Beranda Utama Pemkot Palembang Gandeng UMP Perkuat Pendidikan, Riset, dan Target Dokter Spesialis di...

Pemkot Palembang Gandeng UMP Perkuat Pendidikan, Riset, dan Target Dokter Spesialis di Puskesmas

9
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat membahas tindak lanjut kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Senin (28/9/2026), untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.(Foto:Poerba/cimutneews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota Palembang memperkuat kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas penelitian perkotaan, serta mendukung pengembangan pelayanan kesehatan. Kolaborasi tersebut diarahkan agar tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), tetapi diwujudkan melalui program konkret yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD).

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si., saat bersilaturahmi sekaligus menindaklanjuti kerja sama dengan UMP di kantor Pemkot Palembang, Senin (28/9/2026). Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari peningkatan kualifikasi tenaga pendidik dan aparatur sipil negara (ASN), penguatan riset, hingga dukungan terhadap rencana pembentukan Fakultas Kedokteran UMP.

Pemkot Palembang Dorong MoU dengan UMP Berbuah Program Nyata

Ratu Dewa menegaskan, kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang terukur dan sesuai kebutuhan pembangunan kota. Menurut dia, terdapat tiga substansi utama yang menjadi landasan kolaborasi, yakni pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM dan penelitian.

“Kerja sama yang sudah kita bangun ini harus diterjemahkan lebih spesifik di tingkat OPD. Ada tiga substansi pokok, yaitu pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia dan penelitian,” ujar Ratu Dewa.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki kapasitas akademik dan sumber daya keilmuan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan perkotaan. Melalui penelitian bersama, kebijakan pemerintah diharapkan memiliki landasan ilmiah yang lebih kuat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Penelitian akademik untuk mendukung kebijakan daerah

Keterlibatan akademisi menjadi salah satu aspek penting dalam kerja sama tersebut. Pemkot Palembang mendorong UMP agar terlibat langsung dalam kajian dan penelitian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi kota, sehingga hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan.

Ratu Dewa mengingatkan bahwa kesepakatan kerja sama perlu disertai tindak lanjut yang jelas. Pelaksanaan program nantinya akan melibatkan OPD teknis sesuai bidang dan kewenangan masing-masing, bersama pihak universitas.

Baca juga  Pengawasan Internal Kemnaker Berbasis Risiko Didorong Preventif dan Strategis oleh Menaker Yassierli

Pendekatan ini membuka peluang agar hasil penelitian tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan publik.

Pemkot Palembang Targetkan Peningkatan Pendidikan Guru dan ASN

Salah satu agenda utama yang disoroti adalah peningkatan kualifikasi pendidikan tenaga pendidik dan aparatur pemerintahan. Pemkot Palembang mendorong agar setiap sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayahnya memiliki sedikitnya satu tenaga pengajar berpendidikan magister atau Strata 2 (S-2).

Target tersebut menunjukkan perhatian pemerintah kota terhadap penguatan kompetensi tenaga pendidik. Namun, realisasinya memerlukan pemetaan kebutuhan guru, ketersediaan tenaga pengajar, dukungan pembiayaan pendidikan, serta pengaturan waktu belajar agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Baru 11 orang bergelar doktor dari sekitar 22.000 pegawai

Selain tenaga pendidik, peningkatan kapasitas ASN dan tenaga honorer juga menjadi perhatian. Ratu Dewa mengungkapkan, dari sekitar 22.000 ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemkot Palembang, baru 11 orang yang telah menyelesaikan pendidikan doktor atau Strata 3 (S-3).

“Kita ingin meningkatkan kualitas SDM, baik tenaga pendidik maupun aparatur. Karena itu, kita membuka peluang kerja sama dengan UMP untuk memberikan kesempatan kepada pegawai Pemkot Palembang melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 maupun S-3,” jelasnya.

Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah kota untuk mendorong peningkatan kompetensi pegawai melalui pendidikan lanjutan. Meski demikian, jumlah pegawai bergelar doktor saja belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan kualitas aparatur, karena kompetensi teknis, pengalaman kerja, dan kemampuan memberikan pelayanan publik juga menjadi faktor penting.

Kerja sama dengan UMP diharapkan dapat membuka akses pendidikan lanjutan bagi pegawai yang memenuhi persyaratan, sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan profesional di lingkungan pemerintahan.

