Beranda Musi Banyuasin Jamnas XII 2026, 74 Pramuka Muba Dilepas Bupati Toha untuk Misi Nasional...

Jamnas XII 2026, 74 Pramuka Muba Dilepas Bupati Toha untuk Misi Nasional di Cibubur

2
0
Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet melepas kontingen Pramuka Muba menuju Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur, Selasa (11/8/2026). (Foto: Poerba/CimutNews)

SEKAYU, cimutnews.co.id – Jamnas XII 2026 menjadi momentum bagi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk mengirimkan kontingen Pramuka ke tingkat nasional. Sebanyak 74 orang kontingen Muba dilepas Bupati Muba H M Toha Tohet SH di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (11/8/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan di Cibubur.

Pelepasan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen selaku Wakil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Muba serta jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Muba. Kontingen akan menjalani kegiatan selama tujuh hari dalam agenda nasional yang mempertemukan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Muba Titip Nama Baik Daerah

Bupati Toha meminta seluruh anggota kontingen tidak melihat Jambore Nasional hanya sebagai kegiatan perkemahan atau ajang menunjukkan keterampilan. Menurut dia, keberangkatan ke Cibubur sekaligus membawa identitas Kabupaten Muba di hadapan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

“Kalian berangkat bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa nama, bendera dan kehormatan Kabupaten Muba. Tunjukkan sikap yang sopan, ramah dan berkarakter khas masyarakat Muba,” kata Toha.

Pesan tersebut menempatkan etika sebagai bagian penting dari misi kontingen. Kemampuan teknis dan ketangkasan memang menjadi bagian dari kegiatan kepramukaan, tetapi pengalaman berada dalam forum nasional juga menguji kedisiplinan, kemandirian, kemampuan berinteraksi, serta cara peserta merepresentasikan daerah asalnya.

Bukan Sekadar Adu Keterampilan

Toha juga mendorong peserta memanfaatkan Jamnas XII sebagai ruang belajar lintas daerah. Pertemuan tersebut memungkinkan anggota Pramuka Muba mengenal karakter, kebudayaan, kebiasaan, dan pengalaman peserta dari berbagai penjuru Nusantara.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk menjalin persahabatan dengan peserta dari seluruh penjuru Nusantara. Pelajari kebudayaan daerah lain dan bagikan juga kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Muba,” ujarnya.

Baca juga  BPJS Ketenagakerjaan Diperkuat, Tapi Apakah Seluruh Pekerja Muba Sudah Terlindungi?

Arahan itu menunjukkan bahwa nilai strategis Jambore Nasional tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Jejaring pertemanan yang terbentuk antarpeserta berpotensi menjadi pengalaman sosial yang bertahan lebih panjang dibandingkan agenda perlombaan atau kegiatan selama perkemahan.

Kesehatan dan Pendampingan Jadi Perhatian

Selain meminta peserta menjaga nama baik daerah, Bupati Toha mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama kegiatan. Peserta diminta disiplin mengikuti arahan pembina dan memperhatikan kesehatan selama berada di lokasi jambore.

Para pembina dan pendamping juga diminta memastikan anggota kontingen memperoleh pengawasan dan pendampingan yang memadai. Faktor tersebut penting karena kegiatan perkemahan nasional berlangsung dalam lingkungan yang berbeda dari rutinitas peserta sehari-hari.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Muba dr. Drs. H. Iskandar Syahriyanto, MH mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Muba menjadi dorongan bagi kontingen untuk tampil maksimal.

“Yang paling penting, jaga kesehatan, etika dan nama baik Kabupaten Muba. Tunjukkan bahwa Pramuka Muba mampu bersaing dan memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” kata Iskandar.

Jamnas XII 2026 Jadi Ruang Pertemuan Pramuka Nasional

Kontingen Muba dijadwalkan mengikuti rangkaian Jamnas XII selama tujuh hari di Cibubur. Berdasarkan informasi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jamnas XII 2026 merupakan pertemuan nasional Pramuka Penggalang yang digelar lima tahun sekali. Logo kegiatan yang diluncurkan Kwarnas pada April 2026 mengangkat simbol bulir padi dan semangat swasembada pangan

Skala kegiatan semacam ini membuat pengalaman kontingen daerah memiliki nilai pendidikan yang lebih luas. Pada Jamnas XI 2022 di Cibubur, Kwarnas mencatat 8.042 Pramuka Penggalang mengikuti kegiatan, disertai pembina pendamping dan pimpinan kontingen dari berbagai daerah, termasuk peserta berkebutuhan khusus serta perwakilan Pramuka dari luar negeri.

Baca juga  Pemkab Muba Percepat Penertiban Aset dan Tapal Batas Desa, Sekayu Jadi Titik Awal

Data tersebut menjadi pembanding penting. Artinya, keberangkatan 74 orang dari Muba bukan sekadar agenda daerah, tetapi bagian dari proses membawa pengalaman lokal ke dalam ruang interaksi Pramuka berskala nasional.

Dari Cibubur ke Pengalaman Jangka Panjang

Kegiatan nasional seperti Jamnas memiliki manfaat yang tidak selalu dapat diukur melalui prestasi atau penghargaan. Kemampuan beradaptasi, bekerja dalam kelompok, berkomunikasi dengan orang dari latar belakang berbeda, dan menyelesaikan persoalan secara mandiri merupakan pengalaman yang dapat terbawa ketika peserta kembali ke sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Pada Jamnas XI 2022, Kwarnas juga menekankan tujuan kegiatan pada pembentukan sikap, kemandirian, keterampilan, persatuan, dan penghayatan Kode Kehormatan Pramuka. Dengan demikian, keikutsertaan kontingen daerah idealnya dipandang sebagai bagian dari pendidikan karakter, bukan hanya perjalanan mengikuti kegiatan nasional.

Tantangan Setelah Pelepasan Justru Dimulai

Pelepasan kontingen pada dasarnya baru merupakan tahap awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana peserta mampu menerjemahkan pesan pemerintah daerah menjadi perilaku nyata selama tujuh hari kegiatan: disiplin terhadap jadwal, menjaga kesehatan, menghormati peserta lain, serta mengikuti ketentuan pembina.

Bagi Muba, keberhasilan kontingen juga tidak semata ditentukan oleh apakah peserta membawa pulang penghargaan. Ukuran yang lebih luas adalah apakah mereka kembali dengan pengalaman, jaringan persahabatan, keterampilan, dan perspektif baru yang kemudian dapat dibagikan kepada anggota Pramuka lain di daerah. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here