Beranda Banyuasin Terungkap, Peran Satlinmas Kini Tak Sekadar Pelengkap

Terungkap, Peran Satlinmas Kini Tak Sekadar Pelengkap

4
0
Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., mengikuti Apel Akbar Satlinmas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport City, Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Ribuan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) berkumpul di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (28/8/2026).

Mereka mengikuti Apel Akbar Satlinmas dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, yang dirangkaikan dengan Deklarasi, Pelantikan, dan Pengukuhan DPP serta DPD Kaslinmas se-Indonesia. Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Namun, apel akbar ini bukan sekadar seremoni. Ada pesan yang lebih besar di balik pengerahan ribuan anggota Satlinmas dari berbagai daerah: tuntutan agar kekuatan perlindungan masyarakat benar-benar mampu bekerja ketika gangguan keamanan, ketertiban, maupun bencana muncul di tengah warga.

Pertanyaannya, seberapa siap Satlinmas menjalankan peran tersebut sampai ke tingkat desa dan kelurahan?

Bukan Sekadar Pelengkap

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menegaskan bahwa Satlinmas tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

Menurut Bima Arya, Satlinmas merupakan bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu terus dibina, diberdayakan, dan ditingkatkan kapasitasnya.

“Satlinmas tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap kegiatan belaka,” ujar Bima Arya dalam kegiatan tersebut.

Ia menekankan bahwa Satlinmas harus mampu bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah desa dan kelurahan, hingga masyarakat.

Pesan itu menjadi penting karena posisi Satlinmas berada sangat dekat dengan kehidupan warga. Mereka berada di lingkungan desa dan kelurahan, sehingga secara fungsi dapat menjadi salah satu unsur yang mengetahui lebih awal ketika muncul potensi gangguan.

Karhutla Jadi Perhatian

Salah satu penekanan yang disampaikan Wamendagri adalah peningkatan kemampuan Satlinmas dalam melakukan pencegahan serta deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga  Sadis! Sales Telkomsel Dibegal di Banyuasin, Alami Luka Parah Disabet Sajam

Isu ini bukan perkara kecil bagi daerah yang memiliki wilayah rawan kebakaran. Kemampuan mendeteksi potensi gangguan sejak awal dapat menjadi pembeda antara persoalan yang cepat dikendalikan dengan kondisi yang berkembang menjadi lebih besar.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kemampuan deteksi dini tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan personel.

Kapasitas anggota, koordinasi, kecepatan pelaporan, dukungan peralatan, serta kejelasan pembagian tugas menjadi bagian yang menentukan efektivitas Satlinmas ketika menghadapi situasi darurat.

Karena itu, apel akbar tersebut membawa tantangan yang lebih panjang daripada sekadar momentum pengukuhan.

Tiga Hal yang Disorot

Bima Arya setidaknya menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian Satlinmas.

Pertama, peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggota.

Kedua, penguatan sinergi dengan seluruh unsur terkait.

Ketiga, pendekatan kepada masyarakat melalui semangat gotong royong dan kewaspadaan lingkungan.

Ketiga hal tersebut saling berkaitan.

Satlinmas yang memiliki personel tetapi tidak didukung kemampuan memadai tentu menghadapi keterbatasan. Begitu pula koordinasi yang lemah dapat membuat informasi dari tingkat masyarakat tidak segera diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan apabila masyarakat juga tidak dilibatkan dalam menjaga lingkungan dan melakukan deteksi awal terhadap potensi gangguan.

Artinya, penguatan Satlinmas bukan hanya persoalan menambah jumlah anggota. Ada pekerjaan lanjutan untuk memastikan anggota memahami tugas, mampu bertindak sesuai kewenangan, dan memiliki jalur koordinasi yang jelas.

Banyuasin dan Tantangan Sampai Desa

Kehadiran Bupati Banyuasin dalam apel tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib, tenteram, dan terlindungi.

Satlinmas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus memberikan pelayanan dan perlindungan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Baca juga  Panen Raya IP 200 Banyuasin Tembus 1,044 Juta Ton, Bupati Dorong Percepatan Panen Hadapi Hama Tikus

Di sinilah tantangan sebenarnya berada.

Sebab, ukuran keberhasilan Satlinmas bukan hanya terlihat ketika ribuan personel berdiri dalam satu barisan di stadion.

Ukuran yang lebih penting justru ketika masyarakat membutuhkan mereka dalam situasi nyata: saat terjadi gangguan ketertiban, bencana, kebakaran, atau kondisi lain yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Hingga kini, belum semua aspek tersebut dapat diukur hanya dari sebuah apel akbar.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah penguatan kapasitas, sinergi lintas sektor, dan semangat gotong royong yang ditekankan dalam apel tersebut benar-benar akan diterjemahkan menjadi kesiapsiagaan nyata hingga tingkat desa dan kelurahan?

Jawabannya tentu akan terlihat bukan di atas podium, melainkan ketika Satlinmas berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here