UMP Didorong Perkuat Pelayanan Kesehatan di Palembang

Baca juga  Forkopimda OKI Solid Kawal Masyarakat Rayakan Malam Pergantian Tahun Baru

Kerja sama Pemkot Palembang dan UMP juga menyentuh sektor kesehatan, terutama melalui dukungan terhadap rencana pembentukan Fakultas Kedokteran di universitas tersebut. Rencana ini dinilai memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pemerintah kota dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat dan ketersediaan tenaga medis.

Ratu Dewa menyatakan, Pemkot Palembang mendukung rencana pendirian fakultas tersebut karena sejalan dengan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Kita juga mendukung rencana pembentukan Fakultas Kedokteran di UMP. Ini sejalan dengan program pemerintah kota untuk memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk target ketercukupan dokter spesialis di setiap puskesmas,” katanya.

Pemenuhan dokter spesialis menjadi perhatian

Pemkot Palembang menargetkan ketercukupan satu dokter spesialis untuk setiap puskesmas. Target ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan medis sesuai kebutuhan.

Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang. Pembentukan fakultas kedokteran tidak serta-merta menghasilkan dokter spesialis dalam waktu singkat, karena pendidikan dokter, pendidikan profesi, serta pendidikan dokter spesialis memiliki tahapan dan persyaratan tersendiri.

Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi berpotensi menjadi bagian dari strategi pengembangan tenaga kesehatan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan fasilitas pelayanan, ketersediaan tenaga pengajar, perizinan pendidikan, dan pembiayaan.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Perlu Terukur

Kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memiliki ruang lingkup yang lebih luas daripada penyelenggaraan pendidikan formal. Dalam konteks pembangunan perkotaan, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penelitian, pendampingan masyarakat, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas aparatur.

Bagi Palembang, sinergi tersebut berpotensi mendukung penyelesaian berbagai persoalan perkotaan melalui pendekatan berbasis kajian. Akan tetapi, efektivitasnya sangat bergantung pada pemilihan prioritas, kejelasan pembagian tugas, ketersediaan anggaran, serta penerapan hasil penelitian dalam kebijakan.

Tindak lanjut OPD menjadi kunci keberhasilan

Ratu Dewa menegaskan bahwa implementasi kerja sama akan ditindaklanjuti oleh OPD teknis di lingkungan Pemkot Palembang bersama UMP melalui program dan kegiatan yang lebih konkret.

Baca juga  Pemkab Bekasi Jemput Bola Urus NIB dan Sertifikat Halal, Sasar 170 Desa untuk Perluas Legalitas UMKM

Dari sisi tata kelola, langkah berikutnya adalah menerjemahkan kesepakatan umum menjadi rencana kerja yang memiliki sasaran, jadwal, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi. Dengan demikian, manfaat kerja sama dapat diukur dan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.

Sebagai pembanding, penilaian terhadap capaian kerja sama ini nantinya perlu menggunakan indikator yang relevan, seperti jumlah guru yang memenuhi kualifikasi S-2, peningkatan pegawai yang melanjutkan pendidikan, hasil penelitian yang diterapkan dalam kebijakan, serta perkembangan pemenuhan tenaga medis di puskesmas. Angka pembanding nasional maupun data awal terperinci belum disertakan dalam keterangan yang tersedia, sehingga belum dapat digunakan untuk mengukur posisi Palembang secara kuantitatif.

Kerja Sama UMP dan Pemkot Palembang Berorientasi pada Kebutuhan Masyarakat

Kolaborasi antara Pemkot Palembang dan UMP menempatkan pendidikan, penelitian, pengembangan SDM, serta kesehatan sebagai agenda yang saling berkaitan. Penguatan kapasitas guru dan aparatur diharapkan mendukung peningkatan mutu pelayanan, sementara penelitian akademik dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.

Sementara itu, dukungan terhadap rencana Fakultas Kedokteran UMP dan target pemenuhan dokter spesialis di puskesmas menjadi bagian dari agenda penguatan layanan kesehatan. Realisasinya tetap membutuhkan tahapan perencanaan, pemenuhan persyaratan pendidikan, serta koordinasi lintas instansi.

Keberhasilan kerja sama ini pada akhirnya akan ditentukan oleh manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Pemkot Palembang dan UMP diharapkan mampu menerjemahkan kesepakatan menjadi program berkelanjutan, dengan capaian yang transparan dan dapat dievaluasi. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here