
PAGAR ALAM, cimutnews.co.id —Pemerintah Kota Pagar Alam mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang kedatangan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Zaily Oktosab Fitri Abidin, di ruang kerja Sekda, Rabu (3/6/2026).
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut dilibatkan guna memastikan seluruh agenda kunjungan berjalan sesuai rencana.
Kunjungan gubernur tentu menjadi momentum penting bagi daerah. Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Selatan itu kerap diharapkan mampu membawa perhatian lebih terhadap berbagai kebutuhan pembangunan yang ada di daerah.
Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas kesiapan teknis, koordinasi lintas OPD, hingga dukungan terhadap kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama kunjungan berlangsung.
Menurut pihak pemerintah daerah, keterlibatan seluruh perangkat daerah diperlukan agar agenda yang telah disusun dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang diharapkan.
Namun, di balik berbagai persiapan yang dilakukan, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian sebagian masyarakat.
Apakah kunjungan tersebut akan menghasilkan kebijakan konkret yang langsung dirasakan warga, atau hanya sebatas agenda seremonial seperti yang kerap terjadi dalam berbagai kunjungan pejabat sebelumnya?
Kunjungan gubernur biasanya membawa sejumlah agenda strategis, mulai dari peninjauan pembangunan, evaluasi program daerah, hingga pembahasan berbagai kebutuhan yang memerlukan dukungan pemerintah provinsi.
Masyarakat tentu berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi Kota Pagar Alam.
Mulai dari kebutuhan peningkatan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, pengembangan pariwisata, hingga dukungan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Meski berbagai program pembangunan terus berjalan, sejumlah warga mengaku masih menantikan percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang dirasakan sehari-hari.
Berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur lingkungan yang dinilai perlu perhatian lebih, terutama di beberapa wilayah permukiman dan akses pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, sebagian pelaku usaha berharap kunjungan gubernur tidak hanya menjadi agenda penyambutan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata yang berdampak pada peningkatan investasi dan pergerakan ekonomi daerah.
Hingga kini, belum semua harapan masyarakat terkait pembangunan daerah dapat terwujud secara merata.
Suara dari Masyarakat
Sejumlah warga yang ditemui mengaku menyambut baik rencana kunjungan gubernur ke Kota Pagar Alam.
Namun mereka berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan dokumentasi semata.
“Kami tentu senang jika gubernur datang. Tapi yang paling penting adalah apa hasilnya nanti untuk masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Pendapat serupa juga disampaikan beberapa pelaku usaha yang berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan potensi ekonomi daerah.
Tantangan yang Masih Ada
Kunjungan pejabat tinggi daerah sering kali menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.
Namun efektivitasnya sangat bergantung pada tindak lanjut setelah kunjungan berlangsung.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana berbagai aspirasi yang disampaikan nantinya akan benar-benar ditindaklanjuti menjadi program nyata.
Belum ada penjelasan rinci mengenai agenda strategis apa saja yang akan menjadi fokus utama dalam kunjungan tersebut.
Padahal, kejelasan agenda sering menjadi indikator penting untuk mengukur dampak yang dapat dirasakan masyarakat setelah kunjungan berakhir.
Hingga kini, perhatian publik masih tertuju pada hasil konkret yang akan lahir dari kunjungan tersebut.
Apakah kehadiran gubernur akan membawa percepatan pembangunan dan solusi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, atau justru kembali menjadi agenda seremonial yang manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan warga? (Hafis)

















