Beranda Ogan Ilir Program PKK Dievaluasi, Namun Dampaknya Belum Sepenuhnya Terlihat

Program PKK Dievaluasi, Namun Dampaknya Belum Sepenuhnya Terlihat

51
0
Kunjungan Ketua TP PKK Sumsel dalam kegiatan monev di Ogan Ilir (Foto:Sandi/cimutnews.co.id)

OGAN ILIR, cimutnews.co.id — Program PKK terus didorong agar berjalan hingga tingkat desa.

Namun di lapangan, tidak semua program disebut sudah memberikan dampak nyata.

Lalu, sejauh mana implementasi sebenarnya berjalan?

Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan, Feby Deru, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (23/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program PKK di daerah.

Agenda tersebut menekankan pentingnya memastikan program tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dijalankan hingga ke tingkat desa.

Selain itu, dalam kunjungan tersebut juga diserahkan bantuan stimulan untuk mendukung kegiatan PKK di daerah.

Feby Deru menegaskan bahwa program PKK harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program kerja tidak boleh hanya menjadi dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui kegiatan yang berdampak langsung,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengurus daerah untuk lebih kreatif dalam mengadaptasi program sesuai kebutuhan lokal.

Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani, menyebut kunjungan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas program PKK.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, implementasi program PKK belum sepenuhnya merata di semua wilayah.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah kegiatan masih bersifat administratif dan belum maksimal menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan di beberapa desa yang aktif menjalankan program, sementara wilayah lain diduga masih terbatas pada kegiatan rutin tanpa inovasi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah seluruh program PKK benar-benar telah berjalan efektif, atau masih sebatas formalitas kegiatan?

Sejumlah warga mengaku belum merasakan dampak signifikan dari program PKK.

“Kadang ada kegiatan, tapi tidak rutin dan belum terasa manfaatnya,” ujar seorang warga.

Pengurus tingkat desa juga menyebut adanya kendala dalam pelaksanaan program.

Baca juga  Gubernur Herman Deru Tinjau Jalan dan Jembatan Rusak di Ogan Ilir, Warga Harap Dibangun Beton Permanen

“Programnya ada, tapi butuh dukungan dan pendampingan agar bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.

Secara konsep, PKK memiliki peran strategis dalam pembangunan keluarga dan pemberdayaan perempuan.

Namun efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di tingkat bawah.

Jika hanya fokus pada pertemuan rutin tanpa program yang berdampak langsung, maka tujuan besar sulit tercapai.

Selain itu, keterbatasan sumber daya dan kurangnya inovasi diduga menjadi faktor yang memengaruhi capaian program.

Hingga kini, belum semua wilayah mampu mengoptimalkan potensi program PKK secara maksimal.

Monitoring dan evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas program PKK.

Namun kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Apakah ke depan program ini akan benar-benar dirasakan masyarakat secara luas, atau tetap berjalan sebatas rutinitas organisasi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here