatan, pencegahan stunting, kondisi rumah sehat, serta penguatan kapasitas kelembagaan PKK.
Kegiatan TP-PKK Banyuasin juga mencakup pemberdayaan ekonomi keluarga. Dalam pembinaan 10 Program Pokok PKK, misalnya, terdapat agenda yang berkaitan dengan UP2K PKK, pemanfaatan pekarangan melalui HATINYA PKK, pembinaan administrasi, serta dukungan terhadap transformasi Posyandu.
Pemberdayaan Keluarga dan Ekonomi Lokal Saling Berkaitan
Secara nasional, pendekatan pemberdayaan keluarga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat. Keluarga bukan hanya menjadi sasaran program sosial, tetapi juga salah satu basis pengembangan pendidikan, kesehatan, keterampilan, ketahanan pangan, dan ekonomi.
Dokumen kebijakan pemerintah juga menempatkan pemberdayaan kader PKK dalam pengelolaan 10 Program Pokok PKK, termasuk pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, pangan, serta perencanaan sehat.
Di sisi ekonomi, BPS Kabupaten Banyuasin masih melakukan pendataan Industri Mikro Kecil (IMK) sebagai bagian dari penyediaan informasi untuk mengukur perkembangan produksi sektor tersebut. Data IMK penting karena dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi dan pemetaan aktivitas usaha masyarakat.
Konteks tersebut memperlihatkan mengapa promosi wisata, budaya dan UMKM yang dibawa oleh duta daerah memiliki peluang untuk dikaitkan dengan pemberdayaan keluarga. Ketika promosi berhasil meningkatkan perhatian terhadap suatu destinasi atau produk lokal, manfaat akhirnya dapat mengalir kepada masyarakat apabila ekosistem usaha dan pelaku lokal telah siap. (Noto)

















