Beranda Palembang Pengecatan Besar-Besaran Jelang HUT Palembang, Namun Warga Soroti Kondisi Jalan

Pengecatan Besar-Besaran Jelang HUT Palembang, Namun Warga Soroti Kondisi Jalan

9
0
Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim meninjau pengecatan trotoar dan marka jalan di Jalan Jenderal Sudirman menjelang HUT Palembang ke-1343. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1343, Pemerintah Kota Palembang mulai melakukan pengecatan trotoar, median, hingga marka jalan di sejumlah ruas utama kota.

Program ini disebut sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Palembang agar terlihat lebih rapi, bersih, dan nyaman saat momentum perayaan berlangsung.

Namun di sisi lain, kondisi berbeda justru masih dirasakan di sejumlah titik jalan lain yang dinilai warga belum mendapatkan perhatian serupa.

Lalu, apakah pembenahan ini benar-benar menyentuh seluruh kebutuhan kota atau baru sebatas kawasan prioritas?

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, turun langsung meninjau proses pengecatan trotoar dan marka jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (2/6/2026).

Jalan tersebut menjadi salah satu koridor utama yang disebut sebagai wajah Kota Palembang karena dilalui masyarakat dan tamu dari luar daerah.

Pemkot Palembang menyebut total ruas jalan yang menjadi sasaran penataan mencapai sekitar 90 kilometer, termasuk median jalan di beberapa titik strategis.

Kegiatan tersebut dilakukan menjelang perayaan HUT Kota Palembang yang tahun ini memasuki usia ke-1343.

Dalam keterangannya, Aprizal mengatakan penataan dilakukan untuk menghadirkan suasana kota yang lebih representatif.

“Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu koridor utama dan wajah Kota Palembang, sehingga perlu ditata dengan baik agar memberikan kesan nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke Palembang,” ujarnya.

Ia juga mengakui terdapat tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan karena sebagian ruas jalan berstatus jalan nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaksanaan penataan memiliki keterbatasan, terutama dalam aspek penganggaran.

Pemkot Palembang pun mengajak dunia usaha ikut berpartisipasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung penataan kota.

Baca juga  Produksi Padi Dilaporkan Naik, Tapi Kesejahteraan Petani Jadi Sorotan

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tidak semua kawasan di Palembang merasakan pembenahan serupa.

Berdasarkan pantauan di sejumlah ruas pinggiran kota, masih terdapat marka jalan yang mulai memudar, trotoar yang terlihat kusam, hingga median jalan yang dinilai kurang terawat.

Sejumlah warga juga menilai pembenahan lebih banyak difokuskan pada jalur protokol yang menjadi pusat perhatian menjelang perayaan HUT kota.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan masyarakat di kawasan yang bukan jalur utama, terutama pada ruas jalan lingkungan yang disebut masih membutuhkan perhatian lebih.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemerataan penataan kota, apakah hanya terfokus pada area yang terlihat publik atau menyentuh kebutuhan warga secara menyeluruh.

Sejumlah warga mengaku menyambut baik langkah Pemkot mempercantik kota menjelang hari jadi Palembang.

Namun mereka berharap pembenahan tidak berhenti pada pengecatan semata.

“Bagus kalau kota jadi lebih rapi, apalagi mau HUT Palembang. Tapi jangan cuma jalan besar saja yang dibagusin,” ujar Rudi, salah satu warga Kecamatan Ilir Barat.

Pendapat serupa juga disampaikan Lina, warga lainnya, yang berharap perbaikan fasilitas kota dilakukan secara merata.

“Kalau trotoar dicat memang jadi bagus dilihat. Tapi beberapa tempat masih ada jalan yang rusak dan marka yang sudah hilang,” katanya.

Pembenahan visual kota menjelang momentum besar seperti HUT daerah memang kerap menjadi langkah cepat pemerintah untuk menciptakan kesan positif.

Namun, pengecatan dan penataan kawasan protokol sering kali memunculkan kritik apabila tidak dibarengi dengan pembenahan infrastruktur yang lebih mendasar.

Diduga, keterbatasan anggaran serta status sejumlah ruas jalan sebagai jalan nasional menjadi salah satu faktor yang membuat penataan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Selain itu, keterlibatan CSR dari pihak swasta juga memperlihatkan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan tambahan untuk mempercepat pembenahan kota.

Baca juga  Senator DPD RI Eva Susanti Bagikan Takjil Ramadan di Palembang, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat

Meski begitu, masyarakat berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara atau sekadar mempercantik tampilan menjelang perayaan tahunan.

Hingga kini, upaya penataan Kota Palembang terus berlangsung di sejumlah titik strategis.

Namun pertanyaan mengenai pemerataan pembenahan dan dampak nyata bagi kenyamanan warga masih menjadi perhatian.

Apakah pembenahan ini akan berlanjut setelah perayaan HUT selesai, atau hanya ramai menjelang momentum seremonial tahunan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